Ciri-Ciri Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang Lekat dengan Nilai-Nilai Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan lembaga pendidikan lain. Ciri-ciri lembaga pendidikan Muhammadiyah masih berhubungan dengan nilai-nilai agama Islam yang dipegang teguh oleh organisasinya.
Lembaga pendidikan Muhammadiyah merupakan institusi pendidikan yang beroperasi di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah pertama didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1911.
Hingga kini, Muhammadiyah memiliki banyak lembaga pendidikan dari tingkat dasar seperti Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga perguruan tinggi seperti sekolah tinggi, akademi, politeknik, dan universitas.
Ciri-Ciri Lembaga Pendidikan Muhammadiyah
Secara garis besar, ciri-ciri lembaga pendidikan Muhammadiyah mencerminkan kepribadian dari organisasi Muhammadiyah yang berpegangan pada nilai-nilai agama Islam.
Dirangkum dari jurnal Empat Pilar Pendidikan Muhammadiyah tulisan Eko Harianto, berikut karakteristik yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan Muhammadiyah:
1. Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)
Al-Islam merupakan penjabaran dari Pendidikan Agama Islam yang meliputi pembelajaran tentang Alquran/hadits, aqidah, akhlak, ibadah, dan tarikh. Sedangkan, Kemuhammadiyahan mempelajari tentang ideologi dan sejarah Muhammadiyah sejak awal didirikan sampai sekarang.
AIK adalah pendidikan karakter yang bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai Islam agar siswa dapat mengimplementasikannya dalam keseharian. Tanpanya, besar kemungkinan sekolah Muhammadiyah akan terjebak dalam sistem pendidikan yang bersifat materiil.
2. Model Kepemimpinan Kolektif-Kolegial
Lembaga pendidikan Muhammadiyah berjalan dengan model kepemimpinan yang kolektif-kolegial, yaitu model kepemimpinan yang tidak didasarkan pada pribadi atau satu orang tokoh saja. Model ini juga dinilai membuat tata kelola sekolah jadi lebih adil.
Periodesasi kepemimpinan lembaga Muhammadiyah dilakukan setiap empat tahun sekali. Pemimpin yang terpilih akan diangkat oleh Persyarikatan Muhammadiyah.
Tidak hanya model kepemimpinannya saja, konsep kolektif-kolegial juga dibawa dalam segala kegiatan yang dilaksanakan di bawah payung lembaga pendidikan Muhammadiyah. Artinya, semua kebijakan atau keputusan yang diambil sekolah harus berbasis kolektif-kolegial.
Baca juga: Apakah Mazhab Muhammadiyah Sama dengan NU? Ini Penjelasannya
3. Kader Muhammadiyah
Kader Muhammadiyah adalah tenaga inti penggerak persyarikatan yang mempunyai sikap, pemikiran, wawasan, dan keahlian sesuai nilai-nilai Muhammadiyah. Karena itu, kader Muhammadiyah harus teruji dan terdidik sehingga mampu mengemban Muhammadiyah, baik saat ini maupun di masa mendatang.
4. Melibatkan Masyarakat dan Orang Tua Siswa
Sekolah Muhammadiyah turut melibatkan masyarakat dan orang tua siswa untuk berpartisipasi dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut harus dapat membangun pola komunikasi ideal agar terjadi hubungan timbal balik antara sekolah dan orang tua/masyarakat.
Beberapa aktivitas yang dilakukan para guru dalam membagun usaha memajukan hubungan lembaga dengan masyarakat di antaranya:
Mengunjungi rumah-rumah dalam rangka memecahkan masalah pendidikan atau membina persahabatan.
Menunjukkan sikap positif terhadap orang tua tentang kemajuan siswa.
Bekerja sama dengan masyarakat dalam mengembangkan kebijakan terkait pekerjaan rumah para siswa.
Menghargai masyarakat yang terampil dengan cara memanfaatkannya sebagai narasumber.
(ADS)
Baca juga: Syarat Menjadi Anggota Muhammadiyah beserta Hak dan Kewajibannya
Frequently Asked Question Section
Lembaga pendidikan Muhammadiyah apa saja?

Lembaga pendidikan Muhammadiyah apa saja?
Muhammadiyah memiliki banyak lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Siapa yang mendirikan lembaga pendidikan Muhammadiyah?

Siapa yang mendirikan lembaga pendidikan Muhammadiyah?
Sekolah Muhammadiyah pertama didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1911.
Apa yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah?

Apa yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah?
Salah satunya Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
