2 Contoh Ceramah Ramadhan Singkat beserta Nama Penceramahnya

Penulis kumparan
·waktu baca 14 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain dalam rangka mengisi waktu luang, mendengarkan ceramah singkat dengan berbagai tema menjadi salah satu cara untuk menuntut ilmu. Dalam Islam sendiri, menuntut ilmu merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) untuk mempelajari kebaikan atau untuk mengajarinya, maka ia seperti mujahid fi sabilillah. Dan barangsiapa yang memasukinya bukan dengan tujuan tersebut, maka ia seperti orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” (HR. Ibnu Hibban no. 87, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid, 69).
Mengutip buku Ilmu Pendidikan Islam oleh Hanafi, dkk (2018), ceramah adalah salah satu metode dalam pendidikan, yang mana metode pembelajarannya dilakukan secara lisan. Ceramah dapat diberikan kepada pelajar maupun umum, sehingga tidak hanya terbatas pada satu golongan.
Satu hal yang terpenting dalam menyampaikan ceramah, yakni penceramah harus dapat menguasai materi, agar tujuannya dapat tercapai. Adapun tujuan dari penyampaian ceramah, yakni meningkatkan iman dan takwa, serta memperdalam keislaman yang dimiliki umat Islam.
Kumpulan Ceramah Singkat Berbagai Tema
Berikut contoh ceramah yang dapat dijadikan referensi materi khutbah maupun kultum dengan berbagai macam tema. Diambil dari berbagai sumber, tema ceramahnya mulai dari keikhlasan hingga hijrah.
Ceramah Singkat tentang Ikhlas
Dikutip dari buku Materi Tausiyah Ustadz Gaul Ceramah Inspiratif, Segar Dan Menghibur oleh Ibnu Mas'ad Masjhur berikut isi ceramahnya.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirahim…
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursaliin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du.
Pertama-tama marilah Kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan. Sehingga pada hari ini dapat berkumpul tanpa satu halangan apa pun untuk hadir di acara yang Insyaallah dimuliakan oleh Allah SWT.
Sholawat serta salam semoga terlimpahlan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah banyak mengajarkan kepada Kita tentang keikhlasan. Ikhlas merupakan salah satu sunahnya, oleh sebab itu sebagai umat Muslim harus senatiasa mengikutinya.
Ikhlas adalah amaliah hati yang tingkatannya sangat tinggi. Berbeda dengan sabar, ikhlas akan terlihat setelah terjadinya suatu amal. Orang yang ikhlas dalam beramal adalah mereka yang merasa seolah-olah tidak melakukan amal itu.
Ikhlas bisa dianalogikan dengan bekerja tanpa meminta upah. Saking tingginya amalan ini, ibadah yang mengharapkan surga belum terhitung ikhlas sebab masih mengharapkan upah dari Allah. Namun, tingkatan tersebut sudah sangat tinggi dibandingkan dengan orang awam.
Bukan berarti beramal dengan mengharap surga dan takut neraka tidak baik. Imam Ghazali menjelaskan bahwa beramal mengharapkan surga hukumnya sah dan bagus serta berfedah diterimanya suatu amal.
Imam Ghazali juga menyebutkan hakikat ikhlas adalah kemurnian niat dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Shalat ya shalat saja, makan ya makan saja, pergi ya pergi saja. Begitu pun ibadah, ibadah ya ibadah saja tanpa memikirkan hal-hal lain.
Allah SWT berfirman pada surat Al Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”
Dari ayat tersebut, Kita tahu bahwa betapa tingginya derajat sifat ikhlas. Dengan ikhlas, semua orang dengan profesinya masing-masing telah menjadi sufi, atau orang yang memiliki hati yang bersih. Seorang pedagang akan menjadi pedagang yang baik dan jujur, seorang petani menjadi petani yang baik, dan seorang pejabat menjadi pejabat yang baik, dan seterusnya.
Imam Al Ghazali mengatakan, “Semua manusia akan rusak, kecuali manusia yang berilmu. Semua manusia berilmu akan rusak, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Semua manusia berilmu yang mengamalkan ilmunya akan rusak, kecuali yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas pun masih dalam keadaan kekhawatiran yang besar.”
