Sejarah Kodifikasi Hadits, Latar Belakang, dan Perkembangannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbeda dengan Alquran yang telah resmi dibukukan sejak masa Khalifah Abu Bakar as-Siddiq, hadits-hadits Rasulullah belum dihimpun dengan pembukuan resmi, melainkan masih terjaga di hati para sahabat. Penghimpunan hadits itulah yang dikenal dengan istilah kodifikasi hadits.
Kodifikasi hadits dapat didefinisikan sebagai penghimpunan catatan-catatan hadits Nabi dalam mushaf. Kegiatan penghimpunan hadits ini dilakukan secara mandiri oleh masing-masing ahli hadits.
Hadits-hadits Nabi umumnya dihimpun berdasarkan masalah yang dikemukakan dan bobot kualitasnya. Lantas, bagaimana sejarah kodifikasi hadits dan latar belakangnya?
Baca juga: Pengertian dan Sejarah Perkembangan Ulumul Hadits
Sejarah Kodifikasi Hadits dan Latar Belakangnya
Mengutip jurnal Peran Umar Ibn Abdul Aziz dalam Kodifikasi Hadis oleh M. Chalis Syamsuddin, masa kodifikasi hadits terbagi menjadi dua, yakni kodifikasi hadits yang bersifat pribadi (tadwin al-syakhshiy) dan yang bersifat resmi (tadwin al-rasmiy).
Kodifikasi hadits yang bersifat pribadi sudah dimulai sejak masa Rasul. Namun, saat itu belum menjadi kebijaksanaan pemerintah secara resmi. Sedangkan, kodifikasi hadits secara resmi baru dimulai ketika pemerintahan dipegang oleh Umar bin Abdul Aziz.
Dijelaskan dalam buku Ilmu Memahami Hadits Nabi; Cara Praktis Menguasai Ulumul dan Musthalal Hadits oleh KH. M. Ma'shum Zein, MA., kodifikasi hadits oleh Umar bin Abdul Aziz tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa hal, seperti:
Banyak penghafal hadits yang meninggal dunia, baik karena sudah lanjut usia maupun gugur sebagai pahlawan perang.
Alquran sudah berkembang luas dalam masyarakat dan telah dikumpulkan menjadi mushaf, sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi hadits bercampur dengan Alquran.
Islam mulai melebarkan syiarnya melampaui jazirah Arab, sehingga hadits semakin diperlukan untuk menjelaskan Alquran.
Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, saat Lembaga Kodifikasi Hadits sudah terbentuk, khalifah menginstruksikan para pejabat pemerintahan untuk meneruskan upaya penulisan hadits.
Beberapa pejabat itu yakni Muhammad bin Syihab az-Zuhriy dan Abu Bakar bin Hazm yang ditugaskan menemui Amrah binti Abdurrahman al-Anshariy (murid kepercayaan Siti Aisyah) dan Al-Qasim bin Abu Bakar. Namun, hasilnya masih kurang lengkap.
Usaha penulisan hadits itu lalu diteruskan lagi oleh para ahli hadits lain, terutama di pertengahan abad ke-2. Upaya ini bersamaan dengan kegiatan ulama di bidang lain seperti fiqh dan kalam yang juga melakukan penghimpunan ilmu pengetahuan sesuai bidang keahliannya masing-masing.
Baca juga: Takhrij Hadits: Pengertian, Tujuan, Pembagian Metode, dan Sejarah Singkatnya
Perkembangan Kodifikasi Hadits
Mengutip jurnal Metode Syaykh Muhammad Yasin Al-Fadani Al-Makki dalam Penyusunan Kitab Hadits Al-Arba’un Al-Buldaniyyah oleh Faisal Muqrabi, masa keemasan kodifikasi hadits terjadi pada abad ke-3 Hijriah. Ini ditandai dengan beberapa ulama Huffazh dan pemuka-pemuka perawi yang ikut menyusun kitab-kitab hadits.
Pada masa itu pula para ulama rela bepergian jauh untuk mencari hadits Rasulullah, menyusun kitab tentang ilmu Rijal al-Hadits, serta membukukan hadits-hadits Nabi. Alhasil, di masa ini muncullah karya-karya yang berkaitan dengan ilmu hadits, seperti Jarh wa Ta’dil dan ilmu Tarikkh ar-Ruwath.
Kemudian pada abad ke-4, ulama mengikuti usaha pendahulu mereka dalam berkhidmat kepada sunnah Nabi SAW. Fase ini dinamakan fase pemeliharaan hadits-hadits Nabi dan pengumpulan hadits Nabi secara utuh.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa latar belakang kodifikasi hadits?

Apa latar belakang kodifikasi hadits?
Salah satunya karena banyak penghafal hadits yang meninggal dunia.
Apa itu kodifikasi hadits?

Apa itu kodifikasi hadits?
Kodifikasi hadits dapat didefinisikan sebagai penghimpunan catatan-catatan hadits Nabi dalam mushaf.
Kapan kodifikasi hadits secara resmi dilakukan?

Kapan kodifikasi hadits secara resmi dilakukan?
Kodifikasi hadits secara resmi baru dimulai ketika pemerintahan dipegang oleh Umar bin Abdul Aziz.
