Konten dari Pengguna

Contoh Soal Jurnal Umum beserta Format dan Tata Cara Pembuatannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pencatatan akuntansi. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pencatatan akuntansi. Foto: pixabay

Jurnal merupakan proses pencatatan dalam sistem akuntansi yang dapat mengelola semua transaksi perusahaan. Umumnya, jurnal tersebut dibuat berdasarkan dokumen yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Peran jurnal sangat penting karena dapat menyediakan proses kronologis dari setiap transaksi. Ada banyak jenis jurnal yang biasa digunakan, salah satunya adalah jurnal umum.

Mengutip buku Belajar Mudah Akuntansi Dasar susunan Siti Aisyah Siregar (2018), jurnal umum dapat dimanfaatkan sebagai pencatat untuk setiap transaksi. Pencatatan ini dilakukan berdasarkan bukti transaksi, di mana jumlah antara kolom debit dan kreditnya harus sama.

Sesuai dengan namanya, jurnal umum mampu mencatat segala jenis transaksi di suatu perusahaan. Bagaimana contoh dan proses pembuatannya?

Baca juga: Pengertian dan Rumus Persamaan Dasar Akuntansi

Bagaimana Bentuk Format Jurnal Umum?

Ilustrasi menghitung jurnal umum. Foto: pixabay

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, jurnal umum memiliki jumlah kolom debit dan kolom kredit yang sama. Adapun bentuk formatnya adalah sebagai berikut:

Ilustrasi format jurnal umum. Foto: dok pribadi

Agar lebih memahami, begini penjelasannya:

  • Kolom Tanggal digunakan untuk mencatat tanggal, bulan, dan tahun terjadinya suatu transaksi secara kronologis.

  • Kolom Akun atau Keterangan digunakan untuk mencatat akun-akun yang posisinya didebit dan kredit. Kolom ini juga mencatat keterangan singkat atas transaksi yang terjadi. Akun yang debit lebih dulu ditulis pada posisi di atas, sedangkan akun yang kredit ditulis kemudian pada posisi di bawah dan menjorok ke dalam.

  • Kolom Ref (referensi) digunakan untuk mencatat nomor kode akun yang sudah dipindahkan ke buku besar.

  • Kolom debet digunakan untuk mencatat jumlah nominal akun yang posisinya berada di debet.

  • Kolom kredit digunakan untuk mencatat jumlah nominal akun yang posisinya berada di kredit.

Bagaimana Cara Pembuatan Jurnal Umum?

Ilustrasi membuat jurnal umum akuntansi. Foto: pixabay

Sebelum membuat jurnal umum, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dan perhatikan. Tujuannya yaitu agar mendapatkan hasil pencatatan yang lebih optimal.

Dirangkum dari buku Pengantar Akuntansi 1: Perusahaan Dagang dan Jasa susunan Blasius Erick, dkk., berikut ini langkah-langkah dalam membuat jurnal umum yang bisa Anda ikuti:

1. Pahami dahulu Persamaan Akuntansi

Persamaan akuntansi adalah jenis persamaan yang menunjukkan jumlah harta kekayaan perusahaan yang selalu sama dengan jumlah liabilitas dan ekuitasnya. Untuk menentukan akun tersebut, Anda perlu mengetahui sisi debit dan kreditnya terlebih dahulu. Berikut ini penjabaran persamaan akuntansi yang biasa digunakan:

Aset = Utang + Modal

atau

Aset = Utang + Modal (Pendapatan-Beban)

Setelah memahami persamaan dasar akuntansi, Anda dapat memahami saldo normal dari masing-masing akun. Saat terjadi transaksi, Anda dapat menentukan kategorinya dengan cepat. Berikut ini contoh tabel saldo normal akun yang bisa Anda simak:

Ilustrasi saldo normal akun. Foto: dok pribadi

Catatan:

  • Aset perusahaan adalah harta atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Harta ini bisa berupa uang tunai, piutang, perlengkapan fasilitas gedung, tanah, dan persediaan bareng. Ketika asset bertambah, maka pencatatan berada di sebelah sisi debet. Jika berkurang, pencatatan berada di sisi kredit. Sedangkan saldo normal berada di sisi debet.

  • Utang atau kewajiban merupakan pengorbanan ekonomis yang harus dilakukan perusahaan di masa mendatang. Ketika utang bertambah, maka mencatatkannya di sisi kredit. Ketika utang berkurang, maka pencatatan berada di sisi debet. Sedangkan saldo utang yang normal berada di sisi kredit.

