Muncul Daratan Baru di Dekat Anak Krakatau, Ini Analisis PVMBG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah erupsi terjadi beberapa waktu lalu, daratan baru muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan bahwa daratan baru tersebut memiliki luas sekitar 32,8 hektare.
Kemunculan daratan baru itu berada di antara Pulau Anak Krakatau dan Pulau Sertung, Selat Sunda. Fenomena tersebut kemudian memunculkan berbagai pembahasan di masyarakat, termasuk isu bahwa daratan baru itu berpotensi menjadi “cucu Krakatau”.
Sebenarnya, apa daratan baru yang muncul di sekitar Anak Krakatau? Berikut penjelasan mengenai proses terbentuk daratan tersebut serta kaitannya dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Daratan Luas di Sekitar Gunung Anak Krakatau
Berikut penjelasan mengenai daratan yang bertambah di sekitar Gunung Anak Krakatau berdasarkan analisis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi:
Ada Penambahan Daratan Seluas 32,8 Hektare
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menemukan adanya penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau. Temuan tersebut diketahui melalui evaluasi citra satelit Sentinel setelah aktivitas erupsi yang berlangsung selama sekitar 25 jam.
Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa hasil analisis citra menunjukkan adanya perubahan pada bagian tubuh Gunung Anak Krakatau.
"Memang terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut - barat - barat daya sebagai akibat pembentukan aliran lava hasil erupsi menerus selama 25 jam tanggal 4 - 6 September 2026. Besaran penambahannya setelah kami hitung sebesar 32.8 ha," kata Rita, Rabu (23/9), dikutip dari kumparanNEWS.
Dua Bentukan yang Diduga Pulau Baru
Selain penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau, citra Sentinel juga memperlihatkan dua bentukan lain di sekitar gunung tersebut. Keduanya berada di dua lokasi berbeda dan diduga sebagai pulau baru, dengan lokasi sebagai berikut:
Barat laut Gunung Anak Krakatau
Tenggara Gunung Anak Krakatau
"Berdasarkan Citra Sentinel juga terdekteksi adanya "gumuk pulau kecil" di sebelah barat laut dan tenggara dari tubuh Gunungapi Anak Krakatau, yang diduga sebagai pulau baru," ujar Rita.
Kemunculan Dua Bentukan Masih Dikaji
PVMBG menduga kemunculan dua bentukan tersebut berkaitan dengan erupsi yang berlangsung secara terus-menerus selama sekitar 25 jam. Dari hasil interpretasi sementara, erupsi tersebut diduga melibatkan suplai magma baru yang memiliki sifat relatif lebih encer.
Rita menjelaskan bahwa salah satu kemungkinan yang sedang diteliti berkaitan dengan jalur keluarnya magma dari bawah permukaan.
"Kemunculannya 'kedua pulau' tersebut mungkin berkaitan dengan erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Erupsi tersebut kami interpretasikan menunjukkan adanya suplai magma baru yang relatif lebih encer. Salah satu dugaan yang sedang dikaji ialah magma mencapai permukaan melalui jalur bukaan yang memanjang dari barat laut ke tenggara, sehingga material erupsi dapat membentuk daratan di lokasi lain dekat tubuh gunung. Ini masih dugaan, bukan kesimpulan ahli," jelasnya.
Dengan begitu, PVMBG masih belum bisa memastikan asal-usul maupun karakter dua bentukan yang terdeteksi di sebelah barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah kedua bentukan tersebut benar-benar merupakan pulau baru dan apakah pembentukannya berkaitan langsung dengan aktivitas erupsi.
Baca Juga: PVMBG Temukan Dataran Diduga 2 Pulau Baru di Sekitar Anak Krakatau Usai Erupsi
(ANB)
