Perbedaan Coaching, Mentoring, dan Konseling dalam Ranah Profesional

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah coaching, mentoring, dan konseling biasa digunakan dalam ranah profesional. Kebanyakan orang, khususnya yang masih awam, kerap sulit membedakan definisi dari ketiga istilah tersebut.
Mengutip buku Panduan Coaching, Mentoring, dan Belajar Mandiri di Lingkungan Kemendikbud, coaching artinya bimbingan peningkatan kinerja untuk mencapai tujuan tertentu dengan cara mengoptimalkan potensi diri. Aktivitas ini biasa dilakukan oleh atasan kepada bawahannya.
Sementara mentoring adalah bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja melalui transfer pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Sedangkan konseling adalah bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan skill pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
Selain definisinya, apa saja perbedaan coaching, mentoring, dan konseling yang perlu diketahui? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Perbedaan Coaching, Mentoring, dan Konseling
Mengutip buku Bergerak Serentak: Catatan Reflektif dan Inspiratif Calon Guru karya Yolly Rizky (2022), perbedaan coaching, mentoring, dan konseling terletak pada tujuan dan bentuk kegiatannya. Coaching bertujuan untuk mengarahkan couchee menyelesaikan masalahnya sendiri dan memaksimalkan potensi diri.
Jadi, hubungan coaching berbentuk kemitraan. Coach akan memberikan bimbingan dan pengajaran, sementara couchee berperan menyerap ilmu pengetahuan yang diberikan.
Sementara mentoring bertujuan untuk membagikan pengalaman dan membantu mentee agar bisa mengembangkan dirinya. Biasanya, mentor akan memberikan tips bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah.
Sedangkan konseling bertujuan untuk membantu konseli memecahkan masalahnya. Konselor akan langsung memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh konseli.
Dirangkum dari Buku Panduan Practical Coaching, Counseling, and Mentoring susunan PT. Pelindo, berikut rincian perbedaan coaching, mentoring, dan konseling selengkapnya yang disampaikan dalam bentuk poin-poin:
1. Coaching
Pihak yang terlibat dinamakan coach dan coachee.
Tujuannya yaitu untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kinerja bawahan.
Peran coache yaitu membantu untuk mereview persoalan coachee dan mendorong mereka untuk mencari solusi terbaik bagi dirinya sendiri.
Coach berperan sebagai partner.
Metode yang diajarkan yaitu memfokuskan kegiatan pada tujuan yang hendak dicapai; mengajukan pertanyaan, mendengarkan, dan menantang coachee menemukan solusi terbaik bagi diri mereka sendiri
2. Mentoring
Pihak yang terlibat dinamakan mentor dan mentee.
Tujuan kegiatannya yaitu untuk membimbing mentee mencapai pertumbuhan (pekerjaan atau karier).
Mentor menjalankan tugasnya untuk memberi saran dan petunjuk kepada mentee. Mentor juga bisa menjadi role model bagi pertumbuhan individu.
Mentor berperan sebagai expert.
Metode yang digunakan saat konseling antara lain fokus pada area yangharus dikembangkan dan memberikan saran kepada mentee.
3. Konseling
Pihak yang terlibat dinamakan konselor dan konseli.
Tujuan kegiatannya yaitu untuk menjawab masalah-masalah pribadi yang dialami oleh konseli.
Peran konselor yaitu menggali penyebab munculnya masalah pribadi dan membimbing konseli untuk mencari pemecahan masalah.
Konselor berperan sebagai seorang expert.
Metode yang digunakan pada aktivitas konseling yaitu mengajukan pertanyaan dan mendengarkan penyebab persoalan; membimbing penyelesaian masalah.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan coaching?

Siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan coaching?
Coach dan coachee.
Apa yang dimaksud dengan mentoring?

Apa yang dimaksud dengan mentoring?
Mentoring adalah bimbingan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja melalui transfer pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.
Apa itu mentee?

Apa itu mentee?
Peserta yang menjalani kegiatan mentoring.
