Syarat Tabligh beserta Perbedaannya dengan Khutbah dan Dakwah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syarat tabligh perlu diketahui oleh umat Islam yang ingin menyebarkan ilmu dan pengetahuan tentang agama Islam. Hal ini sesuai dengan seruan untuk fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Kegiatan tabligh merupakan salah satu perwujudan dari surat Ali Imran ayat 110, yang artinya mengajak manusia untuk menyuruh kepada yang ma’ruf atau baik, dan mencegah dari yang munkar atau buruk. Perilaku ini adalah wujud iman kepada Allah SWT.
Tabligh berbeda dengan dakwah dan khutbah. Ketiganya sama-sama kegiatan untuk mengajak umat manusia melakukan kebaikan sesuai syariat Islam. Namun, ketiga istilah ini memiliki syarat dan landasan nilai yang berbeda.
Syarat Tabligh
Secara bahasa, tabligh artinya menyampaikan. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam Kelas XI SMA/SMK terbitan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, tabligh adalah memberitahukan pesan atau ceramah secara lisan atau perkataan.
Tabligh juga bermakna ceramah yang tidak disertai dengan rukun seperti khutbah. Dalil tentang tabligh tercantum dalam surat Al-Ahzab ayat 39. Ayatnya berbunyi sebagai berikut:
ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا
Arti: “(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan”.
Tabligh memiliki ketentuan tersendiri yang berbeda dari dakwah dan khutbah. Di bawah ini adalah syarat tabligh:
Tabligh dilakukan dengan cara yang sopan, lemah lembut, tidak kasar, dan tidak merusak.
Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh jamaahnya.
Mengutamakan musyawarah dan berdiskusi untuk memperoleh kesepakatan bersama.
Materi tabligh yang disampaikan harus mempunyai rujukan yang kuat dan jelas sumbernya.
Disampaikan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, sejalan dengan situasi dan kondisi yang mengitarinya, termasuk aspek psikologis dan sosiologis para jamaahnya.
Tidak menghasut orang lain untuk bermusuhan, berselisih, merusak, dan mencari-cari kesalahan orang lain.
Setiap orang yang sudah memilih profesi tabligh, harus benar-benar menata kepribadiannya. Hal ini bertujuan supaya pihak lain yang menjadi objek tabligh tertarik dan bersedia ikut dengan hati yang ikhlas.
Baca juga: Hukum Boikot dalam Islam, Ini Penjelasan Ulama
Perbedaan Dakwah dan Khutbah
Cara lain untuk mengajak manusia pada kebaikan adalah melalui khutbah dan dakwah. Seperti tabligh, dakwah dan khutbah juga memiliki makna tersendiri.
Dirangkum dari buku yang sama, dakwah adalah setiap kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak, dan memanggil orang atau kelompok orang untuk beriman kepada Allah SWT sesuai dengan ajaran akidah atau keimanan, syariah atau hukum, dan akhlak Islam.
Sementara itu, khutbah artinya menyampaikan pesan tentang takwa sesuai dengan perintah Allah SWT dengan syarat dan rukun tertentu.
Khutbah biasanya disampaikan dalam suatu ibadah. Misalnya, khutbah setelah salat Jumat, salat Idul Fitri dan Idul adha, serta setelah akad nikah.
(TAR)
Baca juga: Makna Pahlawan dalam Islam dan Kedudukannya di Sisi Allah SWT
