Memahami Perubahan Fisik Sekunder pada Remaja Laki-laki dan Perempuan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pubertas merupakan tahap krusial dalam proses pertumbuhan dan perkembangan setiap individu. Pada fase ini, baik laki-laki maupun perempuan, akan mengalami perubahan fisik yang dikenal sebagai perubahan sekunder.
Perubahan fisik sekunder pada remaja menandai peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang tidak hanya berpengaruh pada penampilan fisik, tetapi juga pada perkembangan psikologis dan sosialnya.
Proses ini sangat penting untuk membentuk identitas diri seseorang. Agar memahami perubahan fisik sekunder pada remaja laki-laki dan perempuan, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sekilas tentang Pubertas
Dikutip dari buku The Book of Puberty oleh Amalia TH (2010), pubertas adalah masa di mana tubuh berkembang dari anak-anak menjadi dewasa. Umumnya, pubertas pada perempuan dimulai antara usia 8-13 tahun, sementara pada laki-laki terjadi di usia 10-15 tahun.
Rentang usia yang berbeda ini menjelaskan keunikan proses pertumbuhan setiap individu, di mana beberapa remaja mungkin terlihat masih seperti anak-anak, sementara yang lain terlihat lebih dewasa. Masa pubertas ini biasanya ditandai dengan perubahan pada tubuh, penampilan, dan perasaan.
Selama pubertas, tubuh mengalami lonjakan pertumbuhan yang dikenal sebagai "growth spurt". Pada fase ini, tinggi badan meningkat pesat, berat badan bertambah, dan proporsi tubuh berubah.
Selain itu, organ reproduksi mulai berkembang dan siap menjalankan fungsinya. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi tubuh secara fisik, tetapi juga berpengaruh pada psikologis remaja.
Perubahan Fisik Sekunder pada Remaja Laki-laki dan Perempuan
Perubahan sekunder merujuk pada perubahan fisik yang dapat terlihat secara eksternal dan tidak berhubungan langsung dengan fungsi reproduksi. Perubahan ini terjadi akibat peningkatan hormon seks yang memberikan ciri khas fisik pada pria dan wanita dewasa.
Dirangkum dari buku Perkembangan Peserta Didik oleh Dr Pupu Saeful Rahmat (2018), berikut ini ciri-ciri perubahan sekunder pada remaja laki-laki dan perempuan:
1. Perubahan Fisik Sekunder pada Remaja Laki-laki
Perubahan ini terjadi selama masa pubertas. Namun, tidak semua laki-laki mengalami perubahan fisik yang sama. Adapun beberapa perubahan yang umum terjadi meliputi:
Organ kelamin akan berkembang dan membesar.
Suara menjadi lebih berat dan dalam.
Kumis mulai tumbuh dan jakun lebih terlihat.
Peningkatan hormon memicu timbulnya bau badan dan jerawat.
Rambut tumbuh di ketiak dan area kemaluan.
Dada mulai terlihat lebih lebar dan berotot.
2. Perubahan Fisik Sekunder pada Remaja Perempuan
Pada remaja perempuan, perubahan fisik sekunder yang biasa terjadi selama masa pubertas meliputi:
Payudara mulai terbentuk sekitar usia 10 tahun dan akan terus membesar seiring bertambahnya usia.
Menstruasi pertama terjadi dan berlangsung setiap bulan, menandakan dimulainya kemampuan reproduksi.
Pinggul mulai membesar, tubuh menjadi lebih berbentuk, dan sebagian besar perempuan mengalami penambahan berat badan.
Peningkatan hormon menyebabkan munculnya bau badan dan jerawat.
Kulit menjadi lebih berminyak karena perubahan hormon yang terjadi.
Rambut halus mulai tumbuh di area ketiak dan kemaluan.
Baca juga: Modul Ajar Getaran Gelombang dan Cahaya Kelas 8 Kurikulum Merdeka IPA
(RK)
