Teks Debat: Pengertian, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks debat merupakan tulisan yang umum ditemui dalam kegiatan perdebatan. Teks ini memuat penyampaian ide secara logika dalam bentuk argumen disertai bukti-bukti yang mendukung bahasan dari masing pihak-pihak yang terlibat.
Secara umum, teks debat berisi adu argumentasi yang dilakukan dua pihak atau lebih, baik secara perorangan ataupun berkelompok. Teks ini memerlukan argumen yang berkualitas untuk disampaikan berdasarkan fakta dan pola pikir yang logis.
Agar lebih memahami seperti apa teks debat yang baik, simak pembahasan mengenai pengertian teks debat, ciri-ciri, perbedaannya dengan debat, kaidah kebahasaan, struktur, hingga cara membuatnya.
Apa yang Dimaksud dengan Teks Debat?
Apa perbedaan antara debat dan teks debat? Mengutip e-Modul Bahasa Indonesia Kelas X oleh Suharjono (2013: 17), debat adalah kegiatan pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu masalah atau isu dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Kegiatan debat melibatkan dua tim yang berlawanan, yaitu tim afirmasi (positif) dan tim oposisi (negatif). Kedua tim tersebut memperdebatkan mosi yang diajukan pemimpin debat. Mosi sendiri merupakan suatu sudut pandang atau topik yang diperdebatkan oleh peserta debat.
Secara formal, debat kerap digelar di institusi legislatif seperti parlemen, tapi juga bisa dilakukan di lembaga pendidikan seperti sekolah atau kampus. Debat berjalan sesuai dengan aturan jelas, hasil akhirnya dapat diambil melalui pemungutan suara atau keputusan juri.
Sementara itu, teks debat adalah suatu teks yang berisi adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah serta perbedaan.
Dapat disimpulkan, debat adalah kegiatan adu argumentasi, sedangkan teks debat adalah teks atau tulisan terstruktur yang dipakai dalam melakukan debat itu sendiri.
Teks debat memiliki ciri-ciri yang berfungsi agar mudah dikenali, yakni:
Terdapat dua sudut pandang atau kelompok, yaitu afirmasi (pihak pro dengan topik) dan oposisi (pihak yang kontra dengan topik).
Terdapat bagian saling mempertahankan pendapat antara kedua pihak.
Terdapat adu argumen yang bertujuan untuk mempertahankan pendapat dan memperoleh kemenangan.
Sementara itu, kegiatan debat dapat mendatangkan sejumlah manfaat, antara lain:
Melatih keberanian untuk mengemukakan pendapat.
Meningkatkan kemampuan untuk merespons suatu masalah akibat proses saling mempertahankan pendapat.
Melatih nilai karakter, misalnya tanggung jawab, toleransi, hingga keberanian.
Memantapkan pemahaman konsep terhadap materi.
Apa Kaidah Teks Debat?
Teks debat memiliki kaidah kebahasaan tersendiri sehingga berbeda dengan teks lainnya. Mengutip Debat: Sebuah Keterampilan dan Seni Berbicara oleh E. Y. Wimala, dkk. (2021: 15-16), adapun kaidah kebahasaan teks debat adalah sebagai berikut.
Sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).
Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat, harus tepat, serta hanya memiliki satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtun, dan tersaji sebagai kalimat efektif.
Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif).
Selain itu, karena debat termasuk dalam teks eksposisi, maka sebagian kaidah kebahasaan teks eksposisi juga berlaku, di antaranya:
Banyak menggunakan kata-kata hubung. Kata hubung adalah kata yang dapat menghubungkan kata dengan kata, kata dengan kalimat, hingga kalimat dengan kalimat. Contoh: selanjutnya, kemudian, jadi.
Menggunakan kata-kata kerja mental. Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan sikap seseorang terhadap suatu tindakan. Contoh: mengerti, memprihatinkan, menduga, mengetahui.
Menggunakan kalimat definisi, yaitu kalimat yang menjabarkan suatu pengertian, konsep, dan penjelasan. Contoh: adalah, yakni.
Menggunakan kata ganti orang. Kata ini dibutuhkan untuk mengganti sebutan nama orang. Contoh: saya, kami, mereka.
Menggunakan kata-kata perujukan. Contoh: menurut pendapat, berdasarkan data, merujuk pada pendapat.
Menggunakan kata-kata persuasif. Contoh: diharapkan, sebaiknya, hendaklah, perlu, harus.
Cara Membuat Teks Debat
Teks debat dibentuk oleh beberapa struktur yang membangun. Dengan adanya struktur inilah, teks debat dapat dibuat. Mengutip Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XII, XII oleh Tomi Rianto (2019: 54), berikut adalah struktur teks debat.
1. Pengenalan/Orientasi Isu
Pengenalan atau orientasi memuat isu atau topik yang akan diangkat untuk debat. Sebaiknya, topik yang dipilih bersifat aktual dan kontroversial. Ini dilakukan untuk melatih seseorang berpikir kritis dalam menghadapi argumen.
2. Rangkaian Argumen
Argumen merupakan struktur yang terdiri dari bukti-bukti atau pernyataan yang mampu mendukung bantahan. Argumen umumnya bersifat fakta dan berhubungan dengan topik yang sedang dibahas.
3. Kesimpulan
Kesimpulan memuat ungkapan penutup terhadap pernyataan pernyataan topik sesuai dengan posisinya. Bagian ini berasal dari rangkaian argumen yang disampaikan selama perdebatan berlangsung.
Setelah mengetahui struktur teks debat di atas, adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut.
Mengidentifikasi jenis debat sebelum membuat kerangka teks debat.
Menentukan topik atau isu yang akan diangkat untuk debat.
Menentukan definisi atau pembatasan topik debat.
Menerjemahkan topik dan definisi.
Mencari informasi atau melakukan riset dari sumber yang terpercaya, seperti jurnal dan teks akademis.
Mengelompokkan seluruh bukti dan data yang didapatkan melalui riset.
Menyusun rangkaian argumen berdasarkan data yang didapat. Mulailah dari menyusun kerangka perkenalan atau pendahuluan, lalu dilanjutkan dengan argumentasi utama.
Mencantumkan bukti yang relevan untuk menunjang rangkaian argumen.
Mengulangi proses yang sama untuk membuat kerangka setiap argumentasi.
Menyusun bantahan untuk menanggapi kemungkinan argumentasi yang disanggah.
Menyusun kemungkinan argumentasi dan sanggahan selanjutnya agar debat teratur.
Menyusun rencana kesimpulan yang akan diambil dalam debat.
Apa Saja Tata Cara dalam Debat?
Dalam kegiatan debat, terdapat ketentuan dan tata cara melakukan debat. Mengutip Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia oleh Unsa Maulana, dkk. (2021: 114), berikut urutan tata cara debat yang perlu dilakukan.
1. Peserta Debat
Debat diikuti oleh dua tim dan dipimpin oleh seorang moderator. Masing-masing tim bisa terdiri dari satu orang maupun lebih. Adapun moderator harus bersikap netral dengan tidak memihak tim manapun.
2. Perkenalan
Setiap tim diperkenankan untuk melakukan perkenalan diri selama 1-3 menit. Kemudian, moderator dapat menyebutkan tata tertib, sistem berlangsungnya debat, dan waktu dalam pelaksanaan debat.
3. Pembacaan Mosi
Moderator akan membacakan mosi, yaitu kalimat berisi pernyataan yang akan menjadi bahan perdebatan antara dua tim.
4. Penyampaian Argumentasi
Setelah mosi dibacakan, kedua tim baik yang pro (tim afirmasi) atau kontra (tim oposisi) dengan mosi tersebut akan menyampaikan argumentasinya masing-masing. Dalam penyampaian argumentasi ini, tidak dibolehkan terjadi interupsi. Artinya, setiap tim baru diperbolehkan berbicara sesuai waktu yang telah diberikan tanpa bisa disanggah oleh tim lain.
5. Pengambilan Kesimpulan
Debat diakhiri dengan pengambilan kesimpulan tentang pandangan dari kedua belah pihak terhadap mosi yang dilemparkan. Dalam suatu perlombaan, juri akan menentukan tim mana yang memenangkan debat.
Contoh Teks Debat
Berikut contoh teks debat yang dapat dijadikan referensi seperti dikutip dari Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X oleh Foy Ario (2018: 14-15).
Mosi:
Larangan memberikan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa
Tim Pro:
PR umumnya memberatkan siswa dan menyita waktu yang dimiliki siswa untuk bersosialisasi dengan anggota keluarga di rumah. Pada saat mengerjakan PR, siswa juga umumnya menyontek atau bekerja sama sehingga memberikan PR bagi siswa tidak efisien untuk dilakukan.
Tim Kontra:
PR adalah sarana bagi siswa untuk mengulang kembali pelajaran yang telah ia dapatkan di sekolah. Jika tidak mendapatkan PR, kebanyakan siswa tidak akan menyentuh buku-buku sekolah di rumah.
Dengan begitu, memberikan PR sama dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk melakukan review atas pelajaran. Karenanya, membuka buku pada saat mengerjakan PR tidaklah sama dengan mencontek.
Tim Pro:
Pada kenyataannya, kehidupan siswa tidaklah melulu soal pelajaran di sekolah. Siswa juga membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya serta anggota keluarga di rumah.
Adanya PR akan memberikan tekanan bagi siswa yang akhirnya merasa stres. Karena siswa pun akhirnya membuka buku saat mengerjakannya, PR menjadi tidak begitu fungsional.
Tim Kontra:
Ada banyak jenis PR yang dapat dipilih tenaga pendidik yang mengharuskan siswa untuk mengerjakannya sekaligus bersosialisasi, baik itu dengan teman sebayanya maupun dengan anggota keluarganya.
Dewasa ini, tenaga pendidik punya banyak akses terhadap sumber yang dapat memberikan variasi kegiatan atau soal dalam PR yang tidak akan menekan siswa. Karena PR dikerjakan dengan kebebasan mengakses sumber-sumber lain, maka nilai yang didapatkan siswa dari PR juga akan membantunya.
(GTT & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Debat?

Apa Itu Debat?
Debat adalah kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, secara perorangan atau kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.
Apa Itu Teks Debat?

Apa Itu Teks Debat?
Teks debat adalah tulisan yang membahas topik permasalahan dalam perdebatan.
Struktur Teks Debat

Struktur Teks Debat
Struktur teks debat terdiri dari pengenalan isu, argumen, dan kesimpulan.
