Konten dari Pengguna

Welfare State: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Welfare state atau negara kesejahteraan, adalah suatu bentuk sistem pemerintahan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Welfare state atau negara kesejahteraan, adalah suatu bentuk sistem pemerintahan. Foto: Pexels.com

Welfare state adalah salah satu bentuk negara yang ada di dunia. Bentuk negara ini berfokus pada kesejahteraan rakyatnya.

Welfare state atau negara kesejahteraan, adalah suatu bentuk sistem pemerintahan di mana negara aktif terlibat dalam menyediakan perlindungan sosial dan pelayanan publik kepada warganya. Tujuan utama dari welfare state adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial di dalam masyarakat.

Pemerintah dalam welfare state berperan dalam menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, pekerjaan, dan perlindungan sosial lainnya. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua warganya dapat hidup dengan layak.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai konsep welfare state, mulai dari pengertian, ciri, dan contoh-contoh negara yang menganut konsep ini.

Pengertian Welfare State

Welfare state adalah negara yang di mana pemerintah tidak hanya bertanggungjawab terhadap pemeliharaan ketertiban dan ketentraman masyarakat, Foto: Pexels.com

Dikutip dari Kepastian Hukum Sukuk Negara Sebagai Instrumen Investasi di Indonesia karya Iyah Faniyah, welfare state adalah negara yang di mana pemerintah tidak hanya bertanggungjawab terhadap pemeliharaan ketertiban dan ketentraman masyarakat, akan tetapi juga bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat.

Welfare state juga dapat diartikan sebagai konsep pemerintahan di mana negara bertanggung jawab atas kesejahteraan ekonomi dan sosial warganya melalui program asuransi sosial dan penjaminan kesejahteraan masyarakat.

Konsep ini didasarkan pada prinsip kesetaraan kesempatan, distribusi kekayaan yang adil, dan tanggung jawab publik bagi warga negara yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Negara kesejahteraan dapat bervariasi dalam bentuk dan arahannya di berbagai negara, tetapi semua negara kesejahteraan melibatkan beberapa bentuk kemitraan swasta-publik di mana administrasi dan tanggung jawab dibagi antara pemerintah dan sektor swasta.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Demokrasi Terpimpin dalam Pemerintahan Negara

Ciri-Ciri Welfare State

Welfare state adalah bentuk pemerintahan yang memiliki beberapa karakteristik. Foto: Pexels.com

Welfare state adalah bentuk pemerintahan yang memiliki beberapa karakteristik, yang meliputi:

  • Negara ini berusaha untuk melindungi dan mempromosikan kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka, berdasarkan prinsip kesetaraan kesempatan dan distribusi kekayaan yang adil

  • Pemerintah memiliki tanggung jawab utama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri

  • Welfare state melibatkan kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta dalam administrasi dan penyediaan layanan sosial

  • Negara ini mengimplementasikan berbagai program asuransi sosial, seperti kebersihan, pendidikan, kesehatan, dan penjaminan kehidupan, untuk membantu masyarakat memaksimalkan kesejahteraan mereka

  • Welfare state memiliki sistem pemerintahan yang efisien dan transparan, yang memastikan bahwa program dan layanan sosial dikelola secara adil dan efektif.

Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Negara Otoriter Beserta Contohnya

Contoh-Contoh Welfare State

Ilustrasi welfare state. Foto: Pexels.com

Banyak negara yang menerapkan sistem welfare state. Beberapa contoh negara welfare state meliputi:

  • Swedia menerapkan model institusional dan terkenal sebagai salah satu negara kesejahteraan di dunia.

  • Finlandia juga mengadopsi model institusional dan terkenal sebagai negara kesejahteraan yang berhasil dalam memelihara kesejahteraan masyarakat.

  • Norwegia juga merupakan salah satu negara yang menggunakan model institusional dan dikenal sebagai negara kesejahteraan yang memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi.

  • Denmark adalah salah satu negara yang dikenal sebagai welfare state. Denmark memiliki sistem keamanan sosial yang luas dan tinggi tingkat kekuatan pendapatan

Dalam konteks Indonesia, menurut V Hadiyono dalam Jurnal Politik dan Kekuasaan, negara ini secara konstitusional menganut konsep welfare state, tetapi penerapannya di lapangan masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan penjelasan di atas, sistem ini menekankan peran proaktif pemerintah dalam menyediakan perlindungan sosial dan layanan pokok bagi warganya.

Dengan menyediakan akses yang lebih merata terhadap kesehatan, pendidikan, perumahan, dan perlindungan sosial, welfare state bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi ketidaksetaraan dalam masyarakat.

(SAI)