Fenomena Harvest Moon 2026, Kapan Waktu Terbaik untuk Melihatnya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan September 2026 menghadirkan sejumlah momen menarik bagi para pecinta astronomi. Salah satu yang menarik untuk disaksikan adalah fenomena Bulan purnama yang dikenal dengan nama Harvest Moon.
Menurut NASA, istilah Harvest Moon atau Bulan Panen merujuk pada Bulan purnama yang terjadi paling dekat dengan awal musim gugur. Kemunculannya memberikan tambahan cahaya Bulan pada awal malam yang membuat langit terlihat lebih terang.
Fenomena ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati karena berkaitan dengan waktu terbit Bulan. Lalu, apa itu fenomena Harvest Moon dan kapan waktu terbaik untuk mengamatinya?
Apa Itu Harvest Moon?
Merujuk laman Almanac, Harvest Moon atau Bulan Panen merupakan sebutan untuk Bulan purnama yang waktu terbitnya berdekatan dengan terbenamnya Matahari. Kondisi ini membuat langit lebih terang pada awal malam karena Bulan terbit tidak lama setelah Matahari terbenam.
Dahulu, fenomena tersebut sangat membantu para petani dalam memanen hasil pertanian yang ditanam selama musim panas. Cahaya Bulan yang lebih lama pada sore hingga malam hari memberikan tambahan waktu bagi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan di ladang. Dari sinilah istilah “Harvest Moon” atau “Bulan Panen” berasal.
Dalam satu tahun, Bulan mengalami lebih dari 12 siklus penuh, di mana setiap siklusnya berlangsung sekitar 29,53 hari. Namun, Harvest Moon memiliki pola waktu terbit yang sedikit berbeda dari Bulan purnama pada umumnya. Berikut perbedaannya:
Bulan purnama pada umumnya: Bulan terbit rata-rata sekitar 50 menit lebih lambat setiap harinya.
Menjelang Harvest Moon: Jarak waktu terbit Bulan menjadi lebih singkat sehingga Bulan tampak muncul hampir pada waktu yang sama selama beberapa malam. Di wilayah utara Amerika Serikat, Bulan terbit sekitar 25–30 menit lebih lambat setiap malam, sedangkan di wilayah yang lebih utara seperti Kanada dan Eropa, selisihnya hanya sekitar 10–20 menit.
Pola tersebut membuat langit pada malam-malam di sekitar Harvest Moon tetap mendapat cahaya Bulan lebih awal, sehingga fenomena ini dahulu sangat membantu aktivitas panen setelah Matahari terbenam.
Karena perbedaan waktu terbitnya relatif singkat, Bulan terlihat seolah-olah muncul pada waktu yang hampir sama selama beberapa malam berturut-turut.
Waktu Terbaik Mengamati Harvest Moon
Pada Sabtu, 26 September 2026, Bulan akan berada dalam fase purnama penuh dan dapat diamati sepanjang malam. Mengutip In-the-Sky, berikut waktu penting untuk mengamati Harvest Moon:
17.30 WIB: Bulan diperkirakan mulai terbit dan dapat diamati dari wilayah dengan pandangan langit yang terbuka.
20.00 WIB hingga tengah malam: Waktu yang disarankan untuk mengamati Bulan karena posisinya sudah cukup tinggi di langit.
23.39 WIB: Bulan mencapai posisi tertingginya di langit sehingga menjadi salah satu waktu yang baik untuk melakukan pengamatan.
05.42 WIB: Bulan diperkirakan masih terlihat sebelum akhirnya terbenam.
Saat memasuki fase purnama, seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi mendapat cahaya Matahari sehingga tampak bulat dan terang. Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang, terutama dari lokasi yang memiliki pandangan langit luas dan minim cahaya buatan.
Baca Juga: Fenomena Langit 2026: Ada Parade Enam Planet hingga Gerhana Bulan Total
(ANB)
