Tes Analogi BPS: Pengertian dan Contoh Soalnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tes analogi BPS (Badan Pusat Statistik) adalah salah satu tes kompetensi yang diujikan dalam rekrutmen mitra statistik BPS 2024. Rekrutmen ini terdiri dari empat tahap, yaitu pendaftaran, seleksi administrasi, tes kompetensi, dan pengumuman akhir.
Mitra statistik BPS merupakan tenaga kerja yang direkrut oleh BPS untuk menunjang kegiatan statistik di suatu wilayah. Nantinya, mitra statistik bertugas untuk membantu pengumpulan data dalam kegiatan survei BPS.
Rekrutmen calon mitra statistik BPS 2024 dijadwalkan berlangsung pada 1-30 November 2023. Peserta dapat melakukan pendaftaran melalui laman mitra.bps.go.id atau aplikasi SOBAT BPS.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni tes kompetensi. Tes kompetensi ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu tes matematika dasar, kemampuan numerik, logika, dan analogi padanan kata.
Tes kompetensi sangat menentukan kelulusan peserta. Karenanya, peserta harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk bisa lolos, salah satunya dalam persiapan tes analogi. Lantas, apa itu tes analogi BPS?
Pengertian Tes Analogi BPS
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analogi adalah persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan. Analogi disebut juga padanan hubungan kata.
Mengutip buku Sistem Kejar Semalam 100% Pasti Lulus Tes Masuk oleh Hermawnto Ary Sulijah, tes analogi adalah sebuah tes untuk mencari persamaan kelompok kata dari soal yang disajikan.
Dalam tes analogi BPS, soal yang disajikan berupa perbandingan dua kata atau lebih yang harus dicari persamaan arti dari kata-kata tersebut. Tes ini bertujuan untuk menggali sejauh mana peserta dapat melihat persamaan pola, fungsi, atau makna suatu kata.
Untuk mengerjakan tes analogi ini, diperlukan daya nalar yang kuat. Oleh sebab itu, peserta harus memiliki wawasan dan perbendaharaan kata yang luas.
Umumnya, tim penilai dalam tes analogi sangat memperhatikan seberapa jauh kemampuan daya nalar peserta dalam menjawab setiap soal. Hal ini akan menjadi acuan dan referensi bagi penyelenggara tes untuk mengukur wawasan dan daya nalar peserta.
Baca juga: Setelah Tes SKD Selanjutnya Apa? Ini Tahapannya
Contoh Soal Tes Analogi BPS
Untuk menjawab soal dalam tes analogi BPS, peserta harus berusaha menemukan "kata kunci" yang memiliki hubungan khusus atau spesifik terhadap kata-kata yang disajikan dalam soal.
Semakin khusus atau spesifik kata kunci yang digunakan, maka akan semakin mudah untuk menemukan hubungan yang paling sesuai.
Supaya lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh soal tes analogi BPS beserta jawabannya yang bisa dipahami:
1. Loteng : Tangga =
A. kepala : kaki
B. sungai : jembatan
C. kereta : rel
D. pohon : akar
E. kamar : pintu
Jawaban: E
Pembahasan:
Untuk menuju loteng, harus melewati tangga. Hal ini sama seperti untuk menuju kamar, harus melewati pintu.
2. ... : Gigi = Iga : ...
A. Kram : Keseleo
B. Liur : Darah
C. Geraham : Tulang
D. Gusi : Tengkorak
E. Urat : Tulang
Jawaban: C
Pembahasan:
Geraham adalah bagian dari gigi. Sementara iga adalah bagian dari tulang.
3. Secangkir : Kopi =
A. Sirih : Segagang
B. Sebilah : Air
C. Pasir : Segenggam
D. Sebilah : Pisau
E. Setangkai : Apel
Jawaban: D
Pembahasan:
Secangkir merupakan kata bantu untuk menyebut minuman dalam cangkir, misalnya kopi. Sementara sebilah merupakan kata bantu untuk menyebut pisau.
4. ... : Cinta = Marah : ...
A. Suka : Dendam
B. Rasa : Karakter
C. Peluk : Agresif
D. Cemburu : Benci
E. Pasangan : Musuh
Jawaban: D
Pembahasan:
Cemburu bisa terjadi karena adanya perasaan cinta, sebagaimana marah yang timbul karena adanya perasaan benci.
5. Abrasi : Hempasan = Reruntuhan : ...
A. Serpihan
B. Penghancuran
C. Kerusakan
D. Penghilangan
E. Pelemahan
Jawaban: B
Pembahasan:
Abrasi merupakan suatu hal yang terjadi karena adanya hempasan, sedangkan reruntuhan terjadi disebabkan adanya penghancuran.
(SFR)
