Perubahan Kecil yang Tidak Menimbulkan Dampak Luar Biasa dalam Manajemen Bisnis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konsep perubahan organisasi menjadi topik penting yang perlu dipelajari dalam kajian manajemen perusahaan modern. Perubahan ini dibedakan menjadi dua jenis, yakni perubahan operasional dan perubahan strategis. Masing-masing memberikan dampak yang berbeda terhadap kelangsungan suatu bisnis.
Secara teori, perbedaan mendasar antara kedua jenis perubahan tersebut terletak pada skala dan koordinasi yang dibutuhkan. Seperti apa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Perubahan-Perubahan Kecil yang Umumnya Tidak Menimbulkan Dampak yang Luar Biasa
Mengutip dari modul Manajemen Perubahan dan Pengembangan Universitas Esa Unggul oleh Desy Prastyani, perubahan kecil yang umumnya tidak menimbulkan dampak luar biasa terhadap divisi atau unit lain dalam perusahaan disebut sebagai perubahan operasional. Perubahan jenis ini bersifat parsial dan biasanya hanya menyentuh satu bagian tertentu dalam organisasi.
Beberapa contoh perubahan operasional dalam praktik bisnis meliputi:
Perubahan kemasan produk
Perubahan cara promosi
Penyesuaian teknis pada proses produksi harian
Modifikasi kecil pada layanan pelanggan
Perubahan tersebut umumnya tidak memerlukan koordinasi lintas divisi. Dampaknya pun dirasakan terbatas pada unit yang bersangkutan tanpa mengganggu keseluruhan operasional perusahaan.
Perbandingan dengan Perubahan Strategis
Berbeda dengan perubahan operasional, perubahan strategis berdampak luas dan memerlukan dukungan dari seluruh komponen perusahaan. Dikutip dari modul Manajemen Perubahan Universitas Paramadina yang disusun oleh Dr. Ahmad Azmy, perubahan strategis mencakup perubahan budaya perusahaan, perubahan arah bisnis, hingga perubahan cara kerja untuk meningkatkan efisiensi dan pendapatan.
Menurut teori yang dikemukakan Daft pada 2004, perubahan strategis cenderung bersifat radikal, sementara perubahan operasional dikategorikan sebagai perubahan incremental yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memelihara keseimbangan umum organisasi tanpa mengubah arah dasar perusahaan.
Sejumlah karakteristik yang membedakan kedua jenis perubahan tersebut di antaranya:
Cakupan dampak, operasional bersifat lokal sedangkan strategis bersifat menyeluruh.
Tingkat koordinasi, operasional minim koordinasi lintas unit sedangkan strategis membutuhkan dukungan seluruh divisi.
Durasi implementasi, operasional relatif singkat sedangkan strategis membutuhkan waktu lebih panjang.
Tingkat risiko, operasional cenderung rendah sedangkan strategis berpotensi memengaruhi keberlangsungan perusahaan.
Pemahaman terhadap kedua kategori perubahan ini dinilai penting bagi manajemen dalam menentukan pendekatan yang sesuai. Karena kesalahan dalam mengidentifikasi skala perubahan berpotensi menimbulkan respon tidak baik terhadap kondisi yang sedang dihadapi perusahaan.
Praktik pengelolaan perubahan operasional biasanya tidak melibatkan proses pengambilan keputusan yang rumit. Sebaliknya, perubahan strategis membutuhkan analisis mendalam dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar penerapannya berjalan efektif.
(FHK)
Baca juga: Revitalisasi Sekolah 2026 Diperluas dengan Target Baru, Ini Kriterianya!
