Konten dari Pengguna

Kandungan Al Mumtahanah Ayat 7 - 9 tentang Hubungan Orang Muslim dan Kafir

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kandungan Al Mumtahanah ayat 7 (Pexels).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kandungan Al Mumtahanah ayat 7 (Pexels).

Kandungan Al Mumtahanah ayat 7 hingga 9 berkaitan dengan hubungan orang Muslim dan kafir. Pada ayat-ayat tersebut, Allah menjelaskan tentang boleh tidaknya hubungan kedua kaum tersebut.

Surat Al Mumtahanah adalah surat ke-60 dalam Al-Quran yang tergolong Madaniyyah dan berisi 13 ayat. Nama Al Mumtahanah dalam bahasa Arab artinya perempuan yang diuji.

Lantas, apa hubungan orang Muslim dan kafir yang dibahas dalam ayat ke-7 hingga 9 surat tersebut? Informasi lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Kandungan Surat Al Mumtahanah Ayat 7 - 9

Ilustrasi kandungan Al Mumtahanah ayat 7 (Pexels).

Menurut Dr. 'Abdullah dalam buku Tafsir Ibnu Katsir Volume 7, ayat 7 - 9 surat Al Mumtahanah mengandung tentang bolehnya orang Muslim menjalin hubungan dengan orang kafir. Tetapi syaratnya, orang tersebut bukanlah kafir yang memusuhi Islam.

Perhatikan bunyi Al Mumtahanah ayat 7 - 9 berikut ini:

عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مِّنْهُمْ مَّوَدَّةًۗ وَاللّٰهُ قَدِيْرٌۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (٧) لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ (٨) اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ (٩)

Artinya: Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Maha Kuasa dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Sesungguhnya Allah hanya melarangmu (berteman akrab) dengan orang-orang yang memerangimu dalam urusan agama, mengusirmu dari kampung halamanmu, dan membantu (orang lain) dalam mengusirmu.

Siapa yang menjadikan mereka sebagai teman akrab, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Baca Juga: Isi Kandungan Surat Al-Maidah Ayat 48 dan Asbabun Nuzulnya

Ilustrasi kandungan Al Mumtahanah ayat 7 (Pexels).

Menurut Syaik Abdillah dan Nasrul Jum’ah dalam Jurnal Masagi (2022) ada dua nilai utama yang terkandung dalam tiga ayat tersebut. Pertama, yaitu rasa kasih sayang dan kedua, perilaku adil dan baik.

Rasa kasih sayang dalam ayat tersebut merupakan harapan seorang Muslim kepada Allah untuk orang kafir yang pernah memusuhinya. Mereka berharap rasa benci akan menjadi kasih sayang dan permusuhan akan menjadi kerukunan.

Ketika Allah menghendakinya, hati manusia yang penuh kebencian akan bisa berubah. Pertikaian yang pernah terjadi akan menjadi kerukunan.

Akan tetapi, kasih sayang yang dimiliki itu harusnya dibungkus dengan keimanan. Jadi, seorang Muslim tidak akan melewati batas-batas hukum Islam.

Perilaku adil dan baik terdapat pada ayat 8 dan 9. Dalam kedua ayat tersebut jelas bahwa umat Islam bukan hanya harus adil dan berlaku baik terhadap sesama, melainkan juga kepada non-Muslim.

Hal itu diwujudkan dengan adanya kata tabarruhum (تَبَرُّ و هُمْ) dalam أَنْ تَبَرُّ و هُمْ وَتُقْسِطُوا yang artinya untuk berbuat baik kepada mereka serta berbuat adil kepada mereka. Kata tabarruhum berasal dari birr, yaitu kebajikan yang luas.

Kata tersebut menjadi penekanan bahwa umat Islam boleh melakukan kebaikan kebaikan kepada non-Muslim. Namun, ada batasannya, yaitu selama mereka tidak membawa dampak negatif bagi umat Islam.

Artinya, Muslim boleh berinteraksi dengan non-Muslim. Hanya saja ada batasan akidah di antara hubungan keduanya.

Kedua sikap tersebut bisa ditunjukkan dengan saling perhatian, menjaga satu sama lain, menghormati, dan membantu satu sama lain. Itulah bentuk toleransi atau tassamuh antar umat beragama yang ditunjukkan dalam surat Al Mumtahanah ayat 7 - 9.

Baca Juga: Kandungan Surat Shad Ayat 54: Kekalnya Nikmat Surga Allah

(NSA)

Frequently Asked Question Section

Ada nilai utama dalam surat Al Mumtahanah ayat 7 hingga 9?

chevron-down

Nilai utama yang terdapat dalam ayat tersebut yaitu toleransi antara umat Muslim dan non-Muslim.

Golongan surat apakah Al Mumtahanah?

chevron-down

Surat Al Mumtahanah termasuk golongan Madaniyyah, yaitu surat yang turun di Madinah.

Ada berapa jumlah ayat dalam surat Al Mumtahanah?

chevron-down

Surat Al Mumtahanah merupakan surat ke-60 dalam Al-Quran yang berisi 13 ayat.