Konten dari Pengguna

Daur Hidup Cacing Hati atau Fasciola Hepatica Pada Domba

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi daur hidup cacing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi daur hidup cacing. Foto: Unsplash

Cacing hati atau Fasciola hepatica adalah anggota Trematoda (cacing isap) dari filum Platyhelminthes. Cacing jenis ini hidup pada saluran empedu hewan ternak dan menjadi parasit.

Mengutip buku Biologi Jilid 1 oleh Diah Aryulina dkk, cacing hati mengambil makanan dengan menggunakan alat isap yang menempel pada inang. Makanannya berupa jaringan atau cairan tubuh inangnya.

Panjang tubuh cacing hati ialah sekitar 30 mm dan tubuhnya dilapisi kutikula. Organ hewan ternak yang umumnya menjadi tempat hidup cacing ini ialah hati, usus, paru-paru, dan ginjal.

Daur hidup cacing hati cukup kompleks karena melibatkan dua jenis inang, yakni inang utama dan perantara. Nah, bagaimanakah daur hidup cacing hati atau Fasciola hepatica? Simak penjelasan berikut.

Daur Hidup Cacing Hati

Ilustrasi daur hidup cacing. Foto: Unsplash

Daur hidup cacing hati terdiri dari fase seksual dan aseksual. Fase seksual terjadi dengan pembuahan saat cacing hati dewasa di dalam tubuh inang utama. Fase aseksual terjadi dengan membelah diri saat larva cacing berada di dalam tubuh inang perantara.

Mengutip buku Biologi Interaktif oleh Wijaya Jati, pada sebuah hati domba yang terinfeksi cacing hati, kurang lebih terdapat 200 ekor cacing hati dewasa yang dapat menghasilkan lebih dari 100 juta telur. Pada fase telur inilah daur hidup cacing hati dimulai, berikut uraiannya:

  1. Telur keluar bersama kotoran domba.

  2. Telur berkembang menjadi larva bersilia atau mirasidium jika berada di dalam air dengan suhu yang sesuai.

  3. Mirasidium akan mati jika tidak menemukan jenis siput tertentu, yakni siput air (Lymnaea sp.) untuk dipakai sebagai inang perantara.

  4. Mirasidium yang berhasil masuk ke tubuh siput air akan melepaskan silianya dan menjadi sporosista.

  5. Sporosista akan berkembang menjadi redia.

  6. Redia akan berkembang menjadi serkaria.

  7. Serkaria memiliki ekor, sehingga dapat menembus jaringan tubuh siput air lalu keluar dan berenang bebas di air.

  8. Serkaria akan mencari rumput di tepi air dan memanjatnya, kemudian melepaskan ekor dan menjadi metaserkaria pada rumput.

  9. Jika seekor domba memakan rumput yang didiami metaserkaria, maka metaserkaria akan berkembang di hati domba hingga menjadi cacing dewasa.

  10. Cacing dewasa lalu akan melakukan proses pembuahan dan menghasilkan telur dan proses daur hidup dimulai kembali.

(AFM)