Syarat Masuk Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan Jenis Tes yang Dilakukan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) adalah sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN). Sekolah yang berlokasi di kawasan Bogor, Jawa Barat ini berdiri sejak tahun 2004 untuk menyiapkan taruna intelijen yang terampil dan berkualitas.
Selain mempelajari mata kuliah umum seperti ekonomi, politik, hukum, dan sosial, taruna/i STIN tentu akan mendapatkan ilmu keintelijenan sesuai jurusan yang diambil. Nantinya, lulusan STIN otomatis akan menjadi anggota BIN.
Sama seperti sekolah kedinasan lainnya, ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi calon taruna/i jika ingin mengenyam pendidikan di STIN. Penerimaan taruna/i baru di STIN juga dilakukan melalui serangkaian tes.
Apa saja syarat daftar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan jenis tes yang diujikan dalam proses seleksinya?
Apa Saja Syarat Masuk STIN?
Selain persyaratan umum, terdapat persyaratan administrasi berupa berkas-berkas yang wajib diserahkan peserta seleksi STIN. Berikut rincian persyaratan selengkapnya yang dikutip dari laman resmi Penerimaan Taruna Baru Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Persyaratan Umum
1. WNI (laki-laki/perempuan).
2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
4. Tidak pernah terlibat tindak pidana.
5. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
6. Berpendidikan minimal SMA/SMK/MA (bukan lulusan paket C) dengan nilai rata-rata ijazah/rapor sesuai ketentuan.
7. Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Direktorat Sekolah Menengah Atas Dirjen Paud, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
8. Belum pernah menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
9. Belum pernah melahirkan (perempuan) dan belum pernah punya anak biologis (laki-laki).
10. Tidak bertato dan/atau memiliki bekas tato.
11. Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh yang tidak lazim (perempuan).
12. Tidak bertindik dan/atau memiliki bekas tindik pada bagian tubuh manapun (laki-laki).
13. Sehat jasmani, rohani dan tidak pernah mengalami patah tulang.
14. Apabila berkacamata, maksimal ukuran 1 baik + (plus) atau - (minus).
15. Tidak buta warna.
16. Tinggi badan minimal (berat badan seimbang menurut ketentuan berlaku)
Laki-Laki: 165 cm
Perempuan: 160 cm
17. Usia minimal 22 tahun (dibuktikan dengan Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir).
18. Mendapatkan persetujuan orangtua atau wali yang dibuktikan dengan surat pernyataan orangtua/wali.
19. Peserta seleksi penerimaan Taruna/i STIN tidak dipungut biaya kecuali biaya mengikuti SKD.
20. Laki-Laki/Perempuan, bukan personel/mantan personel TNI/Polri/PNS.
21. Tidak pernah mengikuti pendidikan pembentukan personel TNI/Polri/PNS.
22. Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak dinyatakan lulus pendidikan STIN.
23. Memperoleh persetujuan dari orang tua / wali yang sah secara hukum.
24. Tidak sedang terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain.
25. Bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan.
26. Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan
Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan pembentukan Taruna/i STIN.
Baca juga: 9 Sekolah Ikatan Dinas di Indonesia, Ada PKN STAN hingga Poltekip
Persyaratan Administrasi
Surat Izin Orang Tua/Wali.
Fotocopy ijazah/Surat Keterangan Lulus
Pas Foto dengan ketentuan.
Pasfoto 4x6 (1 buah) berlatar merah untuk putra dan biru untuk putri.
Foto berwarna seluruh badan ukuran postcard (pakaian putih dengan bawahan hitam bahan) tampak depan, tampak samping kanan kiri dan tampak belakang
Fotocopy Akta Kelahiran/Surat Keterangan Kelahiran/Kenal Lahir, Kartu Keluarga (KK) dan Kartu BPJS.
Tes Apa Saja untuk Masuk STIN?
Secara garis besar, ada tiga tahapan seleksi pada ujian masuk STIN, yaitu:
1. Seleksi Administrasi
Pada tahap ini, berkas-berkas yang diserahkan peserta akan diseleksi secara menyeluruh untuk memastikan dokumen tersebut sudah lengkap dan sesuai persyaratan. Jika sesuai, peserta akan melanjutkan seleksi ke tahap berikutnya, yaitu SKD.
2. Seleksi Tingkat Daerah
Tahapan ini terdiri dari:
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yaitu tes yang dilakukan untuk menilai kesesuaian kompetensi peserta dengan standar kompetensi di STIN. SKD terdiri dari tiga materi soal, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) daerah, meliputi Tes Psikologi Daerah, Tes Kesehatan Daerah, dan Tes Kesamaptaan Jasmani Daerah.
3. Seleksi Tingkat Pusat
Tahapan ini terdiri dari:
SKB Pusat, meliputi Tes Psikologi Pusat, Tes Kesehatan Pusat, Tes Kesamaptaan Jasmani Pusat, dan Tes Pendalaman Mental Ideologi (MI).
Seleksi pantukhir (pemantauan akhir), yaitu seleksi dilakukan untuk memantau perkembangan peserta sebelum diterima di STIN.
Baca juga: 4 Pilihan Sekolah Kedinasan untuk Jurusan IPA Terbaik
Berapa Biaya Masuk Sekolah Tinggi Intelijen Negara?
Seluruh biaya pendidikan taruna/i selama kuliah di STIN ditanggung oleh pemerintah. Taruna/i tidak dikenai biaya apa pun kecuali biaya tes SKD sebesar Rp50.000 (tahun 2023).
Masa pendidikan di STIN adalah empat tahun. Selama menjalani pendidikan, taruna/i STIN akan mendapatkan konsumsi dan seragam, tinggal di asrama, serta berbagai fasilitas akademik maupun non akademik, seperti:
Perpustakaan
Laboratorium bahasa
Laboratorium cyber
Laboratorium intelligence device
Laboratorium tembak bawah tanah
Pusat kebugaran
Stadion sepak bola
Poliklinik
Auditorium
Pendaftaran STIN 2023 sendiri telah ditutup pada 30 April 2023. Proses seleksi akan dilanjutkan dengan pelaksanaan SKD yang dijadwalkan berlangsung pada Mei-Juni 2023.
(ADS)
Baca juga: Daftar Sekolah Kedinasan di Indonesia Jurusan IPS untuk Lulusan SMA Sederajat
Frequently Asked Question Section
STIN apakah kedinasan?

STIN apakah kedinasan?
Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) adalah sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara (BIN).
Berapa lama pendidikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara?

Berapa lama pendidikan Sekolah Tinggi Intelijen Negara?
Masa pendidikan di STIN adalah empat tahun.
Berapa biaya Sekolah Tinggi Intelijen Negara?

Berapa biaya Sekolah Tinggi Intelijen Negara?
Seluruh biaya pendidikan taruna/i selama kuliah di STIN ditanggung oleh pemerintah.
