Konten dari Pengguna

Rukun Khutbah Idul Adha, Syarat, dan Tata Caranya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rukun khutbah Idul Adha perlu dipenuhi agar umat Islam dapat melaksanakannya sesuai dengan ketentuan yang ada. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Rukun khutbah Idul Adha perlu dipenuhi agar umat Islam dapat melaksanakannya sesuai dengan ketentuan yang ada. Foto: Pexels.com

Rukun khutbah Idul Adha perlu dipahami setiap Muslim agar dilaksanakan sah di mata Allah. Tentu saja, rukun tersebut harus dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Khutbah Idul Adha adalah bagian dari pelaksanaan salat Id yang diamalkan umat Islam pada hari raya Idul Adha. Khutbah disampaikan oleh khatib setelah menunaikan dua rakaat salat Id berjamaah.

Rukun Khutbah Idul Adha

Rukun khutbah Idul Adha pada dasarnya sama dengan khutbah salat Jumat. Foto: Pexels.com

Ali Musthafa Siregar dalam buku Fikih Puasa menjelaskan bahwa rukun khutbah Idul Adha pada dasarnya sama dengan khutbah salat Jumat, seperti membaca zikir, melantunkan pujian kepada Allah SWT, membaca sholawat, dan lainnya.

Mengutip buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Dr. Thariq Muhammad Suwaidan, rukun pelaksanaan khutbah untuk salat Id Idul Adha sebagai berikut:

  • Khatib disarankan untuk membaca zikir dalam khutbahnya, baik yang bersifat panjang maupun pendek, sebagai bentuk pengingat dan penghormatan kepada Allah.

  • Khatib perlu menyampaikan pesan yang mengingatkan tentang ancaman siksa neraka bagi yang melanggar perintah Allah sekaligus memberikan kabar gembira tentang surga bagi yang taat kepada-Nya.

  • Membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW pada kedua khutbah sebagai tanda penghormatan dan cinta kepada Rasulullah.

  • Pada khutbah pertama, khatib disarankan untuk membacakan ayat suci Al-Qur'an yang tidak hanya sekadar ayat pendek, tetapi mengandung makna mendalam atau pesan hukum yang relevan.

  • Pada khutbah kedua, khatib diharapkan untuk memberikan wasiat kepada jamaah agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

  • Membaca doa ukhrawi pada khutbah kedua yang berisi permohonan keselamatan dan keberkahan di dunia akhirat bagi umat Islam

Baca Juga: Penjelasan Apakah Khutbah Idul Adha Wajib Dilaksanakan

Syarat-Syarat Khutbah Idul Adha

Selain memenuhi rukun, umat Islam juga perlu mematuhi syarat-syarat pelaksanaan khutbah Idul Adha. Foto: Pexels.com

Selain rukun, umat Islam juga perlu mematuhi syarat-syarat pelaksanaan khutbah Idul Adha. Dr. Thariq Muhammad Suwaidan dalam buku yang sama menyebutkan bahwa syarat-syarat pelaksanaan khutbah Idul Adha yaitu:

  • Khutbah dapat disampaikan dalam bahasa lokal tanpa harus menggunakan bahasa Arab demi memudahkan pemahaman dan makna yang disampaikan kepada jamaah.

  • Kedua khutbah wajib disampaikan setelah pelaksanaan salat Id, bukan sebelumnya, agar jamaah dapat fokus pada pelaksanaan ibadah salat terlebih dahulu.

  • Khatib diwajibkan untuk menyampaikan khutbah dengan suara yang lantang dan keras, sehingga dapat didengar dengan baik oleh minimal 40 orang jamaah

Baca Juga: 5 Contoh Khutbah Idul Adha Mengenai Keutamaan Berkurban

Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Idul Adha

Ilustrasi salat Id Idul Adha. Foto: Pexels.com

Mengutip laman Laznas PPPA Daarul Qur'an, berikut tata cara pelaksanaan khutbah pada salat Idul Adha:

1. Khutbah Pertama

  • Khatib menghadap langsung ke arah jamaah

  • Khatib memulai dengan mengucapkan salam

  • Khatib mengumandangkan takbir sebanyak sembilan kali

  • Khatib membaca tahmid atau hamdalah

  • Khatib melafazkan selawat kepada Nabi dengan kalimat "Allahumma shalli‘ala sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad"

  • Khatib menyampaikan wasiat taqwa

  • Khatib memberikan nasihat tentang pentingnya ketakwaan, terutama terkait ibadah haji dan qurban

  • Khatib menutup khutbah pertama.

2. Khutbah Kedua

  • Khatib mengumandangkan takbir sebanyak tujuh kali

  • Khatib membaca tahmid atau hamdalah

  • Khatib melafazkan selawat Nabi

  • Khatib menyampaikan wasiat taqwa

  • Khatib membaca ayat suci Al-Qur’an

  • Khatib memanjatkan doa ampunan untuk umat Islam

  • Khatib membaca doa sapu jagat

  • Khatib menutup khutbah kedua dengan mengucapkan salam.

(SAI)