Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Elastisitas Permintaan dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Elastisitas permintaan adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan dalam jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan harganya. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Elastisitas permintaan adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan dalam jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan harganya. Foto: Pexels.com

Cara menghitung elastisitas permintaan menjadi kunci dalam memahami bagaimana harga suatu produk atau layanan memengaruhi tingkat permintaan dari konsumen.

Elastisitas permintaan adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan dalam jumlah permintaan suatu barang terhadap perubahan harganya.

Dengan memahami konsep ini, pelaku bisnis dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait penetapan harga dan strategi pemasaran. Lantas, bagaimana cara menghitung elastisitas permintaan? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Elastisitas Permintaan?

Elastisitas permintaan dalam ilmu ekonomi adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah permintaan suatu produk merespons perubahan harga. Foto: Pexels.com

Menurut Sugiarto, dkk dalam buku Ekonomi Mikro, elastisitas permintaan dalam ilmu ekonomi adalah ukuran seberapa besar perubahan jumlah permintaan suatu produk merespons perubahan harga.

Jika elastisitas tinggi, permintaan akan responsif terhadap perubahan harga. Sedangkan jika rendah, permintaan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan harga. Terdapat beberapa jenis elastisitas permintaan, antara lain:

  • Inelastis Sempurna: Tidak responsif terhadap perubahan harga, koefisien elastisitas kurang dari 1. Contohnya, barang kebutuhan pokok.

  • Elastis Uniter: Respons seimbang antara harga dan permintaan, elastisitas tepat 1.

  • Elastis Sempurna: Sangat responsif terhadap perubahan harga, koefisien elastisitas lebih dari 1. Contohnya, barang mewah atau yang memiliki substitusi mudah.

Baca Juga: 2 Contoh Soal Permintaan Agregat dalam Ekonomi Makro

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Elasitisitas Permintaan

Ilustrasi faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan . Foto: Pexels.com

Faktor-faktor yang memengaruhi elastisitas permintaan antara lain adalah:

1. Ketersediaan barang substitusi

Barang dengan banyak pilihan substitusi cenderung memiliki elastisitas yang lebih tinggi karena konsumen dapat beralih ke barang lain yang harganya lebih rendah.

2. Pendapatan konsumen

Barang yang harganya relatif tinggi dibandingkan dengan pendapatan konsumen cenderung memiliki elastisitas yang lebih tinggi karena konsumen akan lebih peka terhadap perubahan harga.

3. Kebutuhan primer versus sekunder

Barang yang bersifat primer cenderung memiliki elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan barang sekunder. Karena konsumen biasanya akan membeli barang primer walaupun harganya naik.

4. Loyalitas merek dan barang yang adiktif

Konsumen yang sangat loyal terhadap suatu merek atau barang yang adiktif cenderung memiliki permintaan yang inelastis terhadap perubahan harga

Baca Juga: Cara Menghitung Fungsi Penawaran dalam Ekonomi

Cara Menghitung Elastisitas Permintaan

Cara menghitung elastisitas permintaan bisa dilakukan menggunakna rumus tertentu. Foto: Pexels.com

Mengutip dari buku Prinsip-prinsip Ekonomi oleh Karl E, dkk, elastisitas permintaan dapat dihitung menggunakan rumus berikut ini:

Elastisitas Permintaan= % Perubahan Harga /% Perubahan Jumlah Diminta​

Ini dihitung dengan membandingkan persentase perubahan jumlah diminta dengan persentase perubahan harga. Jika elastisitasnya lebih besar dari 1, maka permintaan bersifat elastis (responsif terhadap perubahan harga). Jika kurang dari 1, permintaan bersifat inelastis (tidak responsif secara signifikan terhadap perubahan harga).

Contoh perhitungannya:

Perusahaan X memiliki suatu produk dan harga produk tersebut meningkat dari Rp 100.000 menjadi Rp 120.000. Selama periode yang sama, jumlah produk yang diminta oleh konsumen turun dari 1.000 unit menjadi 800 unit. Artinya:

  • Besaran perubahan harga: 120.000-100.000/100.000 x100 = 20%

  • Besaran persentase perubahan jumlah barang yang diminta = 800-1.000/1.000 x 100 = -20%

  • Besaran elastisitas permintaan = -20%/20% = -1

Dalam contoh ini, elastisitas permintaan adalah -1. Hasil ini menunjukkan respons yang seimbang dan inelastis. Artinya, perubahan harga di pasar sebesar 20% menyebabkan perubahan jumlah diminta sebesar -20%, yang menjukkan bahwa elastisitas yang terjadi bersifat inelastisitas.

(SAI)