Tabel Periodik Unsur Kimia: Pengertian, Klasifikasi, dan Cara Membacanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Unsur-unsur kimia diklasifikasikan dalam suatu sistem yang disebut sistem periodik. Agar lebih mudah dipelajari, klasifikasi unsur tersebut disusun dalam bentuk tabel. Tabel inilah yang dikenal dengan tabel periodik unsur kimia.
Mengutip buku Kimia Itu Asyik untuk SMA Kelas XI tulisan Sura Kitti, tabel periodik unsur kimia disusun oleh Dmitri Mendeleev, seorang ahli kimia dari Rusia.
Mendeleev mengumpulkan data-data tentang unsur dalam bentuk kartu. Kartu-kartu tersebut kemudian diurutkan sesuai kenaikan massa atom secara periodik dan disusun hingga membentuk tabel.
Melalui tabel periodik, Mendeleev mampu memprediksi unsur-unsur yang belum ditemukan saat itu. Untuk memahami lebih jauh apa itu tabel periodik unsur kimia, simak pengertian, klasifikasi, dan cara membacanya berikut ini.
Pengertian Tabel Periodik Unsur Kimia
Dijelaskan dalam buku Memahami Unsur, Senyawa, dan Campuran karangan Novita Fardhilah, S.Pd., tabel periodik unsur kimia adalah tabel yang berisi identitas unsur yang dikemas secara berkala dalam bentuk periode dan golongan berdasarkan kemiripan sifat unsur-unsurnya.
Sebelum disusun oleh Dmitri Mendeleev, tabel periodik sejatinya mengalami beberapa perubahan. Unsur-unsur dikelompokkan secara bertahap oleh beberapa ahli seperti Johan Wolfgang Dobereiner dan John Newland.
Setelah itu, berkembanglah bentuk sistem periodik modern berupa tabel panjang yang sudah dimodifikasi. Tabel periodik inilah yang digunakan sampai sekarang dalam ilmu kimia untuk mengetahui nomor atom, konfigurasi elektron, juga mempelajari sifat setiap unsur serta keteraturannya.
Baca juga: Tabel Periodik Unsur, Ini 5 Golongan Unsur di Dalamnya!
Klasifikasi Tabel Periodik Unsur Kimia
Tabel periodik unsur kimia terdiri atas 8 golongan, 7 periode, dan empat blok. Berikut penjelasannya:
1. Golongan
Mengutip buku Belajar Kimia Secara Menarik untuk SMA/MA Kelas XI oleh Das Salirawati, dkk., golongan adalah kolom vertikal pada tabel periodik. Unsur-unsur yang terletak dalam satu golongan memiliki sifat kimia yang mirip. Golongan dikelompokkan menjadi 8 macam, yaitu:
Golongan IA (alkali), merupakan golongan yang semua unsurnya bersifat logam (kecuali hidrogen) dan sangat reaktif. Golongan ini meliputi unsur hidrogen (H), litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), cesium (Cs), dan fransium (Fr).
Golongan IIA (alkali tanah), meliputi unsur berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radon (Ra).
Golongan IIIA (aluminium), meliputi unsur boron (B), aluminium (Al), gallium (Ga), indium (in), dan thallium (Th).
Golongan IVA (karbon), meliputi unsur karbon (C), silikon (Si), germanium (Ge), timah (Sa), dan timbal (Pb).
Golongan VA (nitrogen), meliputi unsur nitrogen (N), fosfor (P), arsen (As), antimon (Sb), dan bismut (Bi).
Golongan VIA (kalkogen), meliputi unsur oksigen (O), belerang (S), selenium (Se), telurium (Te), dan polonium (Po).
Golongan VIIA (halogen), meliputi fluorin (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodium (I), astatin (As).
Golongan VIIIA (gas mulia), meliputi helium (He), neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Ra).
2. Periode
Kebalikan dari horizontal, periode merupakan bagian horizontal pada tabel periodik. Periode terdiri dari:
Periode 1, terdiri dari 2 unsur
Periode 2, terdiri dari 8 unsur
Periode 3, terdiri dari 8 unsur
Periode 4, terdiri dari 18 unsur
Periode 5, terdiri dari 18 unsur
Periode 6, terdiri dari 32 unsur
Periode 7, terdiri dari 23 unsur
3. Blok
Berdasarkan subkulit terakhir dalam konfigurasi elektron atom unsur, tabel periodik bisa dibagi menjadi empat blok, yaitu:
Blok-s, meliputi unsur-unsur yang elektron terakhirnya berada di subkulit s. Blok ini terdiri dari unsur golongan IA dan IIA.
Blok-p, merupakan unsur-unsur yang elektron terakhirnya berada di subkulit p. Blok-p terdiri dari golongan IIIA sampai VIIIA.
Blok-d, merupakan unsur-unsur yang elektron terakhirnya berada di subkulit d. Blok ini meliputi unsur-unsur transisi.
Blok-f, merupakan unsur-unsur yang elektron terakhirnya berada di subkulit f. Blok ini terdiri dari unsur-unsur transisi dalam, yaitu lantanida dan aktinida.
Baca juga: Apa Lambang Nomor Atom 31? Ini Jawabannya Menurut Tabel Periodik Kimia
Cara Membaca Tabel Periodik
Agar bisa mengidentifikasi unsur kimia dengan tepat, tabel periodik harus dibaca dengan cara tepat. Berikut penjelasannya:
1. Dari Kiri Atas ke Kanan Bawah
Pada tabel periodik, unsur-unsur kimia tersusun berdasarkan nomor atom. Tabel periodik dibaca dari kiri atas ke kanan bawah. Semakin ke kanan dan ke bawah, semakin besar nomor atom unsur tersebut.
2. Memahami Unsur Kimia
Setiap kotak di tabel periodik mewakili sebuah unsur kimia. Informasi di dalamnya mencakup:
Nama unsur, terletak di tengah kotak.
Simbol kimia, biasanya berupa singkatan dua huruf yang digunakan untuk mengidentifikasi unsur tersebut.
Nomor atom, terletak di atas simbol.
Massa atom, terletak di bawah simbol.
3. Mengenal Golongan Atom yang Memiliki Sifat Fisik Sama
Unsur-unsur dalam satu golongan memiliki sifat fisik dan kimia yang serupa. Misalnya, unsur-unsur dalam golongan IA merupakan logam alkali yang sangat reaktif, sedangkan golongan VIIIA adalah gas yang tidak reaktif.
4. Membedakan Logam, Semi Logam, dan Nonlogam
Berdasarkan sifat fisiknya, unsur-unsur dalam tabel periodik dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yaitu:
Logam: Konduktor panas dan listrik yang baik, memiliki kilauan logam, dan memiliki titik lebur tinggi. Contohnya besi, seng, emas, dan aluminium.
Semi logam: Memiliki sifat campuran antara logam dan non logam, contohnya boron, silikon, dan arsen.
Non logam: Kebalikan dari unsur logam, unsur non logam cenderung menjadi isolator panas dan listrik. Unsur-unsur ini memiliki struktur atom yang lebih kompleks dan berwujud gas atau padatan rapuh. Contohnya oksigen, nitrogen, belerang, klorin, dan fosfor.
Baca juga: Cara Menentukan Elektron Valensi dengan Konfigurasi Elektron dan Tabel Periodik
(ADS)
