Konten dari Pengguna

Satria Wirang Artinya Apa? Ini Penjelasannya Menurut Weton

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Satria Wirang Artinya Apa? Ini Penjelasannya Menurut Weton. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Satria Wirang Artinya Apa? Ini Penjelasannya Menurut Weton. Foto: Pexels

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, satria wirang artinya berkaitan dengan weton. Lilik Purwantieton menjelaskan dalam buku Weton: Penentu Praktik Manajemen Laba bahwa weton merupakan gabungan antara hari lahir dan hari pasaran.

Sebagian orang Jawa percaya bahwa weton dapat memengaruhi kehidupan seseorang di masa depan. Dengan kata lain, masa depan seseorang bisa diramal menggunakan weton, termasuk pekerjaan yang cocok, jodoh, kesehatan, dan lain-lain.

Selain itu, perilaku atau kepribadian seseorang juga dapat diprediksi melalui perhitungan weton. Jadi, kedudukan weton dalam masyarakat Jawa hampir mirip seperti horoskop di zaman modern.

Arti Satria Wirang

Satria Wirang Artinya Apa. Foto: Pexels

Mengutip buku Kitab Primbon Jawa Serbaguna yang ditulis R. Gunasasmita, Satria Sirang adalah orang yang dapat bertahan menghadapi segala masalah atau cobaan hidup.

Satria Wirang juga merujuk pada seseorang yang selalu terhina atau direndahkan banyak orang. Tapi ternyata, orang tersebut ditakdirkan untuk sukses dan dilimpahi kekayaan di masa depan.

Perlu dipahami bahwa tidak semua orang yang direndahkan lalu sukses dapat dijuluki sebagai Satria Wirang. Pasalnya, julukan ini tetap berkaitan dengan perhitungan weton seseorang.

Baca Juga: Arti Lakuning Lintang dalam Weton Jawa dan Karakteristiknya

Bagaimana Cara Mengetahui Weton Satria Wirang?

Bagaimana Cara Mengetahui Weton Satria Wirang. Foto: Unsplash

Sebagaimana yang sudah disebutkan, untuk mengetahui weton yang dinaungi Satria Wirang, ada perhitungan tertentu yang harus dilakukan. Perhitungan ini melibatkan penjumlahan nilai-nilai hari biasa dan hari pasaran. Berikut daftar nilai untuk hari biasa:

  • Minggu = 3

  • Senin = 4

  • Selasa = 5

  • Rabu = 6

  • Kamis = 7

  • Jumat = 1

  • Sabtu = 2

Sementara nilai untuk hari pasaran sebagai berikut:

  • Kliwon = 1

  • Legi = 2

  • Pahing = 3

  • Pon = 4

  • Wage = 5

Aturan perhitungannya adalah dengan menjumlahkan nilai hari biasa dengan nilai hari pasaran, kemudian dibagi 7. Sebagai contoh, ada seseorang yang lahir dengan weton Rabu Kliwon, maka dia harus menjumlahkan nilai 6 (Minggu) dengan 1 (Kliwon) yang hasilnya adalah 7.

Setelah itu, nilai 7 itu dibagi lagi dengan 7 yang hasilnya adalah 1. Nah, hasil atau sisa pembagian inilah yang akan menentukan apakah suatu weton dinaungi Satria Wirang atau tidak. Berikut rincian penentuannya:

  • Jika sisa 1 artinya Segara Wasesa, yaitu orang yang suka berbuat kebaikan dan dikaruniai banyak rezeki.

  • Jika sisa 2 artinya Tunggak Semi, yaitu orang yang pandai mengatur keuangan dan akan selalu memiliki rezeki yang berkecukupan.

  • Jika sisa 3 artinya Satriya Wibawa, yaitu orang yang selalu mendapatkan keberuntungan.

  • Jika sisa 4 artinya Sumur Sinaba, yaitu orang yang dapat menjadi pengayom sehingga sering dijadikan tempat berkeluh kesah.

  • Jika sisa 5 artinya Bumi Kapetak, yaitu orang yang tekun dan pekerja keras sehingga cocok menjadi petani.

  • Jika sisa 6 artinya Satria Wirang, yaitu orang yang dapat bertahan menghadapi segala cobaan hidup

  • Jika sisa 7 artinya Lebu Katiap Angin, yaitu orang yang selalu merasa kekurangan dan kerap berpindah untuk mencari tempat yang cocok.

Perlu dicatat, apabila pejumlahan nilai hari biasa dan hari pasaran lebih kecil dari 7, maka hasil pembagiannya disamakan dengan hasil penjumlahan.

Sebagai contoh, orang yang lahir pada Jumat Kliwon memiliki hasil penjumlahan 2. Angka 2 tidak bisa dibagi dengan 7. Dengan demikian, dia dianggap memiliki sisa 2.

(DEL)