Ketentuan Berjemur Untuk Ibu Hamil Agar Aman

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aktivitas berjemur bagi ibu hamil untuk menyerap vitamin D sangat baik dilakukan guna menjaga tulang dan daya tahan tubuh tetap kuat. Namun, ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan agar aktivitas berjemur di masa kehamilan tidak membahayakan.
Berjemur tanpa perhitungan yang tepat bisa menyebabkan berbagai masalah kulit hingga dehidrasi pada ibu hamil. Akan tetapi hal itu bisa diatasi dengan melakukan persiapan sebelum dan saat berjemur seperti memakai tabir surya dan banyak minum air putih.
Lalu apa saja ketentuan lainnya yang harus diperhatikan ibu hamil saat berjemur? Dikutip dari berbagai sumber, berikut informasinya untuk Anda.
Waktu Terbaik Untuk Berjemur
Waktu terbaik untuk berjemur adalah di pagi hari antara pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Adapun durasi yang dibutuhkan yakni 15-20 menit untuk bisa menyerap vitamin D dengan baik. Hindari berjemur di tengah hari seperti pukul 12 siang hingga sore hari.
Tips Berjemur
Agar kegiatan berjemur ibu hamil tidak berdampak buruk, hal yang harus dilakukan antara lain:
Banyak minum air putih dan meminimalkan paparan sinar matahari untuk mencegah panas berlebih.
Kenakan pakaian longgar dan ringan untuk menutupi tubuh.
Gunakan tabir surya yang aman untuk ibu hamil atau telah dikonsultasikan dengan dokter.
Gunakan topi dan kaca mata hitam untuk melindungi mata, telinga, dan wajah Anda.
Risiko Berjemur
Beberapa risiko buruk bisa saja terjadi pada ibu hamil jika ketentuan berjemur yang baik tidak diperhatikan. Dikutip dari Verywellfamily, adapun beberapa risiko itu di antaranya:
Mengalami dehidrasi. Berjemur terlalu lama atau di tengah matahari terik bisa menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi hingga memicu gejala persalinan prematur. Kondisi ini juga dapat menyebabkan suhu janin naik dan timbul kerusakan otak.
Muncul bintik hitam pada kulit wajah. Hal ini dikarenakan saat hamil, estrogen dalam tubuh Anda dapat meningkatkan risiko chloasma (Melasma) yang bisa diperparah dengan paparan sinar UV matahari
Meningkatkan risiko Melanoma (kanker). Paparan sinar matahari yang berlebih hingga terbakar bisa menyeningkatkan risiko melanoma atau kanker.
(RDR)
