Perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toilette agar Tak Salah Pilih

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eau de parfum dan eau de toilette adalah jenis minyak wangi yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Tetapi sebelum membelinya, penting untuk mengetahui perbedaan eau de parfum dan eau de toilette agar tidak salah memilih.
Menurut Ahmad Mansur dalam buku Laundry untuk Pemula, ada tujuh jenis parfum. Mulai dari pure parfume, eau de parfume (EDP), eau de toilette (EDT), eau de cologne (EDC), after shave (A/S), eau fraiche dan SOIE de parfume.
Dari jenis-jenis tersebut, EDT dan EDP cukup populer dan banyak dicari. Lantas apa saja perbedaan dari kedua jenis wewangian ini? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
4 Perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toilette
Kata ‘eau de’ dalam EDP dan EDT berasal dari bahasa Prancis. Apabila diterjemahkan dalam bahasa Inggris artinya water of.
Mengutip laman Merriam Webster, EDT adalah air wangi yang digunakan untuk mencuci atau mengharumkan pakaian. Sedangkan EDP menurut bahasa artinya air parfum.
Nama eau de toilette lebih dulu dikenal dibanding eau de parfum. Eau de toilette pertama kali digunakan pada 1907, sedangkan eau de parfum baru ada pada tahun 1949.
Untuk mengenal lebih dalam tentang kedua jenis parfum ini, berikut empat perbedaan dasarnya yang wajib diketahui:
Jumlah Konsentrasi Minyak
Masih dari sumber yang sama, yang membedakan kedua wewangian itu adalah kadar konsentrasi minyaknya. EDT mengandung konsentrasi minyak wangi yang lebih rendah dari EDP.
Merujuk laman The New York Times, EDP biasanya mengandung sekitar 15-20 persen konsentrasi minyak wangi. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda dari EDT yang konsentrasi minyak wanginya hanya sekitar 5-15 persen.
Hal ini membuat instensitas wangi keduanya juga berbeda. EDT intensitas wanginya lebih ringan ketimbang EDP.
Ketahanan
Perbedaan konsentrasi minyak tersebut berpengaruh pada ketahanannya. Menurut laman YSL Beauty, wangi dari EDT bisanya hanya bisa bertahan sekitar 4-6 jam.
EDP yang lebih pekat memiliki ketahanan yang lebih lama. Rata-rata wangi jenis parfum ini bisa bertahan sekitar 8-10 jam.
Apabila ingin wangi membekas lebih lama, cobalah semprotkan pada pakaian. Tetapi berhati-hatilah saat mengaplikasikannya, jangan terlalu dekat maupun terlalu banyak saat menyemprotkan parfum untuk menghindari noda atau kerusakan pada pakaian.
Baca Juga: 5 Tingkatan Parfum Berdasarkan Ketahanan Aromanya
Harga
Berdasarkan tingkat konsentrasi dan ketahanannya, EDP biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal dari pada EDT. Sehingga apabila memiliki budget yang terbatas, EDT adalah pilihan yang tepat.
Waktu Penggunaan
Kedua jenis parfum ini sebenarnya bisa digunakan kapan saja. Tetapi apabila butuh parfum untuk sehari-hari pilihlah EDT.
Sebab menurut laman Avon India, EDP adalah jenis parfum yang lebih cocok digunakan untuk kesempatan tertentu. Alasannya karena intensitas wanginya yang lebih pekat, EDP bisa bertahan lebih lama.
Contohnya saat hendak menghadiri acara penting yang berlangsung dari pagi hingga sore, pilihlah EDP. Sementara untuk penggunaan sehari-hari lebih cocok menggunakan EDT yang lebih ringan.
Baca Juga: 7 Tips Memakai dan Memilih Parfum Agar Wanginya Tahan Lama
(NSA)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa jenis parfum?

Ada berapa jenis parfum?
Terdapat tujuh jenis parfum yaitu pure parfume, eau de parfume , eau de toilette, eau de cologne, after shave, eau fraiche dan SOIE de parfume.
Kapan pertama kali istilah eau de toilette digunakan?

Kapan pertama kali istilah eau de toilette digunakan?
Istilah tersebut pertama kali digunakan pada 1907 dan berasal dari bahasa Prancis.
Mana yang lebih tahan lama antara EDP dan EDT?

Mana yang lebih tahan lama antara EDP dan EDT?
Yang lebih tahan lama adalah EDP, yaitu sekitar 8-10 jam.
