Cara Menghitung Persentase Kenaikan dan Penurunan: Rumus dan Contoh Soal

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghitung persentase kenaikan dan penurunan adalah salah satu rumus yang perlu diingat dalam Matematika.
Rumus ini dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk menghitung penjualan, kenaikan gaji, kenaikan nilai di sekolah, dan lain-lain. Persentase adalah bagian dari keutuhan yang dinyatakan dengan persen atau %.
Sementara itu, persentase kenaikan dan penurunan adalah cara untuk mengukur perubahan relatif dalam suatu nilai atau jumlah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa besar perubahan tersebut dalam bentuk persentase dari nilai asal.
Cara Menghitung Persentase Kenaikan dan Penurunan
1. Cara Menghitung Persentase Kenaikan Nilai Siswa
Rumus persentase kenaikan perlu dipahami oleh banyak orang karena dapat diaplikasikan ke berbagai kasus. Cara menghitungnya pun cukup mudah untuk dilakukan dalam Matematika.
Persentase kenaikan digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu nilai meningkat dibandingkan dengan nilai awalnya. Dikutip dari buku Matematika SMK 2: Kelompok Bisnis dan Manajemen oleh Syamsudin, berikut ini cara menghitung persentase kenaikan:
Persentase Kenaikan = ((Nilai Akhir - Nilai Awal) / Nilai Awal) x 100%
Nilai awal: nilai sebelum terjadi kenaikan
Nilai akhir: nilai setelah terjadi kenaikan
Contoh soal:
Sebuah tas berbahan dasar kulit pada bulan Februari dijual dengan harga Rp 500.000. Karena kenaikan harga bahan baku, pada bulan Agustus, harganya naik menjadi Rp 600.000. Lalu, berapa persentase kenaikan tas tersebut?
Jawaban:
Persentase Kenaikan = ((Nilai Akhir - Nilai Awal) / Nilai Awal) x 100%
= ((Rp 600.000 - Rp 500.000) / Rp 500.000) x 100%
= (Rp 100.000 / Rp 500.000) x 100%
= 0.2 x 100%
= 20%
Dalam kasus tas berbahan dasar kulit, terjadi kenaikan harga sebesar 20% dari Rp 500.000 menjadi Rp 600.000. Artinya, harga barang meningkat sebesar 20% dari bulan Februari ke bulan Agustus.
Baca juga: Rumus Standar Error di Excel, Simak Informasinya di Sini
2. Cara Menghitung Persentase Penurunan
Sebaliknya, persentase penurunan digunakan untuk mengukur sejauh mana suatu nilai menurun dibandingkan dengan nilai awalnya dalam persen. Dikutip dari buku Matematika SMK 2: Kelompok Bisnis dan Manajemen oleh Syamsudin, berikut ini rumus dan cara menghitung persentase penurunan:
Persentase Penurunan = ((Nilai Awal - Nilai Akhir) / Nilai Awal) x 100%
Nilai awal: nilai sebelum terjadi kenaikan
Nilai akhir: nilai setelah terjadi kenaikan
Contoh soal:
Omzet warung pecel lele pada bulan Mei adalah sebesar Rp 20.000.000. Namun, pada bulan Juni, omzetnya menurun menjadi Rp 18.500.000 karena banyak mahasiswa di sekitar warung pecel lele yang libur semester. Berapa persen penurunan omzet warung pecel lele tersebut di bulan Juni?
Jawaban:
Persentase Penurunan = ((Nilai Awal - Nilai Akhir) / Nilai Awal) x 100%
= ((Rp 20.000.000 - Rp 18.500.000) / Rp 20.000.000) x 100%
= (Rp 1.500.000 / Rp 20.000.000) x 100%
= 0.075 x 100%
= 7.5%
Jadi, persentase penurunan omzet warung pecel lele pada bulan Juni adalah sebesar 7.5%.
(TAR)
Baca juga: Rumus Persamaan Sumbu Simetri dan Penjelasannya
