Niat Itikaf di Masjid Lengkap dengan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Itikaf adalah amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim di bulan Ramadhan. Jika ingin mengamalkannya, mereka harus mengetahui bacaan niat itikaf di masjid agar ibadahnya sempurna dan diterima di sisi Allah SWT.
Mengutip buku Fikih Ibadah Madzhab Syafi'i tulisan Abdul Rosyas Shiddiq, secara bahasa, itikaf artinya berdiam diri, menahan, menekuni, dan menjalani sesuatu, baik berupa kebajikan atau dosa. Sedangkan menurut istilah, itikaf adalah berdiam dirinya seseorang secara khusus di masjid dengan tata cara tertentu.
Itikaf dilakukan secara sukarela dengan tujuan mendekatkan diri dengan Allah SWT. Lalu, bagaimana bacaan niat itikaf di masjid?
Bacaan Niat Itikaf di Masjid
Niat merupakan pembeda antara aktivitas biasa dan ibadah. Seseorang yang telah berniat untuk beritikaf artinya ia memfokuskan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak membatalkan ibadahnya tersebut. Dengan demikian, ia bisa lebih mendekatkan diri pada Allah SWT secara khusyu’.
Mengutip buku Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, ada niat itikaf mutlak yang dapat dibaca umat Muslim sebelum menunaikan ibadahnya.
Ada pula niat itikaf yang terikat waktu sehingga disesuaikan dengan jumlah hari ibadah tersebut dilaksanakan. Berikut bacaan niat itikaf di masjid selengkapnya.
Niat Itikaf Mutlak
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
Baca juga: Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan Lengkap dengan Dzikirnya
Niat Itikaf Selama Satu Hari
Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi yaumal lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu hari karena Allah Ta’ala.”
Niat Itikaf Selama Satu Malam Penuh
Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi lailang kāmilal lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu malam penuh karena Allah Ta’ala.”
Niat Itikaf Selama Sebulan
Nawaitu an i’tikafa fi hadzal-masjidi syahram mutatāabi’al lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat beri’tikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: Pengertian Itikaf di Bulan Ramadhan beserta Fadhilah Mengamalkannya
Tata Cara Itikaf
Itikaf merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW pun terbiasa mengerjakan itikaf di 10 hari terakhir Ramadhan. Dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang ingin beri’tikaf denganku, maka lakukanlah pada sepuluh terakhir.” (HR. Bukhari)
Meski identik sebagai ibadah Ramadhan, itikaf dapat dilaksanakan di luar bulan suci. Satu hal yang pasti, ibadah tersebut hanya bisa dikatakan sah apabila dilaksanakan di masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Mengutip Buku Induk Fikih Islam Nusantara oleh K.H. Imaduddin Utsman al-Bantanie, itikaf terhitung sah jika dilakukan lebih dari ukuran tuma'ninah sholat, yaitu setara dengan kalimat subhanallah.
Apabila seseorang membaca niat itikaf lalu berdiam sebentar selama waktu tersebut, maka ia mendapatkan pahala itikaf. Namun, tidak ada ketentuan banyaknya hari untuk melakukan itikaf.
Ulama berpendapat bahwa itikaf sebaiknya dilakukan sebelum matahari terbenam. Pendapat lainnya mengatakan, itikaf dapat dimulai sesudah menunaikan sholat Subuh.
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan saat beritikaf, di antaranya:
Menyibukkan diri dengan melakukan berbagai ibadah, seperti berdzikir, sholat sunnah, dan tadarus Alquran.
Berpuasa untuk menghilangkan hawa nafsu, menyucikan hati, dan membuat pikiran menjadi lebih fokus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menghindari ucapan tidak baik, seperti mengghibah, mengumpat, menggunjing, adu domba, dan perkataan-perkataan tidak bermanfaat lainnya.
Membaca buku-buku agama, misalnya tentang akidah dan fikih.
Memperbanyak doa.
(ADS)
Baca juga: Keutamaan Itikaf di Bulan Ramadhan yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Frequently Asked Question Section
Kapan itikaf dilakukan?

Kapan itikaf dilakukan?
Itikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi umat Muslim disunnahkan mengerjakannya pada bulan Ramadhan, terutama di 10 malam terakhir.
Apakah itikaf harus dilakukan di masjid?

Apakah itikaf harus dilakukan di masjid?
Ibadah tersebut hanya bisa dikatakan sah apabila dilaksanakan di masjid yang biasa digunakan untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Apa yang dilakukan ketika itikaf di masjid?

Apa yang dilakukan ketika itikaf di masjid?
Beberapa amalan yang dapat dilakukan yaitu menyibukkan diri dengan melakukan berbagai ibadah seperti berdzikir, sholat sunnah, dan tadatus Alquran.
