Konten dari Pengguna

Cara Mudah Menggambar dengan Teknik Pointilis

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi teknik pointilis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi teknik pointilis. Foto: Unsplash

Seni lukis memiliki beragam jenis teknik menggambar, salah satunya adalah teknik pointilis. Teknik ini mengandalkan kumpulan titik-titik untuk membuat dan mewarnai gambar.

Dalam praktiknya, teknik pointilis membutuhkan kesabaran dan ketelitian untuk mencapai hasil yang bagus. Untuk memahami lebih jelas mengenai teknik pointilis, simak pengertian, cara menggambar, hingga karakteristiknya berikut ini.

Pengertian Teknik Pointilis

Ilustrasi lukisan karya Georges Seurat dengan teknik pointilis. Foto: Wikimedia Commons

Mengutip buku Prinsip Karya Dua Dimensi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), teknik pointilis adalah teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil hingga membentuk objek gambar. Kunci dari teknik ini terletak dari jarak lebar titik-titik itu sendiri.

Teknik pointilis digunakan untuk menghitamkan objek gambar dengan beberapa titik yang ada. Pada teknik ini tidak digunakan garis yang utuh, tetapi menyusun titik berdasarkan ukuran dan ketebalan yang berbeda.

Dari kejauhan, gambar dengan teknik pointilis akan menampilkan gradasi warna yang indah. Namun jika dilihat dari dekat, gambar ini hanya akan menunjukkan ratusan atau ribuan titik-titik kecil.

Sejarah Teknik Pointilisme

Ilustrasi lukisan Comblat le Chateau, Le Pre karya Paul Signac. Foto: Wikimedia Commons

Akar sejarah teknik pointilisme dapat ditelusuri sejak perkembangan lukisan impresionisme menjelang akhir abad ke-19 di Eropa. Saat itu, pointilisme atau teknik pointilis menjadi salah satu inovasi revolusioner dalam dunia seni lukis.

Menurut Dedi Nurhadiat dalam buku Pendidikan Seni Rupa SMP Kelas 1, teknik pointilisme pertama kali diperkenalkan oleh dua seniman asal Prancis, yaitu Georges Seurat dan Paul Signac, pada pertengahan tahun 1880-an.

Teknik pointilisme melibatkan penggunaan titik-titik kecil dalam berbagai warna yang ditempatkan bersebelahan atau di atas satu sama lain. Titik-titik ini kemudian menjadi satu kesatuan untuk membentuk gambar keseluruhan.

Lukisan dengan teknik pointilisme yang dirintis Georges Seurat juga dikenal sebagai lukisan Neo-Impresionisme. Neo-Impresionisme adalah teknik melukis dengan warna tidak lagi dicampur pada palet atau di atas kanvas, melainkan ditempatkan sebagai titik-titik kecil yang bersebelahan.

Mengutip laman National Gallery of Victoria, Neo-Impresionisme dimulai pada tahun 1884, ketika Georges Seurat pertama kali bertemu dengan Paul Signac di pameran Artistes Independants.

Sejak itu, Georges Seurat dan Paul Signac menjadi pelopor gerakan Neo-Impresionisme. Gerakan melukis dengan teknik pointilisme ini kemudian banyak diikuti oleh seniman lain, seperti Henri-Edmond Cross dan Maximilien Luce.

Tidak hanya itu, seniman-seniman terkenal seperti Vincent van Gogh, Pablo Picasso, Piet Mondrian, dan Wassily Kandinsky juga pernah bereksperimen dengan teknik pointilisme dalam beberapa karya mereka.

Salah satu karya terkenal Georges Seurat yang menggambarkan teknik pointilisme adalah lukisan "A Sunday Afternoon on the Island of La Grande Jatte". Karya ini menampilkan pemandangan taman dengan orang-orang yang beristirahat di sekitar sungai.

Sementara salah satu lukisan pointilisme yang terkenal dari Paul Signac berjudul "Comblat le Chateau, Le Pre". Lukisan ini menampilkan pemandangan pedesaan yang indah dengan rumah, pepohonan, ladang, dan perbukitan.

Baca Juga: 7 Teknik Menggambar Bentuk dan Masing-masing Penjelasannya

Cara Menggambar Teknik Pointilis

Ilustrasi teknik pointilis. Foto: Pixabay

Berikut adalah cara menggambar dengan teknik pointilis.

Menyiapkan Alat Gambar

Sebelum menggambar, Anda dapat menyiapkan alat gambar yang diperlukan. Mulai dari pensil, kertas, penghapus, spidol, bolpoin, drawing pen atau pena tinta, cat air, hingga tinta cina.

Menentukan Objek

Usai menyiapkan alat gambar, Anda harus menentukan objek yang akan digambar. Dalam hal ini, pemula sebaiknya memilih objek yang sederhana agar lebih mudah digambar. Misalnya, gambar buah apel, jeruk, dan jambu.

Membuat Sketsa

Jika sudah menentukan objek, Anda bisa langsung membuat sketsa di atas kertas. Pastikan Anda membuat sketsa dengan tipis agar goresannya tidak membekas di kertas.

Membuat Titik-Titik

Setelah sketsa selesai, Anda dapat memulai pembuatan titik-titik pada sketsa tersebut. Teknik ini bisa diawali dengan membuat titik-titik yang mengelilingi bagian pinggir sketsa. Dengan begitu, gambar objek yang dibuat bisa terlihat dengan jelas.

Setelah itu, Anda bisa melanjutkan titik-titik di bagian dalam sketsa. Pastikan Anda mengatur jarak antara titik-titik tersebut agar gradasi warnanya terlihat. Jarak titik yang semakin dekat akan menimbulkan kesan gelap. Sementara jarak titik yang jarang atau berjauhan akan menunjukkan kesan terang.

Baca Juga: 8 Teknik Melukis, dari Aquariel hingga Pointilis

Karakteristik Teknik Pointilis

Ilustrasi menggambar teknik pointilis. Foto: Pexels

Teknik pointilis memiliki ciri khas atau karakteristik yang membedakannya dari teknik menggambar lainnya. Adapun beberapa karakteristik teknik pointilis, yaitu:

  • Teknik pointilis menggunakan sekumpulan titik-titik kecil yang ditempatkan berdampingan di atas permukaan media gambar. Kumpulan titik ini menghasilkan ilusi objek yang lebih besar ketika dilihat dari jarak tertentu.

  • Teknik pointilis menggunakan kumpulan titik-titik untuk mendapatkan kesan gelap terang pada objek gambar.

  • Dalam teknik pointilis, pigmen warna yang digunakan adalah pigmen asli dan murni, tanpa dicampurkan dengan warna lain di atas palet sebelumnya.

  • Teknik pointilis didasarkan pada ilusi optik yang diciptakan oleh mata manusia ketika melihat kumpulan titik-titik berwarna.

  • Teknik pointilis menggunakan pendekatan ilmiah terhadap seni lukis. Sebelum menggambar, seniman biasanya sudah mempelajari teori optik tentang bagaimana mata manusia memproses warna dan cahaya.

  • Teknik pointilis dapat menciptakan tekstur, nuansa warna, dan detail-detail kecil yang tidak mungkin dicapai dengan kuas lebar dalam satu sapuan.

(GTT & SFR)