Waktu Terbaik Sholat Tahajud pada Sepertiga Malam Jam Berapa?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 9 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat tahajud merupakan salah satu ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi muslim yang menjalankannya. Lalu, sholat tahajud jam berapa yang terbaik untuk dilaksanakan?
Sebelum itu, perlu dipahami bahwa salat sunah tahajud dilaksanakan pada malam hari, yakni usai salat Isya sampai terbitnya fajar. Salat tahajud dilaksanakan setelah umat Islam tidur terlebih dahulu meski hanya sebentar.
Hal tersebut didasarkan pada riwayat Katsir bin Abbas dari sahabat al-Hajj bin Amr, ia berkata:
“Di antara kalian menyangka ketika melakukan salat di malam hari sampai Subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah salat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian salat setelah tidur. Itulah salatnya Rasulullah SAW”.
Adapun waktu terbaik untuk melaksanakan salat tahajud adalah sepertiga malam yang pertama, kedua, dan terakhir. Rasulullah bersabda:
“Kapan saja kita ingin melihat Nabi SAW salat malam, ketika itu pula kita pasti dapat melihatnya; dan kapan saja kita ingin melihat tidurnya Nabi SAW, di saat itu pula kita dapat melihatnya.” (HR. Ahmad AM, Bukhari, dan Nasai)
Lebih lengkapnya, mari simak penjelasan mengenai sholat tahajud di bawah ini!
Baca Juga: Bacaan Sholawat Nuridzati dan 5 Keutamaan Mengamalkannya
Apa Itu Sholat Tahajud?
Secara bahasa, sholat berarti “doa”, sedangkan tahajud artinya terjaga setelah tidur. Sehingga, sholat tahajud dapat diartikan sebagai sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari dan dilaksanakan sesudah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar.
Di sisi lain, Adnan Tarsyah dalam buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, dan Dhuha (2016) mendefinisikan sholat tahajud sebagai sholat yang dikerjakan pada malam hari usai sholat Isya sampai terbitnya fajar dan sesudah bangun tidur, meskipun bangun tidur untuk sholat tahajud hanya sebentar.
Mengutip buku Sholat Tahajud & Kebahagiaan tulisan Abd. Muqit, sholat tahajud memiliki dasar yang kuat dari al-Quran hingga Hadits, di antaranya:
1. QS. al-Israa’ : 79
“Dan pada sebahagian malam hari bershahalatlah tahajud kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,”
2. HR. Muslim: 1982
“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Rasulullah saw. Bersabda: “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat Fardhu, ialah shalat malam,”
3. HR. al-Bukhari: 1069
“Bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar ra, berkata; Ada seorang bertanya: “Wahai Rasulullah saw., bagaimana cara shalat malam?” Beliau saw. Menjawab: “Dua rakaat dua raka’at dan jika kamu khawatir masuk waktu Shubuh witirlah dengan satu raka’at,”
Baca Juga: Bacaan Doa setelah Sholat Fardhu 5 Waktu Sesuai Anjuran Rasulullah, Lengkap!
Waktu Menjalankan Sholat Tahajud
Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa waktu utama menunaikan ibadah salat tahajud adalah di waktu sepertiga malam. Namun, jam berapa tepatnya sepertiga malam tersebut?
1. Sepertiga malam pertama
Salat tahajud dapat dilaksanakan pada waktu sepertiga malam pertama. Mengutip buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap oleh Drs. Moh. Rifai, waktu salat tahajud yang pertama ini jatuh sesudah salat Isya, yaitu pada pukul 19.00 sampai pukul 22.00.
Meskipun belum memasuki dini hari, seorang muslim tetap harus tidur terlebih dahulu sebelum melakukan salat tahajud. Sebab jika dikerjakan tanpa tidur sebelumnya, ibadah tersebut bukan dianggap sebagai salat tahajud, tetapi hanya salat sunah umumnya, seperti witir dan sebagainya.
2. Sepertiga malam kedua
Sepertiga malam kedua jatuh pada pukul 22.00 sampai pukul 01.00. Waktu ini lebih utama dibanding sepertiga malam pertama. Pasalnya, waktu ini dipercaya memiliki fadilat dan keistimewaan tersendiri.
Ibadah ini termasuk amalan yang berat. Sebab, saat kebanyakan orang sedang terlelap dalam tidur, umat Islam justru dianjurkan bangun demi mengerjakan salat tahajud pada waktu utama. Selain itu, pada waktu ini lebih dianjurkan untuk mendapatkan keutamaannya.
“Barang siapa bangun (salat malam) dan membaca sepuluh ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Barang siapa bangun (salat malam dengan membaca seratus ayat maka ia akan dicatat sebagai orang-orang yang tunduk. Dan, barang siapa yang bangun (salat malam) dengan membaca seribu ayat maka dia akan dicatat sebagai muqanthirin (orang-orang yang mendapat pahala berlipat-lipat tak terhingga.” (HR. Abu Dawud)
3. Sepertiga malam terakhir
Sepertiga malam ketiga atau yang terakhir dimulai papda pukul 01.00 sampai masuknya waktu subuh. Di antara tiga waktu terbaik untuk salat tahajud, rentang waktu inilah saat yang paling utama.
Bukan tanpa alasan, sepertiga malam terakhir adalah sebaik-baiknya waktu beribadah. Pada waktu inilah yang dipercaya menjadi waktu mustajab untuk memanjatkan doa pada Allah SWT. Sebab, pada waktu tersebut Allah turun ke langit dunia untuk mendengarkan doa dari umat Islam yang menjalankan ibadah salat tahajud.
Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap malam Allah Swt. turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata,” Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang dia minta? Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya? Adakah hamba-Ku yang ber-istigfar, sehingga Aku ampuni dosanya?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: Bacaan Doa Allahumma Inna Nas Aluka Salamatan Fiddin dan Artinya
Hukum Sholat Tahajud
Mengutip dari laman almanhaj, hukum salat tahajud adalah salat sunah muakkadah yang berarti sunah yang sangat dianjurkan. Hukum salat sunah tersebut juga telah ditetapkan berdasarkan dalil Al-Qur'an, sunah Rasulullah, dan ijma’ para ulama.
Allah SWT telah berfirman dalam Surah Al-Isra mengenai salat tahajud, sebagai berikut:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
Artinya: “Dan pada sebahagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat ke tempat yang terpuji” (Al-Israa:79).
Kemudian, Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِيْ جَوْفِ اللَّيْلِ.
Artinya: “Salat yang paling utama setelah salat yang fardu adalah salat di waktu tengah malam,” (HR. Muslim: 11163,203).
Niat Sholat Tahajud
Bagi kamu yang ingin menjalankan ibadah salat sunah tahajud, tapi masih belum hafal niat salat yang harus dibaca. Mengutip dari buku Fasholatan Lengkap: Tuntunan Sholat Lengkap oleh Dzikrussyahadah, berikut adalah bacaan dari niat salat tahajud :
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat-Tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: "Saya berniat salat tahajud dua rakaat sunah, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."
Baca Juga: Doa untuk Orang yang Baru Menikah dalam Bahasa Arab
Tata Cara Sholat Tahajud
Dikutip dari buku yang berjudul Tata Cara Sholat Lengkap oleh Labib, hendaknya umat Islam sebelum tidur malam sudah memiliki niat di dalam hati untuk melaksanakan salat tahajud.
Setelah bangun tidur di malam hari, umat Islam dianjurkan untuk mengambil air wudu dan bersiap untuk melaksanakan salat tahajud. Selanjutnya berikut tata cara salat tahajud yang bisa kamu lakukan secara langsung:
Membaca niat
Mengucapkan takbir (Allahu Akbar) sembari mengangkat kedua tangan sampai daun telinga.
Membaca surah Iftitah (sunah) disusul membaca Al-Fatihah dan mebaca surah pendek Al-Qur'an yang telah dihafalkan.
Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kembali lalu bangkit dari sujud dan mengulang memnaca surah Al-Fatihah beserta surah pendek Alquran.
Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud, duduk tahiyat akhir dan salam.
Doa Sholat Tahajud
Berikut adalah doa sholat tahajud yang bisa dibaca usai melaksanakan sholat tahajud, seperti dikutip dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh, dan Dhuha (2016):
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqâ'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ'atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a'lantu, wa mâ anta a'lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: "Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah."
Keutamaan Sholat Tahajud
Salat tahajud menjadi salat sunah yang sangat dianjurkan, karena memiliki banyak keutamaan dan manfaatnya bagi muslim. Berikut ini keutamaan salat tahajud yang perlu kamu ketahui:
1. Salat Sunah yang Sangat Dianjurkan
Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, salat tahajud merupakan salat sunah yang paling utama dan menduduki peringkat teratas setelah salat wajib. Berikut dalil yang menyebutkan keutamaan salat tahajud:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْـدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah (berpuasa pada) bulan Allah yang mulia (Muharram) dan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat tahajud (salat malam). (HR. Muslim).
Dari hadis tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa salat tahajud sangat dianjurkan untuk dilakukan seorang muslim, bahkan Nabi Muhammad pun tidak pernah meninggalkan salat tahajud semasa hidupnya hingga beliau wafat.
2. Pendekatan Diri pada Allah
Dalam buku berjudul Shalat Tahajud Cara Rasulullah SAW: Sesuai Al Qur'an & Hadis (2015:20) dijelaskan bahwa salat tahajud merupakan salat sunah yang berat untuk dilakukan. Sebab, salat ini dikerjakan bertepatan dengan waktu istirahat manusia.
Oleh karena itu, tak heran jika salat tahajud memiliki banyak keutamaan bagi muslim yang menjalankannya. Berikut ini hadis mengenai keutamaan shalat tahajud:
عَنْ بِلاَلٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الجَسَدِ.رواه الترمذي
Artinya: Dari Bilal, Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Hendaklah kalian melakukan salat malam/qiyamullail karena hal tersebut merupakan kebiasaan para orang salih sebelum kalian, karena qiyamullail tersebut sebagai bentuk pendekatan (seorang hamba) pada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan, dan sebagai penolak sakit dari jasad. (HR Tirmidzi).
3. Pencegah Perbuatan Dosa
Selain memiliki keutamaan sebagai upaya mendekatkan diri pada Allah SWT, dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa keutamaan salat tahajud lainnya sebagai pencegah perbuatan dosa dan pelebur dosa.
4. Penolak Sakit
Keutamaan lainnya dari salat tahajud ialah sebagai penolak sakit pada tubuh manusia. Dengan melakukan gerakan salat, persendian dalam tubuh manusia dapat bekerja dengan optimal dan dapat membantu mencegah penyakit yang kerap terjadi pada sendi-sendi dalam tubuh.
(ADS dan FNS)