Dari ungkapan tersebut, terlihat jelas bahwa semua ilmu dan amal akan sia-sia jika di dalamnya tidak ada sifat ikhlas. Ilmu dan amal tidak dapat dibanggakan. Bagaimana mau dibanggakan, sedangkan yang ikhlas saja masih dalam keadaan khawatir yang besar.
Jadi, mari mulai saat ini Kita tanamkan rasa ikhlas ke mana pun kita pergi. Contohnya saja jangan lupa mengantongi ikhlas. Seperti saat ini, kalau kita sedang membawa uang, mari sisihkan ke kotak amal.
Bukan begitu, Sahabat? Ikhlas itu, tanpa melihat besar kecilnya jumlah uang yang diberikan. Kita praktikkan ya, nanti.
Ambil uang di dompet, tanpa melihat. Lalu masukkan ke dalam kotak amal. Jangan meraba-raba besaran uangnya, jangan juga diingat-ingat tadi uang lebih kecil ditaruh di atas atau bawah ya.
Ingat pesan Imam Al Ghazali, sifat ikhlas mempunyai prinsip dan hakikat. Jika sudah mencari-cari alasan, prinsip tersebut akan hilang.
Demikian yang bisa disampaikan. Semoga ada manfaat yang bisa diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Sedekah
Diambil dari sumber yang sama dengan ceramah sebelumnya, inilah isi ceramah tentang sedekah.
Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan rezeki-Nya kita dapat berkumpul bersama-sama dalam kesempatan ini. Selawat dan salam tak lupa kita curahkan kepada panutan kita, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin yang dirahmati Allah. Saat ini kita telah memasuki bulan Ramadhan. Pada bulan yang penuh berkah ini, selain berpuasa, kita juga harus mengisinya dengan berbagai ibadah dan amal baik. Di antara amal baik itu adalah sedekah. Apa itu sedekah?
Menurut istilah, sedekah adalah memberikan sesuatu kepada yang berhak menerimanya dan semata-mata mengharap rida Allah SWT. Sedekah dapat berupa bantuan atau pertolongan dari orang yang mampu kepada yang lemah.
Sedekah memiliki beberapa keutamaan, salah satunya adalah akan disenangi Allah SWT dan orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:
"As-sakhiyyu qaribun minallah qaribun minal jannah qaribun minan-nas ba'idun minan-nar wal bakhilu ba'idun minallah ba'idun minal jannah ba'idun minan-nas qaribun minan-nar." (rawahul Tirmizi)
Artinya: "Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia, dan dekat dengan neraka." (HR. Tirmizi)
Sedekah juga memiliki banyak manfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Beberapa manfaat sedekah antara lain:
Ada banyak sekali keutamaan dan manfaat dari sedekah. Oleh karena itu, di bulan Ramadhan ini marilah kita banyak bersedekah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.
Sekian kultum tentang sedekah Ramadhan ini saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam menyampaikan materi.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Sabar
Menghimpun dalam buku Majelis Ramadhan oleh Muhammad Shalih Al-Utsaimin (Syekh.) simak teks ceramahnya berikut ini.
Sabar merupakan salah satu sikap yang dimiliki oleh orang beriman. Sikap ini diterapkan saat menghadapi berbagai cobaan hidup.
Sikap yang tepat bagi orang yang beriman adalah menjadikan rasa sabar sebagai obat cobaan hidup yang diberikan oleh Allah SWT.
Orang yang bersabar akan memperoleh kebaikan yang sangat besar. Hal ini karena bersabar termasuk upaya yang berat, sehingga jika kita mampu melaksanakannya, maka ganjaran yang akan diterima sangat besar.
Meskipun cobaan itu besar, percayalah bahwa itu semua datangnya dari Allah. Oleh karena itu, tidak selayaknya kita berkeluh kesah. Hendaknya, kita perlu meminta diberikan kekuatan kepada Allah SWT untuk menghadapi cobaan tersebut.
Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sholat. menangislah di atas sajadah, berlama-lamalah ketika bersujud untuk menandakan bahwa diri ini begitu rendah di hadapan Allah.
Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang bersabar ketika menghadapi kesempitan, penderitaan, serta peperangan, maka mereka itulah yang benar imannya, dan juga merekalah orang-orang bertakwa". (QS. Al-baqarah ayat 177).
Oleh karena itu, kita perlu bersikap sabar saat menghadapi kondisi apapun, baik dalam kondisi sempit maupun dalam kondisi lapang.
Ceramah Singkat tentang Jujur
Mengutip dalam sumber yang sama dengan teks ceramah di atas, inilah contoh ceramah tentang kejujuran.
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Tak lupa selawat dan salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan kultum tentang mengajarkan kejujuran kepada anak.
Hadirin yang dirahmati Allah, kejujuran adalah sifat yang sangat penting dalam kehidupan. Oleh karena itu perlu diajarkan kepada anak sejak usia dini.
Cara mengajarkan sikap jujur pada anak harus dimulai dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Biasakan berkata-kata dan bersikap jujur kepada anak kita agar mereka meniru perilaku baik kita. Karena pendidikan akhlak dan karakter anak dimulai dari rumah, kita sebagai orang tua harus memberi contoh yang baik kepada anak-anak kita.
Setelah anak-anak kita memahami apa itu kejujuran, mereka dapat terus menerapkan sifat tersebut di mana saja. Baik di lingkungan sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Semoga kita semua dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita. Sekian kultum tentang mengajarkan kejujuran pada anak. Apabila ada kekurangan atau kesalahan, saya mohon maaf.
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Ilmu
Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib dalam buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas V pernah menyampaikan ceramah tentang ilmu. Adapun isi ceramahnya, yakni sebagai berikut:
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ilmu adalah sesuatu yang Allah titipkan kepada kita. Karenanya kita wajib menjaganya dengan penuh amanah. Amanah pada ilmu artinya kita cari ilmu itu dengan cara yang benar, kita pahami dengan pemahaman yang benar, dan kita sampaikan dengan benar.
Mencari ilmu dengan cara yang benar artinya mempelajari ilmu itu dari guru yang terpercaya dan memiliki sanad keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Memahami ilmu dengan pemahaman yang benar artinya memahami ilmu itu sesuai dengan pemahaman para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan menyampaikan ilmu dengan benar artinya ilmu yang telah dipelajari disampaikan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh para ulama, tidak ditambahi, dikurangi atau diselewengkan.
Menjaga amanah harta adalah penting. Tapi menjaga amanah ilmu jauh lebih penting. Sebaliknya, memperlakukan ilmu dengan tidak amanah (khianat pada ilmu) dampaknya jauh lebih besar dan berbahaya daripada khianat dalam masalah harta.
Khianat dalam masalah ilmu dampaknya bisa jauh lebih berbahaya. Khianat dalam masalah harta memang dapat menimbulkan banyak kerugian. Tapi kerugian yang diakibatkan hanya bendawi dan duniawi yang sifatnya hanya sementara. Sedangkan kerugian yang diakibatkan khianat pada ilmu kaitannya dengan ukhrawi dan bisa menyebabkan kesengsaraan yang sifatnya abadi di akhirat.
Hadirin yang berbahagia,
Seseorang yang tidak amanah dalam masalah ilmu bisa menjadi sumber bencana bagi orang banyak. Menyampaikan ilmu secara serampangan dan hanya berdasar hawa nafsu adalah salah satu bentuk khianat dalam masalah ilmu. Hal itu dapat menyebabkan banyak orang terjerumus dalam kesesatan. Ribuan bahkan jutaan orang mungkin akan terjatuh ke dalam dosa besar. Dan mungkin saja ribuan orang akan keluar dari Islam dan mati dalam keadaan tidak membawa iman.
Hadirin rahimakumullah, Oleh karena itulah, kita diingatkan dan diwanti-wanti oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar tidak menyampaikan sesuatu yang tidak kita ketahui. Allah melarang kita untuk mengatakan sesuatu tanpa dasar ilmu dalam firman-Nya, “Dan janganlah engkau mengucapkan perkataan tanpa dasar ilmu.” (QS al-Isra’: 36).
