Bagaimana Kita dapat Membuat Lingkungan Sekolah Menjadi Lebih Sejahtera?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada Modul 2 Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2025, peserta akan mempelajari materi terkait Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE). Salah satu topik utama yang dibahas dalam materi tersebut adalah Topik 4 mengenai School Well-being.
Pada topik ini, peserta PPG diajak untuk merenungkan peran mereka dalam sekolah melalui pertanyaan reflektif seperti, “Bapak ibu guru yang bersemangat bagaimana kita dapat menciptakan lingkungan sekolah menjadi lebih sejahtera?”
Pertanyaan ini muncul setelah bapak/ibu guru menyelesaikan Latihan Pemahaman di platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Bagi yang memerlukan referensi untuk menjawabnya, simak kunci jawaban cerita reflektif Modul 2 PSE Topik 4 berikut ini.
Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 PSE Topik 4
Dalam cerita reflektif Modul 2 PSE Topik 4, ada empat pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta PPG. Agar tidak salah dalam mengerjakannya, berikut adalah kunci jawabannya yang dirangkum dari kanal YouTube bernama Catatan Mentor ASN yang bisa jadi referensi:
1. Bapak Ibu Guru yang bersemangat, bagaimana kita dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih sejahtera?
Jawaban: Lingkungan sekolah yang sejahtera dapat terwujud ketika seluruh warga sekolah saling peduli dan bekerja sama menciptakan suasana yang positif. Sebagai guru, saya percaya bahwa langkah kecil seperti menyambut murid dengan senyuman, mendengarkan mereka dengan empati, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan rekan sejawat dan orang tua murid dapat memberikan dampak besar.
Saya juga mulai memperhatikan pentingnya ruang kelas yang ramah, inklusif dan menghargai keberagaman. Ketika murid merasa aman, diterima dan dihargai, mereka akan lebih siap belajar dan berkembang. Begitu pula guru yang merasa didukung akan lebih termotivasi dalam menjalankan perannya. Sekolah yang sejahtera bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat tumbuh bersama.
2. Bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Dimensi apa yang perlu diperhatikan?
Jawaban: Menciptakan sekolah yang menyenangkan memerlukan pertistian pada berbagai dimensi kesejahteraan, baik fisik, emosional, sosial, maupun psikologis. Saya percaya bahwa sekolah yang menyenangkan adalah tempat di mana murid merasa aman, dihargai, dan diterima, serta guru merasa didukung dan diberi ruang untuk berkembang. Untuk itu, saya mulai memperhatikan suasana kelas, pola komunikasi serta membangun hubungan positif antar warga sekolah.
Dimensi penting yang harus diperhatikan antara lain: hubungan interpersonal yang sehat, lingkungan fisik yang nyaman, kepemimpinan yang suportif dan partisipasi aktif dari murid dalam pengambilan keputusan. Dengan menciptakan budaya positif dan kolaboratif, sekolah bisa menjadi tempat yang tidak hanya mendidik, tapi juga membahagiakan.
3. Mengapa semua pihak harus berkolaborasi dalam menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan?
Jawaban: Semua pihak perlu berkolaborasi dalam menciptakan iklim sekolah yang menyenangkan karena sekolah adalah ekosistem yang melibatkan banyak elemen guru, murid, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat sekitar. Masing-masing memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman, inklusif, dan mendukung proses belajar. Tanpa kolaborasi, upaya untuk menciptakan lingkungan yang positif cenderung terfragmentasi dan kurang berdampak.
Sebaliknya, ketika semua pihak bekerja sama, nilai kebersamaan, komunikasi yang terbuka, dan rasa memiliki dapat tumbuh kuat. Ini akan mendorong terciptanya rasa nyaman, saling percaya, dan semangat belajar yang tinggi pada murid serta kepuasan kerja bagi para pendidik. Kolaborasi juga memungkinkan terjadinya pemecahan masalah yang lebih efektif karena didukung oleh berbagai perspektif dan kekuatan.
4. Bapak dan Ibu Guru, apakah masih ada hal yang belum Anda pahami? Anda dapat mendiskusikan dengan rekan sejawat, atau dengan tenaga ahli.
Jawaban: Sebagai seorang guru, saya menyadari bahwa proses belajar tidak hanya berlaku bagi murid, tetapi juga bagi saya sendiri. Dalam mempelajari sub-topik seperti pembelajaran sosial emosional dan school well-being, sering kali saya merasa belum sepenuhnya memahami konsep atau penerapannya di kelas. Alih-alih menyimpan kebingungan sendiri, saya mulai terbuka untuk berdiskusi dengan rekan sejawat. Saya juga mengikuti sesi berbagi praktik baik bersama guru dari sekolah lain dan belajar dari pengalaman mereka. Dari proses ini, saya belajar bahwa menjadi guru berarti terus bertumbuh.
Baca juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 2 Topik 1 PPG 2025
(RK)
