Cara Menghitung Balance Cairan dalam Tubuh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung balance cairan perlu diketahui oleh setiap orang. Hal ini bertujuan untuk menentukan jumlah elektrolit yang diperlukan oleh tubuh.
Setiap individu memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda untuk metabolisme. Oleh karena itu, penting untuk memahami metode perhitungan keseimbangan cairan atau balance cairan.
Dengan memahami keseimbangan cairan masing-masing tubuh, manusia dapat memastikan kecukupan asupan cairan dengan berbagai cara, termasuk mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit. Hal ini penting untuk menjaga fungsi tubuh agar tetap optimal dan metabolisme lancar.
Mengenal Balance Cairan
Air merupakan salah satu unsur penyusun tubuh manusia yang sangat penting. Dalam tubuh, persentase air adalah sebantyak sekitar 70%. Untuk itu, air sangat penting bagi keberlangsungan hidup.
Dikutip dari buku Buku Ajar Ilmu Kesehatan (Memahami Gejala, Tanda Dan Mitos) oleh Umar Zein, Emir El Newi (2019), tidak tercukupinya kebutuhan air harian dapat membuat tubuh mengalami gangguan.
Dalam buku Klien Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit oleh Anas Tamsuri, disebutkan bahwa keseimbangan cairan merujuk pada keselarasan antara pengeluaran dan asupan cairan di dalam tubuh yang memungkinkan fungsi metabolik tubuh berjalan optimal.
Beberapa dampak dari kekurangan cairan adalah sebagai berikut:
Penurunan fokus yang menyebabkan sakit kepala sebagai gejala ringan.
Heat stroke, yang awalnya dapat terjadi kram pada otot dan sendi, tetapi dapat berkembang menjadi serangan panas. Karena otot dan jantung membutuhkan asupan cairan yang mencapai 70% dari total konsumsi harian.
Infeksi Saluran Kemih (ISK) atau penumpukan limbah di ginjal yang berpotensi menyebabkan infeksi dan pembentukan batu ginjal.
Selain dampak-dampak tersebut, kekurangan cairan juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya serta menurunkan fungsi organ tubuh.
Baca juga: 7 Rekomendasi Makanan yang Meredakan Stress
Cara Menghitung Balance Cairan
Untuk menghindari dampak negatif pada tubuh, kebutuhan air harus dipenuhi. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kebutuhan cairan pada orang dewasa adalah 2 liter/hari atau setara konsumsi delapan gelas air putih berukuran 230 ml.
Sementara itu, untuk ibu hamil setidaknya membutuhkan konsumsi sebanyak 2,1 liter atau setara dengan 8 gelas setiap harinya atau sebanyak 2,4 liter. Ibu menyusui membutuhkan sebanyak 3,1 liter cairan per harinya.
Cara menghitung balance cairan adalah sebagai berikut:
Balance Cairan = CM - CK Total
CM: Cairan Masuk (input), yaitu cairan yang masuk ke dalam tubuh bisa berupa minum, makan, ataupun terapi cairan seperti infus dan obat-obatan.
CK: Cairan Keluar (output), yaitu cairan yang diukur melalui urine, muntah dan feses.
Jika seseorang aktif secara fisik atau banyak melakukan olahraga berat, kebutuhan cairannya bisa lebih tinggi karena kehilangan cairan keluar melalui keringat lebih banyak.
Tambahkan jumlah cairan tambahan berdasarkan aktivitas. Misalnya, 500-1000 ml untuk aktivitas yang intens seperti olahraga.
(TAR)
Baca juga: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja yang Perlu Diterapkan