Di antara sikap amanah dalam menjaga ilmu adalah tidak malu dan gengsi mengatakan “saya tidak tahu” pada saat tidak mengetahui satu persoalan, terutama yang terkait dengan agama.
Apa yang dilakukan Imam Malik bin Anas bisa menjadi teladan bagi kita semua. Suatu ketika beliau didatangi seseorang yang membawa daftar 48 pertanyaan. Imam Malik hanya menjawab 6, dan selebihnya beliau mengatakan: Saya tidak tahu. Dalam riwayat yang lain, beliau menjawab 16 dan 32 pertanyaan sisanya, beliau tanpa malu dan gengsi mengatakan: Saya tidak mengetahui jawabannya.
Imam Malik adalah pendiri mazhab Maliki. Guru dari Imam Syafi’i. Beliau berjuluk Imamu Daril Hijrah (pucuk pimpinan para ulama Kota Madinah). Beliau tidak hanya berhasil mencetak para ulama besar sekaliber Imam Syafi’i. Di samping itu dari madrasahnya lahir pula para wali besar sekaliber Imam Dzun Nun al-Mishri, Tsauban bin Ibrahim yang salah satu kata mutiaranya dalam akidah selalu didengungkan dan digaungkan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah dari masa ke masa: “Apa pun yang terbayang dalam benakmu, maka Allah tidak menyerupai itu.”
Jika ulama setingkat Imam Malik saja sama sekali tidak merasa malu dan gengsi mengatakan “saya tidak tahu”, kenapa kita harus merasa kehilangan harga diri untuk mengatakan tidak tahu dalam hal-hal yang memang kita tidak tahu.
Sok tahu, terutama dalam masalah agama, hanya memberikan keuntungan sesaat yang sebenarnya tidak ada manfaatnya sama sekali, baik di dunia maupun di akhirat. Sok tahu atau mengaku tahu padahal tidak tahu dalam masalah agama, hanya akan menimbulkan kerugian, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
Seseorang yang menjawab pertanyaan seputar agama tanpa dasar ilmu akan dijauhkan dari rahmat Allah, dilaknat oleh para malaikat langit dan bumi, dan terjatuh ke dalam salah satu dosa besar. Baginda Nabi menegaskan: “Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa dasar ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (HR Ibnu ‘Asakir).
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Janganlah karena malu dan gengsi kepada sesama makhluk, lalu kita tidak malu kepada Allah. Semestinya kita lebih malu kepada Allah daripada malu kepada sesama makhluk. Rasa gengsi dan malu kepada sesama makhluk tidaklah bermanfaat sama sekali di akhirat. Anggapan dari sesama makhluk bahwa kita alim dan banyak ilmu tidak akan melapangkan rezeki dan menunda ajal kita. Sebaliknya jatuhnya harga diri kita dalam pandangan makhluk yang disebabkan kita berterus terang mengatakan tidak tahu dalam masalah agama, tidak akan mengurangi rezeki dan mempercepat ajal kita.
Allah-lah yang memberikan rezeki kepada kita. Rezeki kita sudah dijatah oleh Allah, Sang Maha Pemberi rezeki. Rezeki kita tidak akan bertambah atau berkurang dengan sebab apa pun. Ajal kita juga telah tertulis di Lauh Mahfuz. Tidak akan bisa dipercepat atau ditunda barang sesaat pun dengan sebab apa pun dan oleh siapa pun.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Demikian ceramah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.
Ceramah Singkat tentang Ibu
Dirangkum dari buku Kumpulan Kultum, Ceramah, dan Pidato: Berkaca Pada Jiwa tulisan Prito Windiarto, berikut bunyi ceramahnya.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji serta syukur kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah mencurahkan segala rahmat, berkah dan nikmat yang jumlahnya tak terhingga. Kesehatan dan karunia yang kita nikmati hari ini juga tak lain adalah berkah dari Allah SWT.
Shalawat dan salam kita haturkan juga kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Semoga selalu terlimpahkan berkah yang serupa kepada keluarga dan para sahabatnya.
