Konten dari Pengguna

Pengertian Radiasi, Sumber, hingga Bahayanya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Radiasi adalah salah satu hal yang banyak dihindari oleh orang-orang. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Radiasi adalah salah satu hal yang banyak dihindari oleh orang-orang. Foto: Pexels.com

Daftar isi

Radiasi adalah salah satu hal yang banyak dihindari oleh orang-orang. Lantas, apa pengertian radiasi?

Dalam kehidupan sehari-hari, radiasi memiliki konotasi negatif karena bisa menimbulkan dampak yang tidak baik bagi tubuh manusia.

Radiasi secara umum dapat diartikan sebagai gelombang elektromagnetik yang bisa menyebabkan perubahan pada atom ataupun molekul yang dilewatinya.

Simak penjelasan di bawah ini untuk memahami lebih lanjut mengenai pengertian radiasi, sumber, hingga bahaya dari radiasi.

Pengertian Radiasi

Pengertian radiasi adalah pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau zantara. Foto: Pexels.com

Radiasi adalah salah satu istilah yang memiliki banyak makna.

Secara umum, menurut KBBI, radiasi adalah pemancaran dan perambatan gelombang yang membawa tenaga melalui ruang atau zantara, misalnya pemancaran dan perambatan gelombang elektromagnetik, gelombang bunyi, gelombang lenting.

Dalam fisika, radiasi dapat diartikan sebagai suatu cara perambatan energi dari sumber energi ke lingkungannya tanpa membutuhkan medium.

Ini juga memiliki makna yang lain dalam ilmu kedokteran. Menurut Isna Qadrijati, dr.,MKes dalam Bahan Ajar Radiasi Blok Neoplasma, radiasi dapat diartikan sebagai pengobatan dengan zat radioaktif.

Namun, bisa ditarik kesimpulan bahwa radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi.

Proses radiasi melibatkan pelepasan energi dari suatu sumber dan perambatannya melalui ruang atau materi dalam bentuk gelombang atau partikel.

Paparan radiasi yang tinggi atau berkepanjangan dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan. Ini dapat termasuk risiko kanker, kerusakan jaringan, atau bahkan kematian.

Meskipun radiasi dapat berbahaya, dalam banyak kasus, radiasi juga memiliki manfaat positif dalam bidang-bidang seperti kedokteran, penelitian ilmiah, dan industri.

Baca Juga: Pengertian dan Bahaya Penggunaan Bom Ikan

Sumber Radiasi

Ada banyak sumber yang bisa menimbulkan radiasi. Secara umum, sumber radiasi dibedakan menjadi dua, yakni alami dan buatan. Berikut penjelasannya.

1. Sumber Radiasi Alam

Dikutip dari buku Pintar Fisika karya Efrizon Umar, sumber radiasi alam adalah jenis sumber radiasi yang diperoleh manusia dari alam sekitarnya dan sumber radiasi ini disebut sebagai radiasi latar belakang . Berikut beberapa contohnya:

a. Radiasi Kosmik

Radiasi kosmik adalah radiasi yang berasal dari luar angkasa, seperti dari bintang dan galaksi.

Radiasi ini terdiri dari berbagai jenis partikel yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, termasuk partikel alfa, beta, dan gamma.

Meskipun lapisan atmosfer Bumi melindungi kita dari sebagian besar radiasi ini, fenomena pemanasan global dan efek rumah kaca akan menyulitkan proses penyaringan radiasi ini.

Selain itu, astronot yang berada di luar angkasa juga sangat tinggi risikonya untuk terpapar radiasi dari sumber ini.

b. Unsur Radioaktif di Bumi

Beberapa unsur dalam kerak bumi secara alami bersifat radioaktif. Contoh unsur ini termasuk uranium dan thorium.

Radiasi alami ini berasal dari peluruhan radioaktif unsur-unsur ini dan dapat memancarkan partikel-partikel radioaktif seperti alfa, beta, dan gamma.

c. Sinar Panas Matahari

Matahari memancarkan radiasi elektromagnetik, termasuk sinar ultraviolet (UV).

