Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Pembuka Acara Lengkap dengan Adab Saat Membacanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Doa. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Doa. Foto: Freepik

Dalam setiap pelaksanaan acara, pasti akan dibuka dan ditutup oleh doa. Dalam doa tersebut terselip sebuah harapan agar acara dapat berlangsung dengan lancar tanpa ada hambatan.

Selain mengharapkan acara berjalan dengan lancar, pemilik hingga peserta acara juga berharap agar senantiasa mendapatkan rahmat serta keridhoan dari Allah SWT. Sehingga acara tidak berjalan begitu saja, namun seluruh orang yang menghadiri acara tersebut memperoleh manfaat serta kebaikannya.

Doa pembuka acara dapat dibaca ke dalam berbagai bentuk acara. Mulai dari pengajian, majelis, pernikahan, memulai pembelajaran di sekolah, hingga acara yang bersifat nonformal juga pasti akan diawali dengan doa.

Lalu bagaimana bunyi doa pembuka acara yang bisa dibaca sebelum acara dimulai? Apakah ada adab yang dianjurkan ketika membacanya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ilustrasi Membaca Doa. Foto: Freepik

Doa Pembuka Acara

Ada beberapa bacaan doa sesuai sunnah Rasulullah yang bisa menjadi alternatif ketika ingin membuka sebuah acara, antara lain sebagai berikut:

Doa Pembuka Acara Versi I

Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.

Artinya: "Segala puji bagi Allah Tuhan Seluruh Alam. Semoga sholawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga dan sahabat-sahabatnya."

Doa Pembuka Acara Versi II

Alhamdulillahilladzi an’amanaa bini’matil iimaan walislaam. Wanusholii wanusalimu ‘alaa khoril anam sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’iina imaa.

Artinya: "Segala puji bagi Yang Mahakuasa yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iktikad dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga."

Doa Pembuka Acara Versi III

Alhamdulillahi wash-sholatu wassalaamu ‘alaa rosuulillahi sayyidinaa wamaulaanaa muhammadibni abdillahi amma ba’duhu.

Artinya : “Puji syukur kepada Allah, doa salawat serta keselamatan biar selalu dicurahkan kepada rasulullah junjungan dan pembimbing kita, Nabi Muhammad bin Abdillah”.

Doa Pembuka Acara Versi IV

Nahmaduhu wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Min yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du.

Artinya: "Kami panjatkan segala puji kepada-Nya dan kami mohon pertolongan-Nya. Seraya memohon ampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwa-ku dan kejelekan amaliahku. Barang siapa telah Yang Mahakuasa berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Yang Mahakuasa sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Yang Mahakuasa limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya."

Ilustrasi Membaca Doa. Foto: Freepik

Adab Membaca Doa Pembuka Acara

Agar terkabul, membaca doa tidak boleh sembarangan. Terdapat adab atau tata cara ketika membaca doa pembuka acara yang sesuai dengan ajaran Rasulullah, hal ini meliputi:

  • Menghadap ke arah kiblat.

  • Mengangkat kedua tangan seperti posisi berdoa.

  • Dimulai dengan memuji dan mengagungkan Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan membaca sholawat yang ditujukan kepada Nabi.

  • Tadlarru' (posisi menunduk dan merendahkan diri) dengan suara lirih. Hal ini sesuai dengan surat Al A'raf ayat 55 yang artinya: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

  • Menghindari kalimat yang menimbulkan bencana.

  • Mengulangi doa hingga tiga kali.

  • Merangkai kalimat dengan Asmaul Husna serta kalimat Tauhid.

  • Menutup doa dengan sholawat dan bacaan Tahmid.

Baca Juga: Doa Pembuka Majelis Singkat dan Panjang Sesuai Sunnah Rasulullah

(VIO)