Rukun Khutbah Idul Adha, Syarat, dan Tata Caranya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rukun khutbah Idul Adha perlu dipahami setiap Muslim agar dilaksanakan sah di mata Allah. Tentu saja, rukun tersebut harus dijalankan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Khutbah Idul Adha adalah bagian dari pelaksanaan salat Id yang diamalkan umat Islam pada hari raya Idul Adha. Khutbah disampaikan oleh khatib setelah menunaikan dua rakaat salat Id berjamaah.
Rukun Khutbah Idul Adha
Ali Musthafa Siregar dalam buku Fikih Puasa menjelaskan bahwa rukun khutbah Idul Adha pada dasarnya sama dengan khutbah salat Jumat, seperti membaca zikir, melantunkan pujian kepada Allah SWT, membaca sholawat, dan lainnya.
Mengutip buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Dr. Thariq Muhammad Suwaidan, rukun pelaksanaan khutbah untuk salat Id Idul Adha sebagai berikut:
Khatib disarankan untuk membaca zikir dalam khutbahnya, baik yang bersifat panjang maupun pendek, sebagai bentuk pengingat dan penghormatan kepada Allah.
Khatib perlu menyampaikan pesan yang mengingatkan tentang ancaman siksa neraka bagi yang melanggar perintah Allah sekaligus memberikan kabar gembira tentang surga bagi yang taat kepada-Nya.
Membacakan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW pada kedua khutbah sebagai tanda penghormatan dan cinta kepada Rasulullah.
Pada khutbah pertama, khatib disarankan untuk membacakan ayat suci Al-Qur'an yang tidak hanya sekadar ayat pendek, tetapi mengandung makna mendalam atau pesan hukum yang relevan.
Pada khutbah kedua, khatib diharapkan untuk memberikan wasiat kepada jamaah agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Membaca doa ukhrawi pada khutbah kedua yang berisi permohonan keselamatan dan keberkahan di dunia akhirat bagi umat Islam
Baca Juga: Penjelasan Apakah Khutbah Idul Adha Wajib Dilaksanakan
Syarat-Syarat Khutbah Idul Adha
Selain rukun, umat Islam juga perlu mematuhi syarat-syarat pelaksanaan khutbah Idul Adha. Dr. Thariq Muhammad Suwaidan dalam buku yang sama menyebutkan bahwa syarat-syarat pelaksanaan khutbah Idul Adha yaitu:
Khutbah dapat disampaikan dalam bahasa lokal tanpa harus menggunakan bahasa Arab demi memudahkan pemahaman dan makna yang disampaikan kepada jamaah.
Kedua khutbah wajib disampaikan setelah pelaksanaan salat Id, bukan sebelumnya, agar jamaah dapat fokus pada pelaksanaan ibadah salat terlebih dahulu.
Khatib diwajibkan untuk menyampaikan khutbah dengan suara yang lantang dan keras, sehingga dapat didengar dengan baik oleh minimal 40 orang jamaah
Baca Juga: 5 Contoh Khutbah Idul Adha Mengenai Keutamaan Berkurban
Tata Cara Pelaksanaan Khutbah Idul Adha
Mengutip laman Laznas PPPA Daarul Qur'an, berikut tata cara pelaksanaan khutbah pada salat Idul Adha:
1. Khutbah Pertama
Khatib menghadap langsung ke arah jamaah
Khatib memulai dengan mengucapkan salam
Khatib mengumandangkan takbir sebanyak sembilan kali
Khatib membaca tahmid atau hamdalah
Khatib melafazkan selawat kepada Nabi dengan kalimat "Allahumma shalli‘ala sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad"
Khatib menyampaikan wasiat taqwa
Khatib memberikan nasihat tentang pentingnya ketakwaan, terutama terkait ibadah haji dan qurban
Khatib menutup khutbah pertama.
2. Khutbah Kedua
Khatib mengumandangkan takbir sebanyak tujuh kali
Khatib membaca tahmid atau hamdalah
Khatib melafazkan selawat Nabi
Khatib menyampaikan wasiat taqwa
Khatib membaca ayat suci Al-Qur’an
Khatib memanjatkan doa ampunan untuk umat Islam
Khatib membaca doa sapu jagat
Khatib menutup khutbah kedua dengan mengucapkan salam.
(SAI)