Paparan berlebihan terhadap sinar UV dari matahari dapat menyebabkan kerusakan kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

d. Radiasi dari Bahan Radioaktif Alam

Bahan-bahan seperti tanah, batuan, air, dan tumbuhan mengandung unsur-unsur radioaktif seperti radon.

Radiasi ini dapat dilepaskan saat kita berinteraksi dengan bahan-bahan ini. Salah satu contohnya adalah radon, yang dapat masuk ke dalam rumah dan menyebabkan paparan radiasi dalam ruangan.

2. Sumber Radiasi Buatan

Selanjutnya, terdapat sumber radiasi yang berasal dari alat atau perangkat yang dibuat oleh manusia, beberapa di antaranya:

a. Radiasi Buatan Manusia

Radiasi buatan manusia adalah jenis radiasi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Ini termasuk penggunaan radiasi dalam berbagai prosedur medis, seperti sinar-X dan terapi radiasi.

Selain itu, industri menggunakan radiasi dalam berbagai cara, seperti pengujian non-destruktif dan sterilisasi. Aplikasi militer juga dapat melibatkan penggunaan radiasi.

b. Alat Elektronik

Perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan peralatan rumah tangga lainnya dapat memancarkan radiasi elektromagnetik dalam bentuk non-ionisasi.

Radiasi ini, seperti gelombang radio dan mikro, umumnya dianggap aman dalam kadar yang umumnya ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

c. Radiasi Elektromagnetik

Radiasi elektromagnetik adalah jenis radiasi yang berasal dari gelombang elektromagnetik.

Ini mencakup berbagai jenis radiasi, mulai dari gelombang radio yang digunakan dalam komunikasi hingga sinar-X yang digunakan dalam diagnosis medis dan pemindaian keamanan.

Jenis-jenis Radiasi

Radiasi dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria utama, termasuk massa, muatan listrik, dan asalnya. Foto; Pexels.com

Radiasi dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria utama, termasuk massa, muatan listrik, dan asalnya. Ini jenis-jenisnya

1. Radiasi berdasarkan Massa

Radiasi jika ditinjau dari massa partikel yang ada di dalamnya, ini dapat terbagi menjadi dua jenis, yakni:

a. Radiasi Elektromagnetik

Radiasi Elektromagnetik: Radiasi ini merambat dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan tidak memiliki massa.

Cahaya tampak, gelombang mikro, gelombang radio, dan sinar-X adalah beberapa contoh radiasi elektromagnetik.

Berbagai aplikasi menggunakan radiasi elektromagnetik. Ini termasuk pemindaian keamanan, komunikasi nirkabel, dan diagnostik medis.

b. Radiasi Partikel

Radiasi partikel terdiri dari partikel subatomik yang memiliki massa dan dapat memiliki muatan positif, negatif, atau netral. Beberapa contoh radiasi partikel termasuk:

  • Radiasi Alfa: Ini adalah partikel alfa yang terdiri dari dua proton dan dua neutron dan kurang menembus. Bahan seperti kertas atau bahkan kulit manusia dapat memblokir radiasi alfa.

  • Radiasi Beta: Radiasi beta melibatkan partikel neutron yang netral secara listrik. Ini lebih menembus daripada radiasi alfa dan dapat diblokir oleh bahan seperti kaca atau logam tipis. Radiasi neutron sering ditemukan dalam reaktor nuklir dan dapat merusak inti atom.

2. Radiasi Berdasarkan Muatan Listrik

Apakah partikel yang terlibat memiliki muatan listrik juga menentukan klasifikasi radiasi. Ini membagi radiasi menjadi dua jenis utama, yakni:

a. Radiasi Pengion

Radiasi ini memiliki energi yang cukup tinggi untuk melepaskan elektron dari atom atau molekul.

Ini menghasilkan ionisasi, yang memiliki kemampuan untuk mengubah sifat kimia bahan yang terkena. Partikel alfa, sinar-X, dan sinar gamma adalah contoh radiasi pengion.

b. Radiasi Non-Pengion

Radiasi ini tidak memiliki energi yang cukup untuk mengionisasi atom atau molekul yang terkena.

