Pengertian Tasawuf Akhlaki dan Tahapan-Tahapan Menjalankannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, tasawuf dikelompokkan menjadi beberapa macam, salah satunya tasawuf akhlaki. Tasawuf akhlaki adalah ilmu tasawuf yang berorientasi pada perbaikan akhlak manusia sehingga mereka bisa berma’rifat kepada Allah SWT.
Mengutip buku Ilmu Tasawuf tulisan Drs. Samsul Munir Amin, M.A., secara umum tasawuf akhlaki membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang dirumuskan pada pengaturan sikap dan tingkah laku guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Para sufi berpendapat bahwa untuk mencapai kehadirat Allah, seseorang harus memiliki jiwa yang suci. Sebab, jiwa manusia merupakan refleksi atau pancaran dari Allah Yang Maha Suci.
Kesucian jiwa dapat diperoleh dengan melatih diri melalui mujahadah dan riyadlah-riyadlah tertentu. Karena itu, dalam tasawuf akhlaki terdapat sistem pembinaan akhlak yang terdiri dari tiga tahap. Apa saja tahapan-tahapannya?
Baca juga: Istilah Tasawuf dan Landasannya dalam Alquran
Ajaran Tasawuf Akhlaki
Dengan metode-metode yang telah dirumuskan, tasawuf akhlaki berkonsentrasi pada upaya-upaya menghindarkan diri dari akhlak yang tercela (mazmumah) sekaligus mewujudkan akhlak terpuji (mahmudah) dalam diri manusia. Metode tersebut terbagi menjadi tiga tahap pembinaan, yaitu:
1. Takhalli
Ini adalah tahap awal yang harus dilakukan seseorang untuk mencapai kehadirat Allah. Takhalli berarti melepas diri dari segenap sifat-sifat buruk, baik berupa penyakit hati maupun sifat tercela lainnya.
Mengutip buku Jalan-Jalan Tasawuf oleh Nursalim Ismail, takhalli adalah upaya manusia untuk menjauhkan diri dari segala hal yang mampu mengalihkan perhatiannya dari Allah. Di level ini, seseorang dituntut untuk menolak godaan bisikan hawa nafsu serta rayuan setan.
Dalam Alquran, Allah berfirman, “...dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
Baca juga: Mengenal Ilmu Tasawuf yang Identik dengan Para Sufi
2. Tahalli
Setelah mengosongkan diri dari sifat tercela (takhalli), langkah selanjutnya adalah mengisi atau menghiasi diri dengan sikap, perilaku, dan akhlak terpuji. Inilah yang dimaksud dengan tahalli.
Dijelaskan dalam buku Serpihan Berharga oleh Mushofa, pada tahap ini, hati harus selalu sibuk berdzikir kepada Allah agar senantiasa tenang dan damai. Di samping itu, umat Muslim juga dianjurkan mengisi hari-harinya dengan menjalankan ibadah lain seperti sholat dan puasa.
Tahap inilah yang akan memperkuat akhlak mulia. Ketika kebiasaan-kebiasaan baik tersebut dilakukan secara rutin dan terbentuk menjadi karakter, manusia akan lebih mudah mencapai kesempurnaan batin.
3. Tajalli
Jika tahap takhali dan tahalli telah terlewati, seseorang akan menuju tajalli, yakni terbukanya dinding penghalang yang membatasi manusia dengan Allah. Dengan demikian, nur ilahi yang tersembunyi akibat hati yang kotor dan gelap akan tampak jelas padanya
Tajalli merupakan tanda yang Allah tanamkan dalam diri manusia. Setiap tajalli melimpahkan cahaya demi cahaya sehingga orang yang menerimanya tenggelam dalam kebaikan.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu tasawuf akhlaki?

Apa itu tasawuf akhlaki?
Tasawuf akhlaki adalah ilmu tasawuf yang berorientasi pada perbaikan akhlak manusia.
Bagaimana tahapan menjalankan tasawuf akhlaki?

Bagaimana tahapan menjalankan tasawuf akhlaki?
Ada tiga tahap, yaitu takhalli, tahalli, dan tajalli.
Apa yang dimaksud dengan takhalli?

Apa yang dimaksud dengan takhalli?
Takhalli berarti melepas diri dari segenap sifat-sifat buruk, baik berupa penyakit hati maupun sifat tercela lainnya.
