Jadwal Haul Solo 2026 Lengkap, Ini Informasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Haul Solo 2026 akan kembali digelar di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, 30 September-4 Oktober 2026. Acara ini adalah momen peringatan Haul ke-115 Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.
Jadwal Haul Solo 2026 terdiri atas tiga agenda utama, yaitu Rauhah, Haul, dan Maulid. Bagi yang ingin menghadirinya, simak informasi selengkapnya berikut ini!
Jadwal Haul Solo 2026
Berdasarkan poster resmi yang dirilis akun Instagram @masjidriyadhsolo, berikut adalah susunan jadwal Haul Solo 2026:
Rauhah: Rabu, 30 September 2026 hingga Jumat, 2 Oktober 2026, ba'da Ashar. Agendanya berupa kajian kitab klasik, tafsir, dan fikih yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Haul: Sabtu, 3 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB. Agenda puncak peringatan Haul ke-115 Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, disertai jamuan nasi kebuli.
Maulid: Minggu, 4 Oktober 2026, ba'da Subuh. Agenda berupa ceramah, kasidah, shalawat, dan pembacaan Simtudduror sebagai penutup rangkaian acara.
Bagi yang ingin menghadirinya, Haul Solo 2026 tidak dipungut biaya tiket masuk alias gratis dan terbuka untuk seluruh masyarakat umum tanpa perlu mendaftar. Namun, bila jemaah tidak dapat hadir, seluruh rangkaian acara dapat disaksikan secara live melalui kanal YouTube resmi Masjid Riyadh Solo.
Apa Itu Haul Solo 2026?
Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (1839-1913 M) dikenal sebagai penyusun kitab maulid Simtudduror. Kitab tersebut hingga kini dibaca dalam berbagai majelis maulid, termasuk dalam rangkaian acara di Masjid Riyadh, Solo.
Haul di Solo berkaitan dengan putra beliau, Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, yang menetap di kota tersebut.
Secara bahasa, Haul berarti "tahun". Dalam istilah keagamaan, Haul merupakan peringatan tahunan atas wafatnya seorang tokoh. Dalam Haul Solo, rangkaian peringatan tersebut diwujudkan melalui kajian, doa bersama, shalawat, dan pembacaan maulid.
Haul Solo juga dikenal sebagai acara yang mampu menarik jemaah dalam jumlah besar. Berdasarkan penyelenggaraan dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah jemaah yang hadir dapat mencapai ratusan ribu orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Yaman, Singapura, dan sejumlah negara di Afrika.
Saat acara puncak, panitia akan membagikan sekitar 3.000 porsi nasi kebuli gratis sebagai bagian dari tradisi jamuan bagi jemaah. Penyajian makanan dimulai sejak Jumat malam, kemudian dilanjutkan pada Sabtu siang seusai acara dan Sabtu malam. Pada hari Minggu seusai Maulid, jemaah akan disuguhi roti kuah gulai.
Banyaknya jemaah yang datang berdampak pada ketersediaan penginapan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo menyebut hotel dan penginapan di sekitar hampir penuh menjelang acara.
Alhasil, rumah-rumah warga di Kecamatan Pasar Kliwon dan Danukusuman ikut disewa jemaah. Jika jemaah belum mendapatkan tempat menginap, Pemkot Solo juga telah menyiapkan pendopo di kantor kelurahan dan Kecamatan Pasar Kliwon.
(FHK)
Baca juga: Bahtera Nabi Nuh di Turki, Apakah Sudah Terbukti? Ini Informasinya
