Bacaan Takbiratul Ihram dan Doa Iftitah Arab, Latin, Beserta Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan takbiratul ihram termasuk ke dalam salah satu rukun salat. Oleh sebab itu, apabila tidak dikerjakan atau terlewat, maka salatnya menjadi tidak sah.
Dalam buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Imam an-Nawawi, berdasarkan pendapat yang sahih, bacaan salat takbiratul ihram tidak dibaca panjang, tetapi sedang. Baru kemudian, bacaan takbir selain takbiratul ihram dibaca panjang, hingga posisi rukuk selanjutnya.
Disunnahkan bagi imam untuk membaca panjang takbiratul ihram dan pada takbir selanjutnya dibaca keras, agar makmum dapat mengetahui dan mendengarkan. Sementara untuk makmum, takbiratul ihram dibaca dengan suara pelan, paling tidak dapat didengar sendiri.
Mengutip buku Buku Induk Doa & Zikir oleh Imam Nawawi, lafaz takbir adalah Allahu akbar atau Allaahul Akbar. Namun, dianjurkan untuk melafazkan yang pertama, agar terhindar dari perselisihan. Sebab, beberapa mazhab menyatakan lafaz kedua tidak boleh dan dapat membuat salat tidak sah.
Berikut bacaan takbiratul ihram dalam bahasa Arab, Latin, artinya, dan doa iftitah yang dianjurkan untuk diamalkan dalam salat.
Baca juga: Hukum Sholat Tanpa Doa Iftitah yang Perlu Dipahami Muslim
Bacaan Takbiratul Ihram
Lafal takbiratul ihram ialah:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.”
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)."
Baca Juga: Bacaan Sholawat Nuridzati dan 5 Keutamaan Mengamalkannya
Bacaan Iftitah
Setelah melafalkan takbiratul ihram, disunnahkan umat Muslim untuk membaca doa iftitah. Berikut bacaan doa iftitah:
1. Doa Iftitah 1 (Lafaz Ba’id baini)
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا ، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ ، وَالثَّلْجِ ، وَالبَرَدِ
Allahumma Baa'id baiynii wa baiyna khothooyay kamaa baa'adta baiynal masyriqi wal maghribi, Allahumma naqqinii minal khothooya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad dannasi, Allahummaghsil khothooyaya bilmaa i wats tsalji wal barodi.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin.” (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98).
2. Doa Iftitah 2 (Lafaz Allahu Akbar Kabiro)
للهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً
إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allaahu akbaru Kabiira Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: “Allah Mahabesar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan MahasuciAllah di waktu pagi dan petang.
Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam.Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menye-kutukan-Nya.Dan aku dari golongan orang muslimin.”
3. Doa Iftitah 3 (Lafaz yang Diriwayatkan oleh Aisyah)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ ، وَلَا إِلَهَ غَيْرَكَ
Subhanakallahumma wabihamdika tabaarokasmuka wa ta’aala jadduka wa laa ilaha ghoiruka
Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau." (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi 1/282, Ibnu Maajah 1/268. Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252).
Baca Juga: Bacaan Doa Selamat Lengkap Dunia dan Akhirat
Keutamaan Takbiratul Ihram
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa salat berjamaah tepat waktu memiliki keutamaan yang luar biasa. Apalagi jika dilakukan setiap salat berjamaah dan selalu mendapatkan takbir pertama atau takbiratul ihram.
Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ
“Barangsiapa salat berjamaah selama empat puluh hari dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) ikhlas karena Allah, akan dicatat baginya terbebas dari dua hal, yaitu terbebas dari api neraka dan terbebas dari sifat munafik.” (HR. Tirmidzi no. 241, dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Hadis di atas menjelaskan betapa besarnya pahala selalu menjaga takbiratul ihram dengan senantiasa membersamai imam dalam salat berjamaah. Maksud hadis di atas bukan berarti seseorang membersamai takbiratul ihram bersama imam selama empat puluh hari, setelah itu berhenti.
Namun, apabila umat Islam bisa melakukannya selama empat puluh hari, maka seseorang akan merasakan manis dan nikmatnya ibadah dan hilanglah beban ketika beribadah. Pada akhirnya, seorang umat Muslim bisa beristiqomah dan konsisten dalam kondisi seperti itu seterusnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
Dalam masa empat puluh hari, seseorang berpindah dari satu kondisi ke kondisi yang lainnya. Sebagaimana terdapat dalam sebuah hadis di Ash-Shahihain, dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Penciptaan salah seorang di antara kalian dikumpulkan di perut ibunya selama empat puluh hari. Kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu pula (empat puluh hari, pent.). Lalu menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu pula, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya.” (Jaamiul Masaail, 6: 134).
Baca Juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Bagi Umat Muslim
Keutamaan Doa Iftitah
Doa iftitah memiliki keutamaan luar biasa, salah satunya yakni dapat membukakan pintu langit ketika dibaca. Pernyataan ini merujuk pada salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Dari Ibnu Umar ra, dia berkata: "Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang mengucapkan Allaahu akbaru kabiraa Walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan waashiilaa.
Selesai salat, Rasulullah SAW bertanya: 'Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?'
Seorang sahabat menjawab, 'Saya wahai Rasulullah. 'Beliau lalu bersabda, 'Sungguh aku sangat kagum dengan ucapan tadi sebab pintu-pintu langit dibuka karena kalimat itu.
Kata Ibu Umar, 'Maka aku tidak pernah meninggalkannya (membaca doa iftitah) semenjak aku mendengar Rasulullah SAW mengucapkan hal itu." (HR Bukhari).
Selain itu, di antara beberapa doa iftitah yang dapat dilafalkan umat Muslim, salah satu doa Iftitah yang berbunyi: "Allaahu akbaru Kabiira Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin."
Menurut buku Tata Cara Shalat Lengkap yang Dicintai Allah dan Rasulullah karangan Yoli Hemdi, lafal di atas merupakan ajakan bagi umat Muslim untuk belajar berpasrah dan berserah diri. Berpasrah dalam konteks ini bukanlah menyerah menghadapi kehidupan, tetapi sebagai bentuk rasa patuh atas segala keputusan Allah SWT pada kehidupan para hamba-Nya.
Baca juga: 5 Versi Doa Iftitah Lengkap, Arab, Latin, dan Terjemahannya
(PDN & VIO)
Frequently Asked Question Section
Kapan baca daoa iftitah ketika sholat?

Kapan baca daoa iftitah ketika sholat?
Setelah takbiratul ihram.
Apa hukum membaca doa iftitah?

Apa hukum membaca doa iftitah?
Membaca doa iftitah hukumnya sunnah. Artinya, seorang Muslim yang melaksanakan sholat tanpa membaca doa ini maka sholatnya tetap sah.
Apa kedudukan doa iftitah?

Apa kedudukan doa iftitah?
Rasulullah SAW mengatakan bahwa doa iftitah adalah pembuka sholat.
