Contoh Norma Agama dalam Lingkup Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Norma dibuat untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat. Pada dasarnya, norma berisi perintah dan larangan. Dan norma agama adalah pedoman tingkah laku yang paling utama sebelum norma-norma lainnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), norma adalah aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu. Norma terkadang tidak tertulis, tetapi muncul dari berbagai budaya, adat, pembelajaran yang ditanamkan sejak dini ke seseorang.
Selain norma agama, terdapat norma lainnya yang berlaku dalam kehidupan masyarakat, yaitu norma kesusilaan, kesopanan, hukum, dan kebiasaan. Setiap norma tersebut memiliki perbedaan, namun hubungannya saling berkaitan.
Isi masing-masing norma saling memengaruhi, saling memperkuat, tetapi juga bisa saling meniadakan. Sebagai contoh, berdasarkan norma agama dan hukum, pembunuhan, pencurian, dan perzinahan sama-sama tidak dapat dibenarkan. Dengan demikian, norma agama dan hukum saling memperkuat satu sama lain.
Pengertian Norma Agama
Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara susunan Aa Nurdiaman, norma agama adalah serangkaian peraturan yang bersumber dari perintah Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam norma agama, yang diatur tidak hanya hubungan antarmanusia, tapi juga hubungan antara manusia dan Tuhan serta manusia dengan makhluk lainnya.
Norma agama bersifat mutlak dan wajib ditaati para pemeluk atau penganutnya. Siapa pun yang taat akan diberikan keselamatan di akhirat, sedangkan yang melanggar akan mendapat hukuman di akhirat.
Ciri-Ciri dan Sanksi Norma Agama
Seperti dikutip dari laman Fakultas Hukum UMSU, ciri-ciri dan sanksi norma agama adalah sebagai berikut:
1. Norma
Bersumber langsung dari Tuhan Yang Maha Esa.
Bersifat universal atau umum.
Apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala, dan apabila dilanggar maka akan mendapatkan dosa.
Bersifat komprehensif dan berlaku bagi seluruh umat manusia.
2. Sanksi
Mendapatkan sanksi secara tidak langsung, artinya pelanggarnya baru akan menerima sanksi berupa siksaan di akhirat kelak.
Mendapat sanksi langsung, artinya jika seseorang telah melanggar norma agama, baik mengakui sendiri di depan mufti atau hakim, atau tertangkap basah melakukan pelanggaran agama, dikenakan hukuman sesuai dengan pelanggarannya.
Baca juga: Perbedaan Norma Kesusilaan dan Norma Kesopanan dalam Kehidupan Bermasyarakat
Contoh Norma Agama
Dihimpun dari buku Sukses USBN Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs, berikut contoh norma agama yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah.
1. Lingkup keluarga
Bertutur kata yang baik dan sopan kepada keluarga.
Melaksanakan perintah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak menyakiti atau melakukan kekerasan, baik verbal maupun fisik kepada anggota keluarga lainnya.
Mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama.
Bersikap jujur kepada anggota keluarga lainnya.
2. Lingkup sekolah
Bersikap sopan terhadap guru, karyawan di sekolah, dan sesama teman.
Tidak mengganggu teman saat melaksanakan ibadah.
Berbuat baik kepada sesama teman dan orang lain.
Menghargai dan menghormati setiap perbedaan keyakinan, kepercayaan, dan agama yang dianut teman di sekolah.
3. Lingkup masyarakat
Menolong sesama tanpa memandang ras, suku, agama yang dianut.
Saling membantu antar anggota masyarakat lainnya.
Tidak menciptakan atau menghasut fitnah kepada orang lain.
Menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghargai antar perbedaan agama.
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan norma?

Apa yang dimaksud dengan norma?
Norma adalah aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu.
Apa salah satu ciri norma agama?

Apa salah satu ciri norma agama?
Norma agama bersumber langsung dari Tuhan Yang Maha Esa.
(ANS)
