Konten dari Pengguna

TKDN: Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitungnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TKDN adalah salah satu aspek penting dalam supply chain ataupun rantai pasok di dalam negeri. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
TKDN adalah salah satu aspek penting dalam supply chain ataupun rantai pasok di dalam negeri. Foto: Pexels.com

TKDN adalah salah satu aspek penting dalam supply chain ataupun rantai pasok di dalam negeri. Lantas, apa itu TKDN?

TKDN adalah singkatan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri. TKDN sendiri merupakan aspek yang memberikan pengaruh penting pada proses pengadaan barang di masyarakat.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai TKDN, simak penjelasan mengenai pengertian TKDN, manfaat, dan cara perhitungannya, berikut ini.

Pengertian TKDN

TKDN adalah proporsi atau besaran kandungan yang berasal dari dalam negeri yang terkandung dalam suatu barang, jasa, atau gabungan dari keduanya. Foto: Pexels.com

Dikutip dari Hukum Pendirian Usaha Dan Perizinan karya Victorianus M.H. Randa Puang, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merujuk pada proporsi atau besaran kandungan yang berasal dari dalam negeri yang terkandung dalam suatu barang, jasa, atau gabungan dari keduanya.

TKDN mencerminkan sejauh mana suatu produk atau layanan terdiri dari komponen-komponen yang diproduksi di dalam negeri. TKDN sendiri memiliki beberapa komponen utama, yaitu TKDN untuk Barang, TKDN untuk Jasa, dan TKDN untuk gabungan Barang/Jasa.

Masing-masing komponen tersebut memiliki peran yang signifikan dalam menilai sejauh mana suatu produk atau layanan dapat dianggap sebagai produk dalam negeri.

TKDN sendiri merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang mendukung pertumbuhan industri lokal, mengurangi ketergantungan pada impor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global.

Baca Juga: Cara Menghitung Besarnya Nilai Ekspor dan Jenis-jenisnya

Manfaat Penerapan TKDN

Penerapan TKDN juga membantu dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor atau luar negeri. Foto: Pexels.com

Manfaat dari penerapan TKDN sangatlah beragam. Salah satunya adalah meningkatnya penggunaan produksi dalam negeri. Hal ini dapat menguntungkan industri dalam negeri, memperluas pangsa pasar lokal, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional.

Penerapan TKDN juga membantu mengurangi ketergantungan pada produk impor atau luar negeri. Dengan demikian, negara dapat menghemat devisa karena produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tanpa harus terus-menerus mengimpor barang atau jasa dari luar.

Selain itu, TKDN juga mendukung terbentuknya kemandirian dalam sektor industri. Dengan memprioritaskan penggunaan komponen dalam negeri, industri dapat mengembangkan kapasitas produksi sendiri, meningkatkan daya saing, dan menciptakan lapangan kerja.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Subsidi Motor Listrik

Cara Perhitungan TKDN

TKDN dihitung berdasarkan perbandingan antara harga barang jadi dikurangi harga komponen luar negeri terhadap harga barang jadi. Foto: Pexels.com

Berdasarkan Permenperin No. 25/2016 terkait cara menghitung TKDN, TKDN dihitung berdasarkan perbandingan antara harga barang jadi dikurangi harga komponen luar negeri terhadap harga barang jadi.

Adapun rumus yang bisa digunakan untuk menghitung TKDN adalah:

  • TKDN = Harga Barang Jadi−Harga Komponen Luar Negeri/Harga Barang Jadi × 100

Harga barang jadi dapat ditemukan dari penjual atau pemasok, atau dapat dihitung dari biaya produksi, yang meliputi biaya untuk bahan (material), tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik (factory overhead).

Berbeda dengan harga barang jadi, harga komponen luar negeri dapat ditemukan dari penjual atau pemasok, atau dapat dihitung berdasarkan persentase importasi dan harga komponen di pasar internasional.

Selain itu, TKDN juga dapat dihitung untuk gabungan barang dan jasa. Dalam kasus gabungan barang, TKDN dihitung berdasarkan persentase gabungan yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Itulah cara menghitung besaran TKDN. Penerapan TKDN sendiri diarahkan untuk memberikan insentif bagi pelaku industri dalam negeri, mendorong inovasi, dan membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

(SAI)