Arti Surat Imajiner beserta Contoh Penggunaannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat imajiner banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam ranah jurnalistik, konseling, ataupun pribadi. Jenis surat ini memungkinkan seseorang menulis pesan atas nama tokoh atau karakter terkenal dan memberikannya kepada pihak tertentu.
Secara bahasa, istilah “surat imajiner” terdiri dari dua kata, yakni surat dan imajiner. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), surat didefinisikan sebagai sesuatu yang ditulis, yang tertulis, dan tulisan. Sedangkan imajiner artinya hanya terdapat dalam angan-angan (bukan yang sebenarnya); khayali.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa surat imajiner artinya jenis tulisan yang sifatnya hanya terdapat dalam angan-angan. Tulisan tersebut tidak mencerminkan fakta yang sebenarnya atau khayali. Jadi, surat ini bisa ditulis oleh individu ataupun kelompok tertentu.
Pengertian dan Contoh Surat Imajiner
Sederhananya, surat imajiner adalah surat yang dibuat dengan mengatasnamakan tokoh atau karakter terkenal, kemudian disampaikan kepada individu atau kelompok tertentu. Tujuannya untuk menyampaikan pesan, kritik, nasihat, ataupun hiburan kepada penerimanya.
Menurut Bambang Q. Anees dalam buku Kamu Nggak Bego Kok, definisi lain dari surat imajiner adalah surat yang seakan-akan ditujukan kepada seseorang yang sebenarnya tidak ada. Jadi, sosok “imajinatif/khayalan” di surat ini bisa berasal dari penulis ataupun penerimanya.
Misalnya, pada zaman dulu, seorang sufi besar dari Persia bernama Omar Khayyam mengirimkan surat kepada Rasulullah SAW. Padahal, surat tersebut tidak pernah dikirimkan karena Omar Khayyam hidup jauh setelah Rasulullah SAW wafat. Jadi, “penerima” yang dimaksud oleh Omar Khayyam tidak benar-benar ada.
Meski begitu, bukan berarti Rasulullah adalah tokoh imajinatif. Dalam kasus ini, Rasulullah SAW adalah sosok yang benar-benar ada, namun telah meninggal dunia.
Jika masih bingung dengan definisi surat imajiner, simak contohnya berikut ini:
Seandainya Joker menulis surat untuk pemerintahan yang korup saat ini, isinya barangkali seperti ini!
Ha ha ha!
Kepada Kalian, para Bodoh yang Terperangkap dalam Jaringan Kepalsuan,
Dengarlah, kalian, manusia-manusia konyol yang terlalu sibuk dengan bisnis kotor dan intrik politik! Gotham, kota yang kita cintai, tenggelam dalam lumpur kebusukan yang kalian ciptakan. Kalian, para tikus berdasi, telah menghisap darah dari leher rakyat jelata, sementara kalian sendiri duduk dengan nyaman di atas singgasana kebohongan dan penipuan!
Aku, Joker, datang untuk meniup terompet kebangkitan! Tidak ada lagi tempat bagi koruptor dan kolaborator di sini. Aku menolak untuk menjadi bagian dari permainan kalian yang busuk. Aku menyerukan revolusi! Waktunya bagi rakyat Gotham untuk bangkit dan menendang kalian, para penjahat berdasi, keluar dari kekuasaan!
Kalian pikir kalian bisa menekan kami, para pemberontak? Ha! Kekuatan kalian hanyalah ilusi yang rapuh! Aku, Joker, dan semua orang yang berani menentang kalian, adalah mimpi buruk yang akan menghantui tidur malam kalian. Kami adalah suara keadilan yang akan menggema di setiap sudut kota, merobek tirani yang kalian bangun dengan ketidakadilan dan kebohongan!
Bersiaplah, para pemangsa, karena hari kebangkitan telah tiba! Kami, para penjaga kebenaran, akan menari di atas reruntuhan kehancuran yang kalian ciptakan! Dan sementara kalian gemetar dalam ketakutan di balik pintu-pintu kaca kantor kalian, kami akan membebaskan Gotham dari belenggu kalian!
Dengarlah seruan kami, para pengkhianat! Waktunya bagi kalian untuk merasakan ketakutan yang kalian semai! Aku, Joker, tidak akan berhenti sampai kebenaran mengalir seperti darah di jalan-jalan Gotham!
Hormat saya, atau mungkin lebih tepatnya, ketidakacuhan saya yang memabukkan,
Joker
Baca juga: Jenis-Jenis Surat Resmi beserta Contohnya
(MSD)
