Benarkah Rezeki dari Allah Tidak Akan Tertukar? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rezeki berasal dari bahasa Arab razaqo, yarzuqu, rizqan yang artinya nasib, bagian, atau kekayaan. Tak selalu bersifat materi (harta), rezeki juga bisa berupa banyak hal, misalnya memiliki anak-anak yang saleh, diberi kesehatan, dan sebagainya.
Rezeki bagi manusia telah ditetapkan sejak masih berada di dalam kandungan. Tugas manusia adalah menjemput rezeki tersebut dengan cara yang halal, baik, dan penuh berkah. Disebutkan dalam surat Ar-Rum ayat 40:
“Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali)...”
Itu juga dijelaskan Rasulullah melalui salah satu sabdanya, “Sungguh salah seorang di antara kalian dihimpun dalam perut ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah juga seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging juga seperti itu, kemudian Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat hal: rezekinya, ajalnya, sengsara atau bahagianya…” (HR. Al-Bukhari No. 6594 dan Muslim No. 2643)
Meski begitu, ada kalanya seseorang yang sudah berikhtiar sekeras mungkin tidak mendapatkan rezeki yang diinginkan. Sebaliknya, orang yang menjalani pekerjaannya dengan penuh kemalasan justru mendapat limpahan rezeki.
Padahal, umat Muslim meyakini bahwa rezeki dari Allah tidak akan tertukar. Benarkah demikian? Simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Baca juga: Penyebab Rezeki Seret dalam Islam Menurut Alquran dan Sunnah
Rezeki dari Allah Tidak Akan Tertukar
Mengutip buku Rezekimu Tidak Akan Tertukar tulisan Ramdhani Abdurrahman, rezeki yang diberikan Allah di dunia ini tidak didasarkan pada keimanan dan ketaatan atau kekufuran dan kemaksiatan seseorang, tapi kepada kehendak Allah sesuai kebijaksanaan-Nya. Dia berfirman:
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra: 30)
Setiap orang akan mendapatkan rezekinya dengan sempurna sesuai kehendak Allah. Umat Muslim tak perlu khawatir rezekinya akan berkurang atau tidak sepadan dengan apa yang diusahakannya. Sebab, rezeki dari Allah tidak akan tertukar.
Baca juga: Bacaan Doa Minta Rezeki yang Berlimpah dalam Ajaran Islam
Rezeki itu bisa saja datang dalam waktu dekat atau di saat yang tidak disangka-sangka dan dengan cara yang tidak terbayangkan sebelumnya. Ada yang datang karena usaha sendiri, kebaikan orang lain, dan sebagainya.
Allah telah menjaminnya dalam Alquran surat At-Talaq ayat 3 yang artinya:
“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”
Meski kadar rezeki bagi setiap orang telah ditetapkan, bukan berarti manusia bisa bermalas-malasan atau pasrah begitu saja. Manusia tetap perlu menjemput rezeki mereka dengan berikhtiar
Lakukan pekerjaan yang halal dan tidak merugikan orang lain. Dengan begitu rezeki yang didapatkan akan lebih berkah. Jangan lupa dekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, berdoa, dan sedekah kepada yang membutuhkan.
Jika semua usaha sudah dilakukan tapi belum membuahkan hasil, umat Muslim tetap harus bersyukur. Mungkin, rezeki yang dinanti bukanlah berupa harta, tapi kebahagiaan, kenyamanan, dan kesehatan.
(ADS)
Baca juga: Makna Asmaul Husna Ar Razzaq dan Macam-macam Rezeki dari Allah SWT
Frequently Asked Question Section
Apakah benar rezeki sudah diatur Allah?

Apakah benar rezeki sudah diatur Allah?
Rezeki bagi manusia telah ditetapkan sejak masih berada di dalam kandungan.
Mengapa rezeki setiap orang berbeda?

Mengapa rezeki setiap orang berbeda?
Allah memberikan rezeki kepada umat Muslim sesuai kehendak-Nya.
Apa saja yang termasuk rezeki dari Allah?

Apa saja yang termasuk rezeki dari Allah?
Tak selalu bersifat materi (harta), rezeki juga bisa berupa banyak hal, misalnya memiliki anak-anak yang salih, diberi kesehatan, dan sebagainya.
