Cara Mencuci Kemaluan yang Benar Menurut Islam bagi Laki-laki dan Perempuan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencuci kemaluan atau kelamin merupakan bagian dari bersuci, baik dari hadas kecil maupun hadas besar. Dalam Islam, menghilangkan kotoran yang keluar dari saluran kemih dan anus disebut juga dengan istinja.
Istinja merupakan tindakan yang penting dipahami setiap Muslim agar dirinya benar-benar suci dari najis sehingga ibadah yang dilakukan sah di hadapan Allah. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya, penghuni dua kubur ini sedang disiksa bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena tidak membersihkan diri dari air kencing dan yang satu disiksa karena suka menghasut permusuhan.” (HR. Jamaah dari Ibnu Abbas dan lainnya)
Mengutip buku How to Love Rasulullah oleh Mujiyo Nurkholis, hadits tersebut menegaskan bahwa umat Muslim diperintahkan untuk mencuci kemaluannya dengan benar setelah kencing. Ini merupakan bentuk kehati-hatian agar air kencing tidak mengenai pakaian dan badannya, apalagi sampai terbawa sholat.
Lalu, bagaimana cara mencuci kemaluan yang benar menurut Islam? Berikut panduan selengkapnya untuk Anda simak.
Baca juga: Cara Bersuci dengan Batu dan Adab Buang Hajat Menurut Syariat Islam
Cara Mencuci Kemaluan yang Benar Menurut Islam
Cara mencuci kemaluan bagi laki-laki dan perempuan berbeda. Satu hal yang pasti, air yang digunakan sebisa mungkin harus air bersih. Umat Muslim juga dilarang mencuci kemaluannya dengan tangan kanan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:
“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kamu menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan pada saat kencing, janganlah membersihkan bekas kotoran dengan tangan kanan, dan janganlah bernafas di tempat air.”
Agar lebih jelas, berikut cara mencuci kemaluan yang benar menurut Islam untuk kaum laki-laki dan perempuan.
Laki-laki
Kebanyakan laki-laki setelah kencing hanya membasuh kelaminnya dengan sedikit air lalu langsung menutup celananya tanpa memastikan apakah kelaminnya sudah benar-benar bersih. Padahal, cara mencuci kemaluan yang benar menurut Islam tidak demikian.
Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dalam Nilai Moral dan Etika Kebidanan tulisan Khairani, S.ST. dkk., istinja harus diiringi dengan istibra’, yaitu membersihkan bagian kemaluan yang menjadi tempat keluarnya air kencing.
Caranya dengan mengurut kemaluan menggunakan tangan kiri, mulai dari pangkal dubur sampai ujung kemaluan. Lakukan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan semua bekas air kencing yang ada di tempat itu. Disunnahkan pula untuk menarik kemaluan ke bawah secara perlahan agar sisa-sisa air kencing keluar semuanya.
Baca juga: Bacaan Doa Istinja dan Etika Saat Buang Hajat dalam Islam
Perempuan
Mengutip buku Dari Kuntum Menjadi Bunga oleh Ibnu Basyar, perempuan tidak hanya wajib membersihkan kemaluan bagian luar, tetapi juga bagian dalam, terlebih saat mandi wajib setelah haid. Caranya dengan memasukkan sedikit jari tengah dan memutarnya ke seluruh bagian sembari menyiramnya dengan air bersih.
Sedangkan, setelah buang air besar, pastikan seluruh najis telah keluar dari dinding dubur dengan cara memasukkan satu jari ke dalam anus dan memutarnya beberapa kali.
Setelah mencuci kelamin dan memastikannya sudah bersih dari najis, baik laki-laki dan perempuan disunnahkan untuk membersihkan tangan yang digunakan. Tujuannya agar tangan tidak terkontaminasi virus dan kuman saat digunakan untuk makan atau melakukan aktivitas lainnya.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara membersihkan alat kelamin setelah buang air kencing dalam Islam?

Bagaimana cara membersihkan alat kelamin setelah buang air kencing dalam Islam?
Cara mencuci kemaluan bagi laki-laki dan perempuan berbeda. Satu hal yang pasti, air yang digunakan sebisa mungkin harus air bersih.
Berapa kali cebok dalam Islam?

Berapa kali cebok dalam Islam?
Lakukan sebanyak tiga kali untuk menghilangkan semua bekas najis yang tersisa.
Apakah tidak cebok dosa?

Apakah tidak cebok dosa?
Dalam sebuah hadits, Rasulullah menegaskan bahwa seseorang yang tidak membersihkan diri dari air kencing akan mendapat siksa kubur.
