Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Alquran dan Hadits

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah dan taqarrub merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW. Di malam tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, tilawah, beri’tikaf di masjid, dan mengerjakan amalan shalih lainnya.
Dalam Islam, malam lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan. Dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya kami turunkan dia (Alquran) pada lailatul qadar. Tahukah kamu apakah lailatul qadar itu? Lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segalanya. Salam sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Dijelaskan dalam buku Majelis Ramadhan susunan Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin, tidak ada yang tahu pasti kapan datangnya malam lailatul qadar. Namun, jumhur ulama menyebutkan bahwa malam istimewa ini muncul pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Ada ciri-ciri malam lailatul qadar yang bisa diamati oleh umat Muslim. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel berikut ini.
Baca juga: Tata Cara Sholat Malam Lailatul Qadar Sendiri Lengkap dengan Doanya
Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar
Sejumlah ulama masyhur seperti Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah menyebutkan ciri-ciri datangnya malam lailatul qadar. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW dalam beberapa hadits.
Ciri-ciri tersebut hanya bisa dirasakan oleh orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Dikutip dari buku Jaminan Mendapat Lailatul Qadar susunan Ahmad Sarwat, Lc., M.A., berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak:
1. Udara yang tenang dan sejuk
Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”
2. Cahaya mentari redup di esok harinya
Salah satu riwayat hadits menyebutkan bahwa cahaya mentari setelah malam lailatul qadar tidak bersinar cerah seperti biasanya. Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keesokan hari malam qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.” (HR. Muslim)
3. Cahaya bulan sangat terang
Tanda ini hanya dirasakan oleh sebagian orang saja. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan).” (HR. At-Thabrani)
4. Terbawa mimpi
Dari sahabat Ibnu Umar radliyallahu’anhuma bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi saw diperlihatkan malam lailatul qadar dalam mimpi (oleh Allah SWT) pada 7 malam terakhir (Ramadhan), kemudian Rasulullah SAW berkata,
"Aku melihat bahwa mimpi kalian (tentang lailatul qadar) terjadi pada 7 malam terakhir. Maka barang siapa yang mau mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir." (HR Muslim)
5. Merasakan lezatnya beribadah
Pada malam lailatul qadar, umat Muslim yang beribadah akan merasakan kekhusyuan maksimal. Ia akan memperoleh ketenangan dan kenikmatan dalam bermunajat kepada Allah SWT.
Baca juga: Malam Lailatul Qadar: Pengertian, Keistimewaan, dan Cara Menghidupkannya
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa keistimewaan malam Lailatul Qadar?

Apa keistimewaan malam Lailatul Qadar?
Lebih baik dari 1000 bulan, para malaikat turun ke bumi pada malam lailatul qadar, dan Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya.
Apa saja ibadah yang dilakukan saat malam lailatul qadar?

Apa saja ibadah yang dilakukan saat malam lailatul qadar?
Sholat wajib dan sunnah, tilawah, dzikir, berdoa, bermunajat, dan amal shalih lainnya.
Apa arti malam lailatul qadar?

Apa arti malam lailatul qadar?
Menurut Jalaluddin Rahmat, kata “qadr” pada lailatul qadar berarti ketentuan Tuhan yang berkaitan dengan hidup dan mati manusia, suka duka, sehat dan sakitnya.