  • Modal merupakan sebuah kekayaan yang dipakai ketika membangun sebuah usaha atau perusahaan. Apabila modal bertambah, maka dicatata di sisi kredit. Namun jika modal berkurang, maka dicatat di sisi debet. Sedangkan bila saldo normal ada di sisi kredit.

  • Pendapatan atau penjualan merupakan hasil perolehan Aset atau sumber ekonomi yang berasal dari pihak lain (customer) sebagai imbalan atas penjualan atau pemberian layanan jasa perusahaan. Jika pendapatan bertambah, dicatat di sisi kredit. Sementara jika pendapatan berkurang, maka dicatat di sisi debet. Saldo normal berada di sisi kredit.

  • Beban merupakan segala pengorbanan yang dilakukan dan dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional. Tujuannya yaitu untuk mendapatkan laba yang ditargetkan. Saat beban bertambah, maka dicatat di sisi debet. Sementara saat beban berkurang, dicatat di sisi kredit. Saldo normal berada di sisi debit.

2. Kumpulkan dan Identifikasi Transaksi

Setelah memahami persamaan akuntansi, Anda dapat mengumpulkan bukti transaksi yang menjadi dasar dalam pencatatan. Bukti transaksi terebut bisa meliputi invoice, nota, faktur, dan kuitansi.

3. Pencatatan Jurnal Umum

Bukti transaksi dapat diidentifikasi dan dicatatkan dalam jurnal umum. Anda bisa memulainya menggunakan double entry system.

Sistem tersebut mencatat setiap transaksi yang memiliki dampak terhadap 2 posisi keuangan, yaitu debet dan kredit dalam jumlah yang sama. Adapun prosedur penulisan jurnal umum dibagi atas poin-poin sebagai berikut:

  • Untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan jurnal, setiap lembarnya diberi nomor halaman.

  • Pada awal lembar jurnal dicantumkan tahun pembuatan jurnal.

  • Bulan ditulis pada baris kedua kolom tanggal. Anda dapat menuliskannya satu kali pada setiap halaman.

  • Tanggal dan bulan harus berurutan sesuai dengan transaksi yang dicatat pada kolom “tanggal”.

  • Kolom uraian perkiraan yang didebet hendaknya ditulis menepi ke kiri.

  • Kolom uraian perkiraan yang dikredit hendaknya ditulis menepi ke kanan.

  • Kolom debit hanya untuk jumlah perkiraan akun yang didebet.

  • Kolom kredit hanya untuk jumlah perkiraan akun yang dikredit.

  • Untuk memisahkan dengan jurnal lain, setiap jurnal harus dibuat garis penutup.

  • Kolom referensi dapat dijadikan sebagai referensi silang.

Baca juga: Memahami Jurnal Umum dan Perbedaannya dengan Jurnal Lain

Contoh Soal Jurnal Umum

Ilustrasi mencatat transaksi perusahaan. Foto: pixabay

Sebenarnya, contoh penulisan jurnal umum dapat ditemui pada laporan keuangan perusahaan dagang maupun jasa. Agar lebih memahaminya, simaklah contoh soal jurnal umum pada Usaha Jasa Distribusi UBAY berikut ini:

  1. Pada tanggal 4 Januari 2023, Pemilik menginvestasikan uang tunai ke dalam perusahaan sebesar Rp250.000.000,-

  2. Tanggal 10 Januari 2023, meminjam uang dari Bank ABC sebesar Rp150.000.000,-

  3. Tanggal 12 Januari 2023, membayar beban sewa selama 1 tahun sebesar Rp50.000.000,-

  4. Tanggal 18 Januari 2023, membeli peralatan secara tunai sebesar Rp10.000.000,-

  5. Tanggal 21 Januari 2023, menerima jasa dalam suatu acara pesta sebesar Rp45.000.000,- secara tunai.

  6. Tanggal 30 Januari 2023, membayar gaji karyawan sebesar Rp35.000.000,-

Ilustrasi jurnal umum. Foto: dok pribadi

Baca juga: Cara Membuat Jurnal Umum dalam Akuntansi dan Contohnya

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan jurnal umum?

chevron-down

Jurnal umum adalah formulir yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi dalam sebuah perusahaan.

Apa itu aset perusahaan?

chevron-down

Aset perusahaan adalah harta atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Harta ini bisa berupa uang tunai, piutang, perlengkapan fasilitas gedung, tanah, dan persediaan barang.

Apa itu double entry system?

chevron-down

Sistem yang mencatat setiap transaksi yang memiliki dampak terhadap 2 posisi keuangan, yaitu debet dan kredit dalam jumlah yang sama.