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali mengatakan ‘Ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapankanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Terdapat suruhan kepada setiap anak yang harus menghormati orang tuanya terutama ibunya dalam kehidupan ini, pada surat tersebut. Berkat orang tualah kita berada di dunia ini, karena ibulah yang menjaga dan merawat anaknya sampai anaknya dewasa. Allah SWT memberikan amanat-Nya melalui ibu.
Seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan anaknya dengan bersusah-susah. Itulah sebabnya terdapat pepatah yang menegaskan bahwa kasih ibu sepanjang masa. Artinya kasih sayang dari seorang ibu memang tidak terhingga dan berkat jasanya tersebut, sebagai anak kita wajib berbuat baik kepada ibu sampai akhir hayatnya.
Selain berbuat baik, sahabat muslim juga harus senantiasa mendoakan mereka. Selagi mereka ada di dunia ini, maka bahagiakanlah mereka dan muliakan juga hidup mereka. Jaga ucapan kita terhadap ibu, jangan bernada tinggi atau bahkan kasar. Jangan juga menolak apa yang diperintahkannya dan jangan menggerutu.
Selama ibu mengajarkan hal yang baik, maka ikutilah. Seorang ibu sering didefinisikan sebagai seseorang yang galak dan cerewet, tetapi hal itu karena ia sangat menyayangi anaknya dan tak mau anaknya terluka.
Semoga kita menjadi salah satu orang yang berbakti kepada ibu, selalu berbuat baik dan membahagiakannya. Sekian kultum singkat mengenai ibu yang saya sampaikan ini. Semoga apa yang kita bahas hari ini menjadi berkah bagi kita semua.
Wabilahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ceramah Singkat tentang Hijrah
Terakhir, masih dihimpun dalam sumber yang sama dengan ceramah di atas, inilah teks ceramah bertemakan hijrah.
Saat merasa lelah dengan dunia, satu hal yang perlu dilakukan yakni dengan mendekat diri kepada Allah SWT. Jika dekat dengan Allah, maka hidup kita akan dijamin langsung oleh-Nya.
Tanda orang yang dekat dengan Allah adalah meskipun dalam keadaan suka maupun duka, hal tersebut tidak akan berpengaruh banyak pada dirinya. Sebab, yang paling menyenangkan baginya adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Seperti halnya Abdurrahman bin A'uf dan Ustman bin Affan yang mempunyai harta melimpah, namun malamnya masih tahajud, bahkan masih sempat khatam Al-Quran.
Rasulullah SAW juga termasuk orang yang kedudukannya paling tinggi. Namun, beliau merasakan kenyamanan ketika melakukan tahajud. Jika seseorang telah mendekatkan diri kepada Allah, maka ia akan selalu bersyukur, tenang dan nyaman, serta tidak akan menjauh dari Allah. Jadi, saat mendapatkan musibah, maka tidak akan berpengaruh besar dalam kehidupannya.
(DLA & VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja judul ceramah di bulan ramadhan?

Apa saja judul ceramah di bulan ramadhan?
Ceramah Singkat tentang Ikhlas, Ceramah Singkat tentang Sedekah, Ceramah Singkat tentang Sabar, Ceramah Singkat tentang Jujur, Ceramah Singkat tentang Ilmu, Ceramah Singkat tentang Ibu, Ceramah Singkat tentang Hijrah
Apa pengertian ceramah?

Apa pengertian ceramah?
Mengutip buku Ilmu Pendidikan Islam oleh Hanafi, dkk (2018), ceramah adalah salah satu metode dalam pendidikan, yang mana metode pembelajarannya dilakukan secara lisan. Ceramah dapat diberikan kepada pelajar maupun umum, sehingga tidak hanya terbatas pada satu golongan.
Apa manfaat mendengar ceramah singkat Ramadhan?

Apa manfaat mendengar ceramah singkat Ramadhan?
Mendengarkan ceramah singkat dengan berbagai tema menjadi salah satu cara untuk menuntut ilmu. Dalam Islam sendiri, menuntut ilmu merupakan salah satu ibadah yang dicintai Allah SWT.
