Berdoa Tanpa Usaha, Akankah Dikabulkan Allah SWT?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agar keinginannya tercapai, umat Islam dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT. Doa tersebut harus diiringi dengan usaha atau ikhtiar yang dilakukan sungguh-sungguh.
Mengutip buku Aqidah dan Akhlaq tulisan Taofik Yusmansyah, ikhtiar didefinisikan sebagai proses usaha yang dilakukan dengan mengeluarkan segala upaya dan kemampuan untuk mencapai hasil terbaik sesuai dengan keinginan.
Misalnya, jika ingin juara kelas, siswa harus berikhtiar dengan cara tekun belajar sungguh-sungguh. Begitu pula dengan seseorang yang ingin meraih kesuksesan, ia harus bekerja keras agar cita-citanya tercapai.
Lalu, bagaimana dengan berdoa tanpa usaha? Apakah Allah SWT akan tetap mengabulkan keinginan hamba-Nya yang hanya mengandalkan doa tanpa berusaha sedikit pun? Berikut penjelasannya.
Hukum Berdoa Tanpa Usaha
Pepatah Arab mengatakan, Ad-du’a bilaa ‘amal ka rami bi laa wathar, doa tanpa ikhtiar seperti busur tanpa panah. Artinya, berdoa tanpa usaha merupakan hal yang sia-sia karena tidak akan ada hasilnya.
Dijelaskan dalam buku Serat Kehidupan oleh Ade Cahyadi dkk., doa tanpa usaha dipandang sebagai doanya orang pemalas. Sebab, sifat malas akan muncul jika seseorang hanya mengandalkan doa terus-menerus.
Allah pun mengingatkan hamba-Nya bahwa Dia tidak akan mengubah keadaan mereka sebelum mereka berusaha untuk mengubahnya sendiri. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Rad: 11)
Anjuran ikhtiar juga diserukan lewat surat An-Najm ayat 3-42. Dalam ayat tersebut, Allah berjanji akan memberi balasan sempurna kepada orang yang mau berusaha keras. Dia berfirman:
“Bahwa manusia hanya boleh memperoleh apa yang telah diusahakannya, bahwa sesungguhnya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna, bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu).”
Baca juga: Memahami Hubungan Ikhtiar dan Takdir dalam Menggapai Cita-Cita
Namun, itu bukan berarti seseorang boleh mengabaikan doa dalam meraih apa yang diinginkannya. Usaha dan kerja keras saja tanpa diiringi doa justru akan membuat seseorang sombong dan kurang bersyukur.
Pada intinya, doa dan usaha harus berjalan beriringan. Agar membuahkan hasil yang maksimal dan mengandung berkah serta kebahagiaan saat memperolehnya, usaha harus bergandengan dengan doa tanpa mengecualikan salah satunya.
Setelah ikhtiar dan berdoa sungguh-sungguh, seorang Muslim hendaknya bertawakal, yaitu berserah diri kepada Allah SWT. Percayalah dengan sepenuh hati bahwa Allah akan memberikan hasil terbaik atas usaha yang telah dilakukan.
Dengan bertawakal, seseorang tidak akan putus asa, tetap sabar, dan ikhlas ketika apa yang diusahakannya tidak membuahkan sesuai harapan. Sebaliknya, jika usahanya berhasil, ia tidak akan merasa sombong atau tinggi hati.
(ADS)
Baca juga: Hubungan antara Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Frequently Asked Question Section
Mengapa berdoa harus diimbangi dengan usaha?

Mengapa berdoa harus diimbangi dengan usaha?
Berdoa tanpa usaha merupakan hal yang sia-sia karena tidak akan ada hasilnya.
Doa tanpa usaha ibarat apa?

Doa tanpa usaha ibarat apa?
Pepatah Arab mengatakan, Ad-du’a bilaa ‘amal ka rami bi laa wathar, doa tanpa ikhtiar seperti busur tanpa panah.
Apa yang dimaksud dengan ikhtiar?

Apa yang dimaksud dengan ikhtiar?
Ikhtiar didefinisikan sebagai proses usaha yang dilakukan dengan mengeluarkan segala upaya dan kemampuan untuk mencapai hasil terbaik sesuai dengan keinginan.