Dengan kata lain, radiasi non-pengion seperti gelombang radio, mikro, dan cahaya tampak tidak mengubah struktur kimia bahan. Dianggap lebih aman untuk menggunakan radiasi ini setiap hari.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Gelombang dan Manfaatnya

Contoh Radiasi

Radiasi adalah proses transfer energi panas tanpa medium antara dua objek. Berikut adalah beberapa contoh radiasi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Cahaya Tampak: Radiasi cahaya tampak adalah radiasi elektromagnetik yang dapat kita lihat dengan mata manusia.

  • Gelombang Radio: Termasuk sinyal radio yang kita gunakan untuk komunikasi.

  • Sinar-X: Digunakan dalam bidang medis untuk diagnosis.

  • Inframerah: Radiasi ini bisa kita rasakan sebagai panas, misalnya dalam sinar inframerah dari radiator rumah tangga atau pemanas listrik.

  • Sinar Kosmik: Radiasi dari luar angkasa yang juga merupakan radiasi elektromagnetik.

  • Radiasi termal: Ini adalah proses di mana permukaan benda memancarkan energi panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik

  • Senjata nuklir: Radiasi nuklir berasal dari inti atom dan meliputi reaktor nuklir, senjata nuklir, dan isotop radioaktif dalam berbagai aplikasi

  • Penggunaan cahaya laser: Laser adalah sumber radiasi buatan yang memiliki banyak aplikasi, termasuk di bidang medis, industri, dan teknologi.

Baca Juga: 12 Prinsip Kimia Hijau beserta Contoh Penerapannya

Bahaya Radiasi

Radiasi dapat memiliki berbagai tingkat bahaya tergantung pada jumlah paparan, jenis radiasi, dan durasi paparan. Foto: Pexels.com

Radiasi dapat memiliki berbagai tingkat bahaya tergantung pada jumlah paparan, jenis radiasi, dan durasi paparan.

Bahaya radiasi biasanya dibagi menjadi lima tingkat, mulai dari yang paling rendah (Tingkat I) hingga yang paling tinggi (Tingkat V).

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang masing-masing tingkat bahaya radiasi:

1. Bahaya Radiasi Tingkat I

Radiasi tingkat I adalah radiasi dengan paparan rendah yang biasanya berasal dari sumber alam, termasuk radiasi dari Bumi dan matahari. Karena paparannya rendah dan karena alam telah memberikan perlindungan melalui atmosfer Bumi, paparan radiasi alam ini biasanya tidak berbahaya.

2. Bahaya Radiasi Tingkat II

Radiasi tingkat II berasal dari alam dan memiliki paparan yang sedikit lebih tinggi dari radiasi tingkat I. Namun, karena sumbernya juga berasal dari alam, biasanya manusia tidak terpapar radiasi tingkat II.

3. Bahaya Radiasi Tingkat III

Paparan berkepanjangan terhadap radiasi tingkat III dapat menyebabkan kanker darah (leukemia) dan kanker tiroid. Setelah paparan pertama, gejala awal mungkin tidak muncul, tetapi

4. Bahaya Radiasi Tingkat IV

Jika kita terpapar radiasi tingkat IV, ini dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan kelelahan yang parah; paparan berkepanjangan dapat menyebabkan kerontokan rambut dan kerusakan kulit yang parah.

5. Bahaya Radiasi Tingkat V

Radiasi tingkat V adalah yang paling berbahaya. Exposition terhadap radiasi tingkat V dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh yang signifikan, kehilangan sel darah merah, dan luka bakar kulit yang parah.

Setelah tahap awal, gejala seperti mual dan muntah muncul. Pada tingkatan ini, perawatan medis mungkin tidak efektif dan kematian dapat terjadi dalam waktu singkat.

Aktivitas nuklir dengan tingkat radiasi tinggi biasanya dikaitkan dengan radiasi tingkat V, seperti yang terjadi saat pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

Paparan berlebihan terhadap radiasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ dan sel dalam tubuh, kelainan genetik pada keturunan, dan bahkan meningkatkan risiko terkena kanker.

Oleh karena itu, penggunaan radiasi harus diatur dengan baik dan mematuhi pedoman keamanan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan manusia.

(SAI)