Perbedaan CT Scan dan Rontgen dalam Dunia Medis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan CT Scan dan rontgen penting untuk diketahui pasien yang mengalami cedera atau penyakit dalam lainnya. CT Scan dan rontgen adalah alat diagnostik yang memungkinkan dokter melihat struktur internal tubuh.
Kedua alat ini membuat gambar menggunakan berbagai bentuk energi elektromagnetik seperti gelombang radio dan sinar-X. Simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui perbedaan CT Scan dan rontgen yang masih jarang diketahui oleh masyarakat luas.
Perbedaan CT Scan dan Rontgen
Mengutip laman Pulmonary Associates, ada beberapa perbedaan CT Scan dan rontgen berdasarkan fungsi dan efeknya. Penting untuk mengetahui perbedaan ini untuk menentukan penanganan mana yang baik untuk pasien.
CT scan memungkinkan tampilan struktur tubuh yang lebih detail dibandingkan dengan rontgen. Misalnya, rontgen dapat mengidentifikasi kelainan, tetapi CT Scan bisa menunjukkan lokasi kelainan yang tepat.
Rontgen mampu memberikan gambar 2D, sedangkan CT Scan dapat menghasilkan tampilan 3D organ pasien.
Rontgen dibuat untuk memeriksa jaringan padat, sementara CT Scan lebih berfungsi untuk menangkap tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah.
Peralatan rontgen jauh lebih kecil dan tidak serumit CT Scan. Sebab, CT Scan perlu berputar mengelilingi pasien yang sedang diperiksa.
Rontgen adalah pemeriksaan pertama yang efisien dan bagus. Untuk melanjutkan diagnosis dan perawatan, pasien harus melakukan CT Scan demi mendapatkan gambaran yang lebih baik.
Baca Juga: Cara Kerja Sinar X, Manfaat, dan Bahayanya dalam Pemeriksaan Rontgen
Penyakit yang Mengharuskan Pasien Rontgen dan CT Scan
Tidak semua pasien harus melalui rontgen dan CT scan dalam proses pengobatannya. Melansir laman Hopskin Medicine, hanya sebagian penyakit atau cedera yang harus menggunakan CT Scan dan beberapa lainnya menggunakan rontgen.
Patah tulang, dislokasi tulang, dan ruang sendi yang menyempit adalah penyakit yang harus menggunakan rontgen. Alat ini mampu mendeteksi adanya kelainan pada tulang atau sendi pasien.
Baca Juga: Biaya Rontgen Tulang Belakang di Rumah Sakit dan Puskesmas
Saat rontgen, area dengan kadar kalsium tinggi (tulang dan gigi) akan menghalangi radiasi, menyebabkannya tampak putih pada gambar. Sedangkan jaringan lunak memungkinkan radiasi melewatinya sehingga akan tampak abu-abu atau hitam pada gambar.
Pembekuan darah, patah tulang (termasuk patah tulang halus yang tidak terlihat) dan cedera organ merupakan penyakit yang harus menggunakan CT Scan. Alat CT Scan lebih mampu untuk memeriksa penyakit organ dalam dengan lokasi yang lebih spesifik. CT Scan juga bekerja dengan cepat dan detail. Hal ini membuat CT Scan ideal untuk situasi darurat.
(ALS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu CT Scan dan rontgen?

Apa itu CT Scan dan rontgen?
CT Scan dan rontgen adalah alat diagnostik yang memungkinkan dokter melihat struktur internal tubuh.
Penyakit apa yang harus menggunakan rontgen?

Penyakit apa yang harus menggunakan rontgen?
Penyakit yang harus menggunakan rontgen adalah patah tulang, dislokasi tulang, dan ruang sendi yang menyempit.
Penyakit apa yang harus menggunakan CT Scan?

Penyakit apa yang harus menggunakan CT Scan?
Penyakit yang harus menggunakan CT Scan adalah pembekuan darah, patah tulang (termasuk patah tulang halus yang tidak terlihat) dan cedera organ.
