Konten dari Pengguna

Perbedaan Nafsu dan Syahwat yang Perlu Diketahui Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hawa nafsu yang dimiliki seseorang. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hawa nafsu yang dimiliki seseorang. Foto: pixabay

Allah SWT menciptakan hawa nafsu dalam diri manusia sebagai kekuatan agar ia mau melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi dirinya sendiri. Hal ini sebagaimana difirmankan dalam Surat Ali Imran ayat 14 yang artinya:

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”

Hawa nafsu erat kaitannya dengan syahwat yang Allah karuniakan kepada manusia. Secara istilah, keduanya memiliki makna yang sama, yakni merujuk pada gairah, kehendak, selera, dan hasrat.

Namun secara hakikat, nafsu dan syahwat memiliki pengertian yang berbeda. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang perbedaan nafsu dan syahwat selengkapnya untuk Anda.

Baca juga: Pengertian Mujahadah An-Nafs Lengkap dengan Ciri-ciri dan Contoh Perilaku

Perbedaan Nafsu dan Syahwat

Ilustrasi nafsu yang baik. Foto: pixabay

Perbedaan nafsu dan syahwat telah dikemukakan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya. Ia berkata: “Jika kamu bertanya ‘apa perbedaan antara hawa nafsu dan syahwat?’, maka kujawab ‘Secara istilah tidak ada perbedaan. Tetapi yang kumaksud dengan hawa nafsu adalah keinginan yang terpuji, bukan yang tercela. Sebab, nafsu yang terpuji itu berasal dari Allah SWT.

Dan hawa nafsu Dia ciptakan dalam diri manusia sebagai sebuah kekuatan agar terdorong melakukan sesuatu yang berdampak baik, untuk kelestarian dirinya spesiesnya, atau keduanya. Sementara syahawat adalah keinginan tercela yang berasal dari nafsu ammarah, yaitu nafsu yang menyuruh manusia melakukan kejahatan.”

Dijelaskan dalam buku Ikhlas: Memurnikan Niat Meraih Rahmat karya Dr. Umar Sulayman (2001), nafsu mempunyai daya untuk memerintah dan melarang. Nafsu akan memenuhi semua permintaan yang disukai dan diinginkan oleh seseorang.

Para ulama mengatakan bahwa orang yang mengumbar nafsu syahwatnya sebenarnya telah memasuki kesesatan yang paling utama. Dalam Surat Al-Qasas ayat 50, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Pada hakikatnya, Allah SWT melengkapi manusia dengan kecenderungan terhadap berbagai hal karena ada hikmah di baliknya. Tujuannya yaitu agar manusia terdorong untuk melakukan perbuatan baik, amar ma’ruf nahi munkar.

Semua kecenderungan itu tidaklah tercela, selama diupayakan melalui cara-cara yang dibolehkan syariat. Jika kecenderungan tersebut membuat manusia tenggelam pada kesibukannya dan melupakan Allah SWT, tentu itu tidak bisa dibenarkan.

Baca juga: Ayat dan Hadits tentang Hawa Nafsu serta Tahapan Melawannya dalam Islam

Macam-Macam Hawa Nafsu

Ilustrasi dalil Alquran tentang macam-macam nafsu. Foto: pixabay

Secara umum, macam-macam nafsu dibagi menjadi tiga jenis, yakni nafsu ammarah, nafsu lawwamah, dan nafsu mutmainnah. Dirangkum dari buku Penyakit-Penyakit Hati susunan Drs. Muhammad Hafiun (2022), berikut penjelasannya:

1. Nafsu lawwamah

Nafu lawwamah dimiliki oleh setiap Muslim yang masih awam. Nafsu ini seringkali membawa rasa penyesalan dalam diri. Misalnya setelah melakukan maksiat, seseorang akan merasa bersalah dan menyesal.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qiyamah ayat 3 yang artinya: “Dan aku bersumpah demi jiwa (nafsu) yang banyak menyesali (dirinya sendiri).”

2. Nafsu ammarah

Nafsu ammarah mendorong manusia untuk melakukan perbuatan jahat. Nafsu ini mampu menguasai seluruh jiwa dan raga karena mendapatkan dorongan kuat dari setan. Allah SWT berfirman:

“Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)

3. Nafsu mutmainnah

Nafsu mutmainnah membawa perasaan tenang, tentram, dan damai. Nafsu ini dimiliki oleh seorang Mukmin yang memiliki kedekatan khusus dengan Allah SWT. Dalam Surat Al-Fajr ayat 27-28, Allah berfirman: “Wahai jiwa yang tenteram, kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.”

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan syahwat?
chevron-down

Secara umum, syahwat diartikan sebagai keinginan, kehendak, hasrat, dan selera.

Apa saja macam-macam nafsu?
chevron-down

Nafsu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu nafsu ammarah, nafsu lawwamah, dan nafsu mutmainnah.

Apa itu nafsu ammarah?
chevron-down

Nafsu yang dapat mendorong manusia untuk melakukan perbuatan jahat.