KAI Ungkap Penyebab Eskalator Stasiun Duri Mundur

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KAI Commuter mengungkap penyebab gangguan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, yang terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 07.45 WIB. Gangguan tersebut terjadi pada eskalator menuju Peron 5. Eskalator yang semula bergerak naik tiba-tiba berubah arah menjadi turun sehingga sejumlah penumpang yang berada di atasnya terjatuh.
Sedikitnya 12 penumpang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut. KAI Commuter kemudian mengamankan area dan menghentikan sementara operasional eskalator untuk memastikan fasilitas tersebut tetap aman.
Tim terkait juga langsung melakukan pemeriksaan guna mengetahui penyebab eskalator bergerak berlawanan arah. Lantas, apa penyebab eskalator Stasiun Duri mundur? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Penyebab Eskalator Stasiun Duri Mundur
KAI Commuter (KCI) mengungkap penyebab eskalator yang sempat mengalami gangguan di Stasiun Duri, Jakarta Barat (Jakbar), pada Sabtu (3/10/2026). Gangguan tersebut disebabkan oleh masalah pada sistem penggerak eskalator.
Perbaikan eskalator hingga saat ini masih dilakukan oleh tim teknis terkait. Setelah proses perbaikan selesai, petugas akan melakukan uji coba untuk memastikan fasilitas tersebut layak dan aman digunakan kembali.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna pada saat menggunakan eskalator,” tutur Karina Amanda selaku VP Corporate Secretary KAI pada siaran persnya, Minggu (4/10), dikutip dari laman kumparanNEWS.
Selama proses perbaikan berlangsung, penumpang dapat menggunakan alternatif akses berikut:
Tangga manual untuk menuju jalur 5.
Lift di belakang musala yang dikhususkan bagi penumpang prioritas.
KAI Commuter Dampingi 5 Korban yang Masih Dirawat
Sebanyak 12 pengguna Commuter Line mengalami luka setelah eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, tiba-tiba bergerak berlawanan arah pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 07.45 WIB. Para korban terdiri dari 10 orang dewasa dan dua anak-anak.
Seluruh korban mengalami luka ringan dan sempat mendapatkan penanganan awal di Poskes Stasiun Duri. Setelah mendapat pemeriksaan, lima korban kemudian dirujuk ke RS Duta Indah untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Dari lima korban yang dirujuk, kondisi mereka kini terbagi sebagai berikut:
Tiga korban telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.
Dua korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami akan terus dampingi yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik,” tutur Karina.
Biaya Perawatan Korban
Terkait biaya pengobatan para korban, KAI Commuter berkoordinasi dengan Jasa Raharja Putra (JRP). Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan jaminan pembiayaan selama korban menjalani perawatan dan pengobatan.
“Kami telah berkoordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang berdampak selama masa perawatan dan pengobatan,” jelas Karina.
Imbauan untuk Pengguna Stasiun Duri
KAI Commuter turut mengingatkan pengguna yang melakukan transit maupun keluar-masuk Stasiun Duri untuk tetap berhati-hati saat berpindah peron. Pengguna juga diminta tidak terburu-buru atau berlari agar perjalanan di area stasiun tetap aman.
Baca Juga: KAI Commuter Dampingi 5 Korban Eskalator Stasiun Duri yang Masih Dirawat
(ANB)
