Konten dari Pengguna

Bagaimana Menciptakan Sekolah yang Menyenangkan? Ini Jawabannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Foto: Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Foto: Kemendikdasmen

Setiap menyelesaikan materi pembelajaran, peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu 2025 wajib mengerjakan berbagai tugas. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang telah dipelajari.

Tak terkecuali pada modul 2 topik 4, di mana peserta mempelajari konsep School Well-being atau kesejahteraan sekolah. Dalam modul ini, mereka mendapat tugas untuk menulis cerita reflektif dengan pertanyaan: "Bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan?"

Lantas, bagaimana cara menjawabnya? Simak artikel ini untuk contohnya!

Bapak dan Ibu Guru, Bagaimana Menciptakan Sekolah yang Menyenangkan?

Ilustrasi bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan? Foto: Arif Firmansyah/ANTARA FOTO

Pertanyaan reflektif dalam PPG bertujuan menguji pemahaman peserta sekaligus mendorong mereka berpikir lebih dalam tentang praktik pembelajaran di sekolah. Salah satu contohnya adalah pertanyaan pada modul 2 topik 4, yakni "Bapak dan Ibu Guru, bagaimana menciptakan sekolah yang menyenangkan?"

Untuk menjawab pertanyaan di atas, sebenarnya bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Sebagai gambaran, berikut contoh jawaban dari pertanyaan cerita reflektif tersebut dikutip dari YouTube Catatan Mentor ASN:

Menciptakan sekolah yang menyenangkan memerlukan perhatian pada berbagai dimensi kesejahteraan, baik fisik, emosional sosial, maupun psikologis. Saya percaya bahwa sekolah yang menenangkan adalah tempat di mana murid merasa aman, dihargai, dan diterima. Serta guru merasa didukung dan diberi ruang untuk berkembang.

Untuk itu, saya mulai memperhatikan suasana kelas, pola komunitas, serta membangun hubungan positif antar warga sekolah. Dimensi penting yang harus diperhatikan antara lain: hubungan interpersonal yang sehat, lingkungan fisik yang nyaman, kepemimpinan yang suportif, dan partisipasi aktif dari murid dalam pengambilan keputusan.

Dengan menciptakan budaya positif dan kolaboratif, sekolah bisa menjadi tempat yang tidak hanya mendidik, tetapi juga membahagiakan.

Baca Juga: Bagaimana Menerapkan Inspirasi Tersebut untuk Kemajuan Penguasaan Kompetensi?

Kunci Jawaban Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 4

Ilustrasi PPG. Foto: unsplash/Priscilla Du Preez

Selain cerita reflektif, peserta PPG juga harus menjawab soal-soal pada latihan pemahaman di modul 2 topik 4. Berikut kunci jawabannya:

1. Menurut Konu, faktor apa yang paling memengaruhi school well-being?

A. Kualitas pengajaran.

B. Pengelolaan stres di sekolah.

C. Keterlibatan orang tua.

D. Lingkungan fisik sekolah.

E. Fasilitas sekolah.

Jawaban: B

2. Menurut Rimpela, apa dampak penting dari kesejahteraan yang baik di sekolah?

A. Meningkatkan rasa percaya diri dan prestasi akademik.

B. Mengurangi peran guru dalam pendidikan.

C. Memperburuk hubungan sosial siswa.

D. Meningkatkan angka absensi siswa.

E. Meningkatkan keimanan siswa.

Jawaban: A

3. Konu menyarankan pentingnya pendekatan seperti apa untuk meningkatkan school well-being?

A. Fokus pada kebijakan yang hanya melibatkan siswa.

B. Pendekatan berbasis akademik saja.

C. Pendekatan holistik yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua, bahkan komunitas sekolah.

D. Menekankan disiplin yang keras terhadap siswa.

E. Pendekatan holistik, meliputi komunitas sekitar sekolah.

Jawaban: C

(NSF)