Penjelasan Apa Itu Kun Bokator dan Filosofi Olahraganya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kun Bokator menjadi olahraga yang sedang ramai dibicarakan setelah menjadi salah satu cabang olahraga di SEA Games 2023 Kamboja. Kun Bokator muncul sebagai salah satu dari tiga cabor khas negara tuan rumah.
Di SEA Games 2023, penilaian Kun Bokator didasarkan dari gerakan dan gaya bertarung dari masing-masing atlet. Meski terdengar asing, Indonesia tetap mengirim atletnya untuk bertanding di cabor Kun Bokator.
Apa Itu Kun Bokator?
Mengutip laman MSE Asia, jauh sebelum menjadi olahraga kompetisi, Kun Bokator adalah gaya bertarung serius yang berasal dari militer Kamboja. Kun Bokator lahir pada Kekaisaran Khmer yang menguasai sebagian besar kawasan Asia Tenggara dalam rentang abad ke-9 dan ke-15.
Seni bela diri ini kemudian dikembangkan menjadi alat pertahanan diri. Kerajaan mengajarkan seni bela diri ini sebagai cara untuk melindungi tanah dan rakyat Kekaisaran Khmer.
Kun Bokator sendiri adalah gaya bertarung yang memanfaatkan serangan, tendangan, lemparan, kuncian sendi, dan teknik bergulat. Yang membedakan Kun Bokator dengan seni bela diri lainnya adalah penekanannya pada penggunaan seluruh tubuh sebagai senjata.
Baca Juga: Pesilat RI, Safira Dwi, Gagal Raih Emas SEA Games Akibat Keputusan Kontroversial
Atlet Kun Bokator dilatih untuk menggunakan siku, lutut, tulang kering, bahkan kepala untuk menyerang lawan. Teknik Kun Bokator sendiri berakar pada gerakan hewan di mana setiap gerakan mewakili hewan yang berbeda.
Dalam SEA Games 2023 Kamboja, cabor Kun Bokator akan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah performatif di mana atlet tunggal memamerkan gerakannya di atas panggung. Sesi kedua adalah agresif di mana dua lawan bertarung hingga salah satunya mengenai matras.
Filosofi Kun Bokator
Mengutip laman UNESCO, pelatihan Kun Bokator di Kamboja tidak hanya tentang teknik dan keterampilan fisik. Kun Bokator juga mengajarkan tentang kedisiplinan mental dan bagaimana menghormati alam serta berperilaku sopan santun dalam masyarakat.
Guru Kun Bokator diyakini memiliki kekuatan penyembuhan dan perlindungan. Jadi, atlet Kun Bokator juga dibekali pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab mereka dalam masyarakat.
Diharapkan setelah mereka menguasai keterampilan yang diperlukan, para petarung dapat melindungi komunitas yang rentan. Atlet Kun Bokator diharapkan dapat melindungi alam serta membela keadilan dan perdamaian.
Baca Juga: Kursi Plastik di SEA Games Kamboja Simbol Kesenjangan Negara-negara ASEAN
Kun Bokator masih aktif dipentaskan sebagai bagian dari ritual persembahan kepada dewa kepercayaan setempat serta dalam acara perayaan lainnya. Kun Bokator sering ditampilkan bersama dengan unsur-unsur seni lain seperti tarian, musik, bahkan pengobatan tradisional.
Perwujudan dari nilai-nilai sosial, budaya dan agama terdapat dalam setiap gerakan Kun Bokator. Kini, cabor tersebut dipraktikkan masyarakat Kamboja secara umum, bahkan hingga masyarakat negara Asia Tenggara lainnya.
Frequently Asked Question Section
Dari mana asal olahraga Kun Bokator?

Dari mana asal olahraga Kun Bokator?
Kun Bokator adalah cabang olahraga yang berasal dari Kamboja.
Apakah Kun Bokator menggunakan senjata?

Apakah Kun Bokator menggunakan senjata?
Kun Bokator adalah gaya bertarung yang memanfaatkan serangan, tendangan, lemparan, kuncian sendi, dan teknik bergulat.
Ada berapa sesi dalam setiap laga Kun Bokator di kompetisi?

Ada berapa sesi dalam setiap laga Kun Bokator di kompetisi?
Laga Kun Bokator dalam kompetisi dibagi menjadi dua sesi, yaitu performatif dan agresif.
(ALS)
