Konten dari Pengguna

Mengenal Huruf Honocoroko Jawa beserta Filosofi di Baliknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi honocoroko.  Foto: Maulana Surya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi honocoroko. Foto: Maulana Surya/ANTARA FOTO

Honocoroko, yang juga dikenal dengan hanacaraka atau carakan merupakan huruf Jawa kuno yang termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Brahmi. Honocoroko mengacu pada lima aksara pratama, yaitu ho-no-co-ro-ko.

Zaman dulu, honocoroko sering digunakan dalam penulisan kitab, naskah kuno, tembang-tembang Jawa, prasasti, atau sekadar surat menyurat. Huruf ini sudah diwariskan turun temurun dan masih dilestarikan sampai sekarang.

Mengutip buku Makna Simbolik Legenda Aji Saka tulisan Slamet Riyadi, aksara honocoroko berkaitan erat dengan Aji Saka. Sosoknya dipercaya berhubungan dengan awal mula munculnya aksara Jawa atau honocoroko.

Menurut legenda, aksara honocoroko diciptakan Prabu Aji Saka saat dirinya pergi ke Makkah untuk berguru kepada Nabi Muhammad. Dalam pertemuan itu, ia diminta menciptakan aksara sebagai perbandingan aksara Arab. Aji Saka lalu menciptakan aksara ho-no-co-ro-ko yang berjumlah 20.

Baca juga: Contoh Ngoko Alus dan Ngoko Lugu Beserta Ketentuan Penggunaannya

Huruf Honocoroko

Ilustrasi aksara Jawa. Foto: Instagram/@bagolleol

Akik Hidayat dan Rahmi Nur Shofa dalam jurnal Self Organizing Maps (SOM) Suatu Metode untuk Pengenalan Aksara Jawa menjelaskan, pada bentuknya yang asli, honocoroko sejatinya ditulis menggunting (di bawah garis), seperti aksara Hindi.

Namun dalam perkembangannya, pengajaran modern saat ini menuliskannya di atas garis. Honocoroko terdiri dari 20 aksara, yaitu:

  • Ha Na Ca Ra Ka

  • Da Ta Sa Wa La

  • Pa Dha Ja Ya Nya

  • Ma Ga Ba Tha Nga

Aksara Jawa tersebut terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Berikut di antaranya:

  • Aksara ngalegena, merupakan aksara dasar yang masih murni, belum ditambah dengan pasangan dan jenis aksara lainnya.

  • Pasangan, merupakan aksara yang berfungsi menutup bunyi vokal di depannya. Setiap aksara memiliki pasangannya masing-masing.

  • Aksara murda, yaitu aksara yang digunakan untuk menulis awal kalimat. Aksara ini juga bisa digunakan untuk menulis gelar, lembaga, dan kota. Aksara murda terdiri dari delapan huruf.

  • Aksara swara, yaitu huruf vokal yang terdiri dari a, e, i, o, dan u.

  • Aksara wilangan, merupakan aksara yang berfungsi untuk menuliskan angka.

  • Sandhangan, yaitu aksara pelengkap yang dipakai sebagai pengatur vokal.

Selain jenis aksara Jawa di atas, honocoroko juga memiliki beberapa huruf khusus, tanda baca, serta pengatur tata penulisan. Semua huruf tersebut perlu dipahami dengan baik untuk menghasilkan tulisan aksara Jawa yang benar.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Geguritan Bahasa Jawa

Makna Honocoroko

Menulis aksara Jawa. Foto: Mohammad Ayudha/Antara

Seperti yang disebutkan, honocoroko mengacu pada lima aksara pertama dalam bahasa Jawa, yakni ho-no-co-ro-ko. Kelima aksara tersebut memiliki filosofi yang dipegang teguh oleh mayoritas masyarakat Jawa.

Mengutip buku Memoar Romantika Probosutedjo oleh Alberthiene Endah, “Ho” dalam honocoroko berarti hidup, dan “No” berarti nglegeno atau polos. Jadi, ho-no bermakna ada kehidupan yang masih suci dan polos. Itu adalah hakikat manusia saat lahir.

Sedangkan, “Co” mengandung arti cipto atau pemikiran, “Ro” bermakna roso atau perasaan, dan “Ko” bermakna karso atau kehendak dan nafsu-nafsu manusia.

Itu mengandung makana bahwa pada hakikatnya, kehidupan manusia berporos pada tiga hal tersebut. Jika bisa mengendalikannya, kehidupan akan berjalan lancar. Sebaliknya, kehidupan menjadi kacau jika ketiga hal itu tidak bisa dikendalikan dengan baik.

(ADS)

Baca juga: Arti Sendiko Dawuh dalam Budaya Jawa untuk Menunjukkan Ketaatan

Frequently Asked Question Section

Apa itu honocoroko?

chevron-down

Honocoroko, yang juga dikenal dengan hanacaraka atau carakan merupakan huruf Jawa kuno yang termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Brahmi.

Huruf hanacaraka ada berapa?

chevron-down

Honocoroko terdiri dari 20 aksara.

Siapa yang menciptakan aksara Jawa?

chevron-down

Menurut legenda, honocoroko diciptakan oleh Aji Saka.