Urutan Tata Cara Debat yang Baik Lengkap dengan Tujuan dan Manfaatnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Debat merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh berbagai tingkatan masyarakat. Misalnya menjelang pemilihan presiden, akan diselenggarakan debat terbuka yang bisa ditonton seluruh rakyat. Debat juga kerap dijadikan ajang perlombaan dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debat diartikan sebagai pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Sedangkan menurut Henry Guntur Tarigan dalam buku Seni Debat dan Negosiasi, debat adalah suatu kegiatan saling beradu argumen antarpribadi atau antarkelompok manusia untuk menentukan baik dan tidaknya suatu usulan tertentu yang didukung oleh suatu pendukung dan disangkal oleh penyangkal.
Debat formal tidak dapat dilakukan sembarangan, melainkan ada urutan tata cara yang harus dipenuhi oleh para pesertanya. Seperti apa urutan tata cara debat? Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian artikel di bawah ini.
Urutan Tata Cara Debat
Berikut adalah urutan tata cara debat seperti yang dijelaskan oleh Kisyani Laksono dalam buku Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia.
1. Peserta Debat
Debat diikuti oleh dua tim dan dipimpin oleh seorang moderator. Masing-masing tim bisa terdiri dari satu orang maupun lebih. Adapun moderator harus bersikap netral dengan tidak memihak tim manapun.
2. Perkenalan
Setiap tim diperkenankan untuk melakukan perkenalan diri selama 1-3 menit. Kemudian moderator dapat menyebutkan tata tertib, sistem berlangsungnya debat, dan waktu dalam pelaksanaan debat.
3. Pembacaan Mosi
Moderator akan membacakan mosi, yaitu suatu kalimat berisi pernyataan yang akan menjadi bahan perdebatan antar dua tim.
4. Penyampaian Argumentasi
Setelah mosi dibacakan, kedua tim baik yang pro (tim afirmasi) atau kontra (tim oposisi) dengan mosi tersebut akan menyampaikan argumentasinya masing-masing. Dalam penyampaian argumentasi ini, tidak dibolehkan terjadi interupsi. Artinya, setiap tim baru diperbolehkan berbicara sesuai waktu yang telah diberikan tanpa bisa disanggah oleh tim lain.
Argumentasi yang dikeluarkan juga tidak boleh menyimpang dari tema mosi, sesuai dengan fakta, akurat, dan dan dikemas secara logis. Dalam penyampaian argumentasi, kedua belah pihak harus saling menghormati pendapat satu sama lain, tidak mengeluarkan kata-kata kasar dan terpancing emosi.
5. Pengambilan Kesimpulan
Debat akan diakhiri dengan pengambilan kesimpulan tentang pandangan dari kedua belah pihak terhadap mosi yang dilemparkan. Dalam suatu perlombaan, juri akan menentukan tim mana yang memenangkan debat.
Tujuan dan Manfaat Debat
Ada pun tujuan dan manfaat debat, sebagaimana dijelaskan dalam buku Seni Debat dan Negosiasi: Trik Menaklukkan Orang Lain dengan Argumentasi dan Gaya Bicara karya Mira Fadilla, yaitu:
Untuk melatih mental dalam mengemukakan pendapat di depan orang banyak dan khalayak umum.
Untuk membuat seseorang berani mematahkan pendapat orang lain yang tidak sesuai dengan cara yang baik.
Untuk meningkatkan kemampuan dalam merespon sebuah masalah yang dijadikan topik perdebatan. Dengan melakukan debat, seseorang akan mengungkapkan pendapat secara langsung dengan menggunakan pemikiran, teori, dan landasan yang dia ketahui.
Untuk melatih diri menjadi seorang yang kritis terhadap sebuah permasalahan. Dengan sering mengikuti proses perdebatan, seseorang akan menampah ilmu dan pengetahuan tentang banyak hal dan teori dalam kehidupan.
Untuk menambah wawasan tentang pro dan kontra sebuah permasalahan. Ketika sering berada dalam sebuah proses perdebatan, Anda akan mengetahui banyak teori dan pro kontra dalam suatu masalah. Sehingga, dari debat inilah Anda akan menjadi orang yang pandai dalam mengatasi suatu permasalahan.
(NDA)
