Konten dari Pengguna

Cara Merawat Vagina yang Tepat agar Terhindar dari Masalah Reproduksi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara merawat Vagina. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara merawat Vagina. Foto: Shutter Stock

Setiap wanita harus memahami cara merawat vagina yang baik dan benar. Sebab, vagina berisiko mengalami infeksi, keputihan, dan masalah-masalah lain dari yang ringan bahkan sampai membahayakan organ reproduksi.

Mengutip laman Health Shots, vagina yang sehat memiliki bau khas yang tidak menyengat, terasa hangat dan lembap saat diraba, tidak memiliki benjolan, serta tidak gatal. Vagina sehat juga tidak akan terasa sakit saat sedang berhubungan intim.

Perawatan vagina sendiri meliputi menjaga kebersihannya, pemilihan celana dalam yang tepat, hingga penggunaan pembalut yang benar. Simak cara merawat vagina selengkapnya dalam artikel berikut.

Cara Merawat Vagina yang Benar

Ilustrasi cara merawat vagina. Foto: Shutterstock

Vagina memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Karena itu, tidak disarankan untuk mencuci bagian dalam vagina. Bagian vagina yang perlu dibersihkan dan mendapat perawatan lebih adalah vulva, termasuk labia mayora dan minora.

Cara merawatnya pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Agar tidak salah langkah, berikut cara merawat vagina dengan tepat sebagai panduan:

1. Bersihkan dengan Air Hangat

Mengutip Moreland Obgyn, vagina sebaiknya dibersihkan setiap hari menggunakan air hangat. Basuh bagian luar vagina atau area vulva secara perlahan dengan waslap atau jari yang bersih.

2. Hindari Penggunaan Lulur dan Sabun Beraroma

Sebagaimana disebutkan, vagina memiliki mekanisme untuk membersihkan dirinya sendiri. Jadi, pembersihan vagina secara ekstra dengan lulur atau sabun beraroma sebaiknya tidak dilakukan, bahkan tidak dianjurkan.

Bahan-bahan kimia tersebut dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan menyebabkan iritasi hingga infeksi. Jika ingin menggunakan sabun, pilihlah produk dengan kandungan yang lembut dan ringan seperti Dove-Hypoallergenic atau Neutrogena.

Jika Anda khawatir dengan aromanya, ketahuilah bahwa vagina memang mengeluarkan bau yang khas. Aroma tersebut keluar secara alami sehingga tidak seharusnya dibuat beraroma lain dengan menggunakan lulur atau sabun khusus.

3. Keringkan Area Intim dengan Handuk Lembut

Setiap buang air kecil atau besar, pastikan Anda sudah membersihkan area intim secara menyeluruh. Lalu, keringkan dengan handuk lembut dari depan ke belakang. Membersihkan area kewanitaan dengan arah sebaliknya dapat mentransfer bakteri ke uretra dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

Baca juga: 3 Penyebab Keputihan Berlebihan dan Cara Mengatasinya

4. Jangan Cukur Rambut Kemaluan Sampai Habis

Ilustrasi cara merawat vagina. Foto: Shutterstock

Beberapa wanita merasa bahwa rambut kemaluan menyebabkan area kewanitaan lembap dan bau. Karena itu, banyak dari mereka yang memutuskan untuk menghilangkannya sampai habis dengan dicukur atau waxing.

Padahal, rambut kemaluan berfungsi untuk melindungi vulva dari bakteri dan virus. Selama dibersihkan secara teratur, rambut kemaluan tidak akan menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.

Jika ingin merapikannya, pastikan untuk tidak mencukurnya sampai habis. Mencukur rambut kemaluan hingga ke permukaan kulit justru menyebabkan timbulnya rasa gatal saat rambut tumbuh kembali atau bahkan mengakibatkan infeksi karena ada rambut yang tumbuh ke dalam.

5. Pakai Celana Dalam Berbahan Katun

Cara merawat vagina juga dapat dilakukan dengan memilih celana dalam yang tepat. Mengutip Healthline, pilihlah celana dalam berbahan katun yang memiliki sifat anti lembap agar area kewanitaan tetap kering dan terhindar dari pertumbuhan bakteri.

6. Gunakan Pakaian Longgar Saat Tidur

Hindari pula penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, terutama ketika tidur. Jika ukuran celana dalam yang dikenakan tidak pas, area intim tidak mendapat sirkulasi udara yang bagus sehingga kotoran akan menumpuk di vagina dan menyebabkan infeksi ataupun keluarnya aroma tidak sedap.

7. Ganti Pembalut Secara Berkala Saat Menstruasi

Selama menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam sekali atau sebanyak 4-5 kali sehari. Menggunakan pembalut yang lembap dan kotor selama berjam-jam dapat meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus dan Candida albicans.

(ADS)

Baca juga: 5 Cara Membersihkan Vagina yang Aman dan Benar

Frequently Asked Question Section

Apa ciri-ciri vagina yang sehat?
chevron-down

Vagina yang sehat memiliki bau khas yang tidak menyengat, terasa hangat dan lembap saat diraba, tidak memiliki benjolan, serta tidak terasa gatal.

Bolehkah mencukur bulu kemaluan sampai habis?
chevron-down

Tidak dianjurkan untuk mencukur rambut kemaluan sampai habis.

Bagaimana cara membersihkan miss V yang benar?
chevron-down

Vagina sebaiknya dibersihkan setiap hari menggunakan air hangat.