Konten dari Pengguna

Teori Arab tentang Masuknya Islam ke Indonesia beserta Bukti Pendukungnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teori Arab tentang masuknya Islam ke Indonesia  Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teori Arab tentang masuknya Islam ke Indonesia Foto: Getty Images

Menurut sejarah, Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-7 atau 8. Penyebaran Islam ke Nusantara sendiri tak bisa dilepaskan dari praktik perdagangan yang berlangsung pada masa itu.

Mengutip Buku Pedoman Umum Pelajar Sejarah Rangkuman Inti Sari Sejarah Lengkap tulisan Tri Astuti, pedagang-pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India ikut andil dalam lalu lintas perdagangan yang menghubungkan Asia Barat, Asia Timur, dan Asia Tenggara.

Para pedagang tersebut tak semata-mata melakukan kegiatan dagang, tapi juga menetap di kota-kota pelabuhan dan membentuk perkampungan. Perkawinan yang terjadi antara warga setempat dan pedagang Muslim pun membuat Islam semakin menyebar luas.

Selain itu, Islam di Nusantara juga tersebar melalui pendidikan. Pendidikan dalam Islam dilakukan dalam pondok pesantren yang didirikan oleh guru agama, kiai, atau ulama.

Setelah menamatkan pelajarannya di pesantren, para santri akan kembali ke kampung halamannya masing-masing. Dari santri inilah Islam disosialisasikan di tengah masyarakat.

Cara penyebaran Islam di Indonesia memang sudah dibuktikan. Meski begitu, para ahli masih berselisih pendapat tentang bagaimana proses masuknya budaya dan agama Islam tersebut.

Alhasil, berbagai teori pun berkembang, salah satunya teori Arab. Lantas, bagaimana teori Arab tentang masuknya Islam ke Indonesia?

Baca juga: Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia: Teori, Bukti, dan Proses Penyebarannya

Teori Arab tentang Masuknya Islam ke Indonesia

Ilustrasi masuknya Islam ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Foto: Pixabay

Menurut teori Arab atau teori Makkah, proses masuknya Islam ke Indonesia berlangsung pada abad ke-7 Masehi. Dijelaskan dalam buku Modul Pembelajaran SMA Sejarah Indonesia Kelas X susunan Mariana, M.Pd, Islam dibawa oleh musafir Arab yang memiliki semangat untuk menyebarkan Islam ke seluruh belahan dunia.

Ada tiga bukti utama yang mendukung teori tersebut. Pertama, adanya perkampungan Islam di pantai barat Sumatera pada abad ke-7, tepatnya tahun 674. Hal itu mendukung pertimbangan bahwa pedagang Arab sudah mendirikan perkampungan di Kanton sejak abad ke-4.

Bukti kedua ada pada kehadiran Kerajaan Samudra Pasai yang menganut mazhab Syafi’i. Mazhab tersebut banyak memengaruhi bangsa Mesir dan Makkah, mazhab Hanafi yang mayoritas penganutnya bangsa Gujarat atau India.

Bukti ketiga, yaitu penggunaan gelar Al-Malik pada raja-raja Samudera Pasai. Ini dikatakan sebagai bukti sebab gelar tersebut hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir.

Teori Arab tentang masuknya Islam ke Indonesia tersebut didukung oleh beberapa tokoh, seperti Van Leur, Anthony H. Johns, Buya Hamka, Naquib al-Attas, T.W Arnold, Keyzer, M. Yunus Jamil, dan Crawfurd.

Menurut mereka, kekuasaan politik Islam sudah berdiri sejak abad 13. Artinya, masuknya Islam ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya, yakni abad ke-7. Mereka juga berpendapat bahwa bangsa Arab sendiri yang berperan besar terhadap proses penyebarannya.

Teori Arab dianggap sebagai teori yang paling kuat dibandingkan teori Gujarat, teori Persia, teori India, dan teori China. Kelemahannya adalah kurangnya fakta dan bukti yang menjelaskan peran bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di Indonesia secara detail.

(ADS)

Baca juga: Sejarah Masuknya Islam ke Nusantara Berdasarkan Teori Gujarat

Frequently Asked Question Section

Apa saja empat teori masuknya Islam ke Indonesia?

chevron-down

Teori Arab atau Makkah, teori China, teori Persia, dan teori Gujarat.

Apa saja bukti teori Arab?

chevron-down

Salah satunya adanya perkampungan Islam di pantai barat Sumatera.

Siapa saja tokoh yang mendukung teori Makkah?

chevron-down

Beberapa di antaranya Van Leur, Buya Hamka, dan T.W Arnold.