Urutan Pelaksanaan Haji Lengkap dari Awal sampai Akhir

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Urutan pelaksanaan haji penting dipahami umat Muslim yang hendak menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut. Jika tidak dilakukan dengan urutan yang tepat, ibadah haji yang dikerjakan seseorang tidak sah menurut hukum Islam.
Sebagai bagian dari rukun Islam, ibadah haji wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang siap secara fisik, mental, juga finansial. Hukum melaksanakan ibadah haji tertuang dalam Alquran surat Ali Imran ayat 97 yang artinya:
“...(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97)
Haji dimaknai sebagai ritual ibadah yang dikerjakan pada waktu yang telah ditetapkan dan dengan rangkaian kegiatan yang sudah ditentukan. Karena itu, umat Muslim perlu memahami bagaimana urutan pelaksanaan haji yang benar agar ibadahnya sah dan bernilai pahala.
Urutan Pelaksanaan Haji
Pelaksanaan haji diawali dengan ihram dan diakhiri dengan thawaf wada. Dirangkum dari buku Fikih Madrasah Aliyah Kelas X tulisan Harjan Syuhada dan Sungarso, berikut urutan pelaksanaan haji selengkapnya:
1. Ihram
Pada tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah haji memulai ibadahnya dengan ihram dari Miqat, yaitu dari Makkah atau arah kedatangan jamaah haji. Urutan pelaksanaan ihram adalah sebagai berikut:
Mandi sunnah
Wudhu
Mengenakan pakaian ihram
Mengerjakan sholat sunnah ihram
Membaca niat haji
Berangkat menuju Arafah dengan membaca talbiyah
2. Wukuf di Arafah
Setelah berihram, jemaah haji berangkat menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf dimulai setelah matahari tergelincir, yaitu pukul 12 siang. Ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan jemaah haji saat sedang wukuf, yaitu:
Sholat Dzuhur dan Ashar dengan cara qashar dan jamak’ di awal waktu.
Mendengarkan khutbah wukuf,
Memperbanyak doa dan dzikir.
Membaca Alquran.
Sholat Maghrib dan Isya dengan cara qashar dan jamak’ di awal waktu.
3. Mabit di Muzdalifah
Saat tengah malam telah datang, jemaah haji berangkat menuju Mina. Selama perjalanan, mereka wajib beristirahat sejenak di Muzdalifah, tempat yang terletak di antara Arafah dan Mina. Amalan itu disebut juga dengan mabit.
Mabit dilaksanakan sejak tengah malam sampai terbit fajar. Selama waktu tersebut, jemaah haji bisa mengerjakan beberapa amalan seperti membaca talbiyah, memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa, membaca Alquran, serta mencari kerikil untuk melempar jumrah.
Baca juga: 6 Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi: Ihram hingga Tertib
4. Melontar Jumrah Aqabah
Setelah bermalam di Muzdalifah, jemaah haji melanjutkan perjalanannya ke Mina untuk melempar jumrah aqabah dengan tujuh butir kerikil. Amalan ini dilakukan setelah fajar menyingsing atau siang hari pada tanggal 10 Dzulhijjah. Selain itu, mereka juga dapat melakukan amalan lainnya seperti menyembelih kurban.
5. Tahalul
Tahalul adalah melepaskan diri dari ihram setelah mengerjakan amalan-amalan haji. Tahalul dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan setelah selesai melontar jumrah aqabah dengan cara mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut.
Setelah tahalul pertama, jemaah boleh melakukan semua hal yang dilarang saat ihram kecuali berhubungan suami istri. Mereka kemudian dapat langsung menuju Makkah untuk melaksanakan beberapa amalan, seperti:
Mengerjakan thawaf ifadah dengan membaca talbiyah.
Mencium Hajar Aswad.
Mengerjakan sholat sunnah dua rakaat di dekat makam Ibrahim.
Berdoa di Multazam.
Mengerjakan sholat sunnah dua rakaat di Hijir Ismail
Mengerjakan sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
Setelah mengerjakan sa’i, jemaah melakukan tahalul kedua dengan cara menggunting sekurang-kurangnya tiga helai rambut. Tahalul kedua menandakan bahwa mereka telah benar-benar lepas dari ihram sehingga boleh mengerjakan larangan-larangannya, termasuk melakukan hubungan suami istri.
6. Mabit di Mina
Selanjutnya, jemaah haji kembali menuju Mina untuk mabit selama hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Setelah matahari tergelincir setiap hari tasyrik, mereka melontar jumrah ula, wusta, dan aqabah masing-masing sebanyak tujuh kali. Setelah itu, jemaah haji kembali ke Makkah dan seluruh rangkaian ibadah haji telah selesai.
7. Thawaf Wada
Sesudah mengerjakan semua rangkaian ibadah haji, jemaah haji kemudian mengerjakan thawaf wada atau thawaf perpisahan. Setelah itu, mereka diperbolehkan pulang ke kampung halamannya atau ke Madinah untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.
(ADS)
Baca juga: Batas Tempat Mengenakan Pakaian Ihram untuk Melaksanakan Ibadah Haji
Frequently Asked Question Section
Kapan pelaksanaan wukuf di Arafah?

Kapan pelaksanaan wukuf di Arafah?
Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, dimulai setelah matahari tergelincir yaitu pukul 12 siang.
Apa yang dimaksud dengan tahalul?

Apa yang dimaksud dengan tahalul?
Tahalul adalah melepaskan diri dari ihram setelah mengerjakan amalan-amalan haji.
Berapa malam menginap di Mina?

Berapa malam menginap di Mina?
Mabit di Mina dilaksanakan selama tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